Kenapa Perpindahan Gigi di MotoGP Berbeda dengan Motor Jalanan?

Agung Pratnyawan, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 22 Juli 2024 | 10:30 WIB
Kenapa Perpindahan Gigi di MotoGP Berbeda dengan Motor Jalanan?
MotoGP (motogp.com)

Suara.com - Di dunia balap motor, MotoGP terkenal dengan teknologinya yang canggih dan performa yang luar biasa. Salah satu perbedaan yang mencolok antara motor MotoGP dan motor jalanan adalah sistem perpindahan giginya.

Motor MotoGP menggunakan sistem reverse shifting, di mana pembalap harus menginjak pedal ke bawah untuk menaikkan gigi dan mencongkel ke atas untuk menurunkan gigi. Hal ini berlawanan dengan sistem gigi pada kebanyakan motor jalanan, di mana pedal digerakkan ke atas untuk menaikkan gigi dan ke bawah untuk menurunkannya.

Mengapa sistem reverse shifting digunakan di MotoGP? Ada beberapa alasan seperti dilansir dari shiftanddrive:

1. Ergonomi Saat Menikung

Pada tikungan MotoGP, pembalap menikung dengan sudut kemiringan yang sangat ekstrem. Hal ini membuat posisi kaki mereka sulit untuk menjangkau pedal gigi konvensional. Sistem reverse shifting memungkinkan pembalap untuk mengganti gigi dengan lebih mudah dan nyaman saat menikung.

2. Performa:

Sprint Race MotoGP Catalunya 2024 (Instagram/@bradbinder)
Sprint Race MotoGP Catalunya 2024 (Instagram/@bradbinder)

Sistem reverse shifting memungkinkan perpindahan gigi yang lebih cepat dan halus. Hal ini penting di MotoGP, di mana setiap sepersekon sangat berharga. Seamless gearbox yang digunakan pada motor MotoGP juga membantu kelancaran perpindahan gigi.

3. Keamanan:

Sistem reverse shifting membantu mencegah perpindahan gigi yang tidak disengaja. Hal ini penting di MotoGP, di mana kesalahan kecil dapat berakibat fatal.

baca juga

Meskipun sistem reverse shifting memiliki banyak keuntungan, sistem ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah perlu waktu bagi pembalap untuk terbiasa dengan sistem ini.

Namun, secara keseluruhan, sistem reverse shifting terbukti lebih efektif dan efisien untuk balap MotoGP.

Sistem reverse shifting adalah salah satu contoh teknologi canggih yang digunakan di MotoGP untuk meningkatkan performa dan keamanan pembalap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertinggal Jauh, Ini Faktor Marco Bezzecchi Kesulitan dengan Motor GP23

Tertinggal Jauh, Ini Faktor Marco Bezzecchi Kesulitan dengan Motor GP23

Your Say | Minggu, 21 Juli 2024 | 12:10 WIB

Tekanan Ban MotoGP, Strategi Berisiko yang Bisa Membawa Kemenangan

Tekanan Ban MotoGP, Strategi Berisiko yang Bisa Membawa Kemenangan

Otomotif | Minggu, 21 Juli 2024 | 13:15 WIB

Bukan Main, KTM Tech3 Langsung Targetkan Podium Tiap Balapan di Musim 2025

Bukan Main, KTM Tech3 Langsung Targetkan Podium Tiap Balapan di Musim 2025

Your Say | Sabtu, 20 Juli 2024 | 14:05 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×