Jubir Kemenlu Tiongkok Beberkan Alasan Harga EV Negaranya Sangat Terjangkau

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Selasa, 20 Februari 2024 | 22:54 WIB
Jubir Kemenlu Tiongkok Beberkan Alasan Harga EV Negaranya Sangat Terjangkau
Sebuah mobil listrik atau EV diChongqing, Tiongkok, tengah mengisi ulang baterai atau recharging battery [Shutterstock].

Suara.com - Beberapa saat lalu, Dewan Uni Eropa mengadakan pembicaraan dengan Pemerintah Tiongkok terkait mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) yang dijual sedemikian murah sehingga membahayakan produksi Eropa.

Dominasi industri otomotif dunia khususnya untuk mobil listrik saat ini didominasi Tiongkok, setelah beberapa dekade industri otomotif dunia didominasi pabrikan Eropa, Jepang, serta Amerika Serikat.

Uni Eropa kekinian menerapkan tarif tambahan terhadap 20 jenis baja dan produk baja tahan karat produksi Tiongkok serta menetapkan kuota impor sebagai langkah untuk melindungi pasarnya hingga paruh 2024. Serta menyatakan produk EV Tiongkok mendapatkan subsidi pemerintah.

Apa itu Uni Eropa  (Pixabay)
Bendera Uni Eropa. Sebagai ilustrasi  (Pixabay)

Salah satu keunggulan pabrik-pabrik otomotif Tiongkok yang belum dapat ditandingi produsen negara lain adalah ongkos produksi murah. 

Situasi ini menjadi masalah bagi Uni Eropa. Saat ini, sebanyak 26 produsen mobil listrik Tiongkok sudah berencana masuk pasar Jerman pada 2025.

Dikutip dari kantor berita Antara, Tiongkok menyebut telah mengekspor lebih dari setengah juta mobil listrik di dunia pada paruh pertama 2023. Angka itu setara dengan pertumbuhan sebesar 160 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menyebutkan produk-produk otomotif negaranya bisa dijual dengan harga lebih murah karena ongkos produksi yang efisien, dan bukan disebabkan subsidi pemerintah seperti yang dituduhkan sejumlah pihak.

"Pembagian kerja dan kolaborasi yang saling menguntungkan merupakan ciri khas rantai industri otomotif. Perkembangan industri otomotif negeri kami sangat pesat sehingga telah menghasilkan produk-produk hemat biaya dan berkualitas tinggi," jelas Mao Ning saat menyampaikan keterangan rutin kepada media di Beijing, Tiongkok pada Selasa (20/2/2924).

Pernyataan ini sekaligus menjawab investigasi Uni Eropa atas dugaan mobil listrik Tiongkok dijual dengan harga rendah di negara-negara Eropa karena adanya subsidi dari pemerintah. 

Semasa, pihak Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk membatasi impor mobil pintar atau smart car Tiongkok dan komponen terkait lainnya.

"Setiap satu dari tiga mobil yang diekspor dari Tiongkok adalah mobil listrik, yang berkontribusi signifikan terhadap transisi ramah lingkungan dan rendah karbon di dunia," lanjut Mao Ning.

Beijing sebelumnya telah menyatakan keberatan dengan rencana Uni Eropa untuk menerapkan Mekanisme Penyesuaian Pembatasan Karbon yang akan menetapkan tarif sebesar 20-35 persen atas barang-barang dengan harga karbon tinggi, seperti baja dan bijih besi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Jarak Tempuh 301 Km Changan Lumin Siap Geser Dominasi Mobil Perkotaan Konvensional

Punya Jarak Tempuh 301 Km Changan Lumin Siap Geser Dominasi Mobil Perkotaan Konvensional

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 15:25 WIB

Google Maps Punya Fitur Baru, Bawa Mobil Listrik Jauh Makin Tenang

Google Maps Punya Fitur Baru, Bawa Mobil Listrik Jauh Makin Tenang

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 14:46 WIB

Update Daftar Harga Mobil Jaecoo 2026 di Indonesia, Mulai Rp200 Jutaan

Update Daftar Harga Mobil Jaecoo 2026 di Indonesia, Mulai Rp200 Jutaan

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 13:56 WIB

Harga Mobil Listrik Toyota Anjlok, Kini Cuma Rp200 Jutaan

Harga Mobil Listrik Toyota Anjlok, Kini Cuma Rp200 Jutaan

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 17:21 WIB

Indonesia Mengutuk Keras UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina oleh Israel

Indonesia Mengutuk Keras UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina oleh Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 14:50 WIB

Konversi Mobil Bensin ke Listrik atau Beli Mobil Listrik Baru, Mana Lebih Worth It?

Konversi Mobil Bensin ke Listrik atau Beli Mobil Listrik Baru, Mana Lebih Worth It?

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 11:55 WIB

BYD Atto 1 Mengaspal, Harga Rp200 Jutaan Jarak Tempuh Tembus 380 Km Hadir Varian Premium

BYD Atto 1 Mengaspal, Harga Rp200 Jutaan Jarak Tempuh Tembus 380 Km Hadir Varian Premium

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 12:35 WIB

Cari Mobil Listrik Bekas Modal Rp75 Juta? Ini 5 Pilihan yang Bisa Kamu Pertimbangkan

Cari Mobil Listrik Bekas Modal Rp75 Juta? Ini 5 Pilihan yang Bisa Kamu Pertimbangkan

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:25 WIB

BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 07:05 WIB

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Ambisi BYD Targetkan Ekspor 1,5 Juta Unit Kendaraan saat Pasar Domestik Melandai

Otomotif | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:45 WIB

Terkini

Tak Perlu Beli Baru, Ini Cara Ubah Motor Bensin Jadi Listrik Lewat Program Pemerintah

Tak Perlu Beli Baru, Ini Cara Ubah Motor Bensin Jadi Listrik Lewat Program Pemerintah

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 15:26 WIB

Punya Jarak Tempuh 301 Km Changan Lumin Siap Geser Dominasi Mobil Perkotaan Konvensional

Punya Jarak Tempuh 301 Km Changan Lumin Siap Geser Dominasi Mobil Perkotaan Konvensional

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 15:25 WIB

5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan

5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 15:10 WIB

Google Maps Punya Fitur Baru, Bawa Mobil Listrik Jauh Makin Tenang

Google Maps Punya Fitur Baru, Bawa Mobil Listrik Jauh Makin Tenang

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 14:46 WIB

3 Motor Listrik Polytron yang Ekuivalen Nmax dan PCX, Cek Fiturnya!

3 Motor Listrik Polytron yang Ekuivalen Nmax dan PCX, Cek Fiturnya!

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 14:37 WIB

Cek Hitungan Jatah Pertalite 50 Liter per Hari untuk Mobil Pribadi, Cukup buat Aktivitas Harian?

Cek Hitungan Jatah Pertalite 50 Liter per Hari untuk Mobil Pribadi, Cukup buat Aktivitas Harian?

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 14:34 WIB

Tantang Dominasi Pasar, Intip 3 Model Jagoan Indomobil E-Motor, Cek Spesifikasinya

Tantang Dominasi Pasar, Intip 3 Model Jagoan Indomobil E-Motor, Cek Spesifikasinya

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 14:25 WIB

Dealer Mobil Honda Kembali Pamit dan Beralih ke Merek Mobil China

Dealer Mobil Honda Kembali Pamit dan Beralih ke Merek Mobil China

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 14:24 WIB

Update Daftar Harga Mobil Jaecoo 2026 di Indonesia, Mulai Rp200 Jutaan

Update Daftar Harga Mobil Jaecoo 2026 di Indonesia, Mulai Rp200 Jutaan

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 13:56 WIB

Mobil Hybrid Kewalahan Kalau Dipacu di Jalan Tol, Mitos atau Fakta?

Mobil Hybrid Kewalahan Kalau Dipacu di Jalan Tol, Mitos atau Fakta?

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 13:55 WIB