Penjualan Mobil Listrik Murni Semakin Moncer Karena Pengetahuan Konsumen Kian Dalam

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 16 September 2022 | 22:38 WIB
Penjualan Mobil Listrik Murni Semakin Moncer Karena Pengetahuan Konsumen Kian Dalam
Hyundai IONIQ 5, salah satu mobil listrik murni di Indonesia, dalam test drive di IIMS Hybrid 2022 [Suara.com/CNR ukirsari].

Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO) telah merilis daftar penjualan wholesales mobil di pasar Indonesia, terhitung dari bulan Januari hingga Agustus 2022. Di dalamnya, segmen mobil listrik murni dan hybrid juga turut berkontribusi.

Yang menarik, masyarakat Indonesia ternyata mulai tertarik membeli mobil listrik murni yang berbasis baterai (BEV), daripada mobil hibrida yang menggabungkan elektrifikasi dan BBM, yang mungkin lebih cocok bagi Indonesia yang masih berkenalan dengan teknologi hijau ini.

Akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Pasaribu pada Jumat (16/9/2022) mengatakan fenomena tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat yang semakin luas terkait mobil listrik.

"Melalui media internet masyarakat semakin paham bahwa masa depan mobilitas manusia itu ada di kendaraan pure electric, bukan di kendaraan hybrid. Mereka ingin mendapatkan sebuah kebaruan experience, berbagai inovasi teknologi canggih dalam format desain yang benar-benar memiliki kebaruan," kata Yannes seperti dilansir dari Antara.

"Bagi pembeli, tampaknya kendaraan hybrid cenderung dilihat hanya sekadar varian lain dari kendaraan BBM, bukan kendaraan yang benar-benar baru," ujarnya melanjutkan.

Yannes mengatakan tren pertumbuhan penjualan EV pun turut didukung dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 pada tanggal 13 September kemarin yang mewajibkan seluruh instansi menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas.

"Hal ini membuat masyarakat semakin yakin bahwa kendaraan pure EV lah masa depan kendaraan di Indonesia," kata dia.

Namun, ia berpendapat, walaupun Instruksi Presiden nomor 7 tahun 2022 yang menegaskan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai bagi seluruh instansi sudah diturunkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan.

"Pertama, pastikan adanya dukungan finansial yang dapat membuat biaya kepemilikan jadi lebih terjangkau bagi segmen terbesar masyarakat yang memiliki daya beli mobil di kisaran Rp 300 juta tersebut," kata Yannes.

Baca Juga: Soal Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas, Ganjar: Saya Mendukung Penuh

"Misalnya dengan mengalihkan sebagian kecil subsidi BBM ke insentif bagi pembeli kendaraan listrik. Hal ini penting jika pemerintah ingin melakukan akselerasi migrasi pembelian masyarakat ke kendaraan listrik secara nasional," imbuhnya.

Selain itu, ia berharap PLN dapat memberikan layanan peningkatan daya secara gratis di rumah-rumah yang pemiliknya membeli kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor listrik.

Ketiga, ia menilai pemerintah harus memastikan bahwa kualitas kendaraan listrik yang ada di Indonesia, terutama baterainya, memiliki jaminan keamanan yang tinggi. Lalu, berbagai SNI yang sudah dibuat harus ada penegakan hukumnya yang jelas dan tegas.

"Agar masyarakat tidak menjadi korban dari potensi ledakan dan kebakaran yang dapat ditimbulkan oleh desain baterai yang berkualitas buruk dari pembelian produk baterai impor yang tidak terjamin keamanan dan keselamatannya," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI