Motor Baru Dilarang Pakai Chrome di Eropa: Ini Alasannya

Cesar Uji Tawakal

Senin, 26 Februari 2024 | 16:12 WIB
Motor Baru Dilarang Pakai Chrome di Eropa: Ini Alasannya
Ilustrasi motor gede (Pexels/Kindel Media)

Suara.com - Kebijakan baru di Eropa yang satu ini tampaknya akan membawa perubahan tampilan sepeda motor dan kendaraan baru di Eropa tahun ini (dan California di 2027), karena larangan pelapisan krom heksavalen mulai berlaku.

Langkah ini dilakukan karena adanya prioritas masalah kesehatan dan lingkungan, karena jenis pelapisan krom ini membawa beberapa risiko.

Lebih dari Sekedar Kilauan

Meskipun pelapisan krom memberikan hasil akhir yang berkilau pada motor, proses penerapannya dengan kromium heksavalen memiliki sisi gelap.

Menurut Visordown, bahan kimia ini dianggap sangat beracun, menimbulkan risiko kesehatan serius seperti kanker paru-paru dan kerusakan hati bagi mereka yang menanganinya.

Ilustrasi motor jadul dengan harga tinggi. (Pixabay)
Ilustrasi motor jadul dengan aksen krom. (Pixabay)

Namun bahayanya tidak hanya pada kesehatan manusia. Air limbah dari pelapisan krom yang tidak diolah dengan benar dapat membahayakan lingkungan, membahayakan baik tumbuhan maupun hewan.

Alternatif untuk Menjaga Kilauan Tetap Hidup

Kabar baiknya adalah, larangan tersebut tidak berarti akhir dari tampilan krom. Produsen sedang mengeksplorasi metode alternatif untuk mencapai estetika yang serupa:

  • Krom semprot: Metode ini menggunakan lapisan perak yang diapit di antara lapisan pelindung, menggunakan lebih sedikit bahan berbahaya dan menawarkan waktu penyelesaian yang lebih cepat.
  • Pelapisan krom trivalen: Proses rumit yang menggunakan solusi yang berbeda dan tidak terlalu beracun, membutuhkan investasi yang signifikan untuk perusahaan pelapisan krom yang ada.

Dampak yang Lebih Luas

baca juga

Meskipun industri sepeda motor, yang dikenal dengan aksen kromnya, akan terpengaruh secara signifikan, larangan ini memengaruhi berbagai sektor yang mengandalkan pelapisan krom untuk estetika dan perlindungan. Industri seperti kedirgantaraan, otomotif, dan peralatan rumah tangga perlu menemukan alternatif yang cocok untuk aplikasi tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembalap WorldSSP300 Aldi Satya Mahendra Meriahkan IIMS 2024

Pembalap WorldSSP300 Aldi Satya Mahendra Meriahkan IIMS 2024

Otomotif | Senin, 26 Februari 2024 | 15:04 WIB

Astra Honda Kirimkan Wakil Berlaga di Asia-Oceania Honda Safety Instructor Competition 2024

Astra Honda Kirimkan Wakil Berlaga di Asia-Oceania Honda Safety Instructor Competition 2024

Otomotif | Senin, 26 Februari 2024 | 11:07 WIB

Pre-booking MotoGP Mandalika 2024 Tersedia, Promosi Wisata Jalan Terus

Pre-booking MotoGP Mandalika 2024 Tersedia, Promosi Wisata Jalan Terus

Otomotif | Senin, 26 Februari 2024 | 10:41 WIB

Ogah Kalah dari Kuartet Jepang, Eropa Ikut Kembangkan Motor Hidrogen

Ogah Kalah dari Kuartet Jepang, Eropa Ikut Kembangkan Motor Hidrogen

Otomotif | Minggu, 25 Februari 2024 | 17:37 WIB

Yamaha R1 Disuntik Mati: Pertanda Kiamat "Motor Super"?

Yamaha R1 Disuntik Mati: Pertanda Kiamat "Motor Super"?

Otomotif | Minggu, 25 Februari 2024 | 11:09 WIB

Hentikan Produksi Versi Bensin di Eropa, Apa Tujuan Hyundai?

Hentikan Produksi Versi Bensin di Eropa, Apa Tujuan Hyundai?

Otomotif | Minggu, 25 Februari 2024 | 09:00 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×