Pengamat: Kendaraan Listrik Bukan Satu-Satunya Alternatif untuk Capai Zero Emission

Kamis, 05 September 2024 | 17:47 WIB
Pengamat: Kendaraan Listrik Bukan Satu-Satunya Alternatif untuk Capai Zero Emission
Toyota Innova Hybrid Biofuel. (Foto: TMMIN)

Suara.com - Kendaraan listrik (EV) menjadi salah satu alternatif untuk mencapai zero emission.

Namun selain kendaraan listrik, energi baru terbarukan (EBT) seperti bioenergi dapat membantu mengurangi ketergantungan konsumsi bahan bakar fosil di semua sektor terkait seperti pembangkit listrik, domestik, industri, dan sektor transportasi.

Bioenergi, termasuk Biofuel, bisa turut berperan dalam mendukung Indonesia untuk menuju transisi energi serta mereduksi emisi.

Disampaikan Pengamat Otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, EV bukanlah satu-satunya alternatif untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin.

"Seolah-olah EV menguasai dunia, tapi nyatanya tidak. Jadi tak semudah yang kita bayangkan bermigrasi dari kendaraan bensin ke EV," ujar Martinus, dalam Media Diskusi Bioethanol dan Flexy Fuel Vehicle, di Karawang, Kamis (5/9/2024).

Toyota Fortuner Biofuel. (Foto: TMMIN)
Toyota Fortuner Biofuel. (Foto: TMMIN)

Martinus menambahkan, EV hanya dipersiapkan untuk jarak dekat. Selain itu, harganya yang mahal juga menjadi permasalahan tersendiri.

Bila diambil contoh, Tesla yang sempat populer di Amerika Serikat faktanya saat ini mulai redup.

"Karena dia (EV) hanya dipersiapkan untuk jarak dekat atau urban. Kalau baterai diperbesar agar jarak tempuh lebih jauh itu mahal sekali," jelas Martinus.

Sebagai informasi, bahan bakar etanol sendiri memiliki emisi lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil.

Baca Juga: Anak Sultan Andara Memang Beda, Cipung Tolak Pemberian Mobil Mainan dari Raffi Ahmad tapi....

Campuran etanol di dalam bahan bakar fosil bertujuan untuk mendukung pengurangan emisi dan impor gasoline nasional serta menciptakan pekerjaan baru di sektor perkebunan dan pengolahan bahan baku bioetanol.

"Bahan bakar etanol saat ini sudah digunakan hampir di seluruh dunia. Banyak negara yang sudah mencampur bensin dengan etanol. Komposisinya ada yang dicampur dengan lima persen, ada juga yang 10 persen. Di Indonesia, bahan bakar etanol saat ini memang baru 5 persen, namun bisa lebih tinggi," pungkas Martinus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI