Hanya 200 KM, Mazda Jelaskan Alasan di Balik Jarak Tempuh Terbatas MX-30

Budi Arista Romadhoni

Selasa, 12 November 2024 | 09:48 WIB
Hanya 200 KM, Mazda Jelaskan Alasan di Balik Jarak Tempuh Terbatas MX-30
Mazda MX-30 dijual seharga Rp 860 juta, tapi hanya bisa menempuh jarak 200 km. [Antara]

Suara.com - PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) baru saja meluncurkan mobil listrik pertamanya di Indonesia, Mazda MX-30, dengan harga Rp860 juta (OTR Jakarta).

Meskipun kabar peluncuran ini disambut gembira oleh penggemar Mazda, banyak yang terkejut dengan jarak tempuh mobil listrik tersebut yang hanya mencapai 200 kilometer, sebuah angka yang relatif rendah dibandingkan dengan beberapa pesaingnya di pasar.

Namun, Mazda menegaskan bahwa MX-30 dirancang untuk konsumen dengan gaya hidup yang lebih terencana dan mobilitas yang lebih terkontrol.

"Jarak 200 km sudah cukup untuk mobilitas dalam kota, tetapi pengguna memang harus lebih sering mengisi daya dibandingkan mobil listrik lainnya," ujar Ricky Thio, Chief Operating Officer PT EMI dikutip dari ANTARA pada Selasa (12/11/2024).

Ia menambahkan, "Kami menargetkan konsumen yang lebih bisa memprediksi kesehariannya, seperti mereka yang tinggal di area perkotaan dan memiliki jadwal yang teratur."

Ricky juga memberikan contoh praktis, "Misalnya, jika saya tinggal di Kelapa Gading, saya bisa mengemudi ke kantor, kemudian mengisi daya di sana. Setelah itu, saya bisa melanjutkan perjalanan ke kantor lain, dan kembali mengisi daya saat makan siang. Mobil ini memang dirancang untuk konsumen yang merencanakan perjalanan mereka dengan lebih detail."

Mazda MX-30 Jadi Mobil Listrik Pertama Mazda di Indonesia. (Foto: Mazda)
Mazda MX-30 Jadi Mobil Listrik Pertama Mazda di Indonesia. (Foto: Mazda)

Mazda MX-30 hadir dengan filosofi Jinba-Ittai, yang mengutamakan kenyamanan berkendara yang khas, serta desain KODO yang menonjolkan kesederhanaan dan keindahan tanpa batas waktu.

Dengan jarak tempuh yang terbatas, Mazda mengakui bahwa MX-30 lebih cocok untuk konsumen yang ingin pengalaman berkendara khas Mazda, sambil tetap menjaga lingkungan dengan menggunakan kendaraan listrik.

Untuk saat ini, Mazda hanya mengimpor jumlah terbatas dari MX-30, dengan estimasi sekitar 10 hingga 20 unit yang tersedia di Indonesia.

baca juga

Mazda percaya bahwa meskipun jarak tempuhnya terbatas, MX-30 tetap menawarkan solusi bagi mereka yang mencari mobil listrik dengan desain dan pengalaman berkendara yang berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SUV Listrik Mazda MX-30: Spesifikasi, Fitur, dan Harga Lengkap

SUV Listrik Mazda MX-30: Spesifikasi, Fitur, dan Harga Lengkap

Otomotif | Selasa, 12 November 2024 | 07:38 WIB

Harganya Tembus Rp 860 Juta, Mending Mazda MX-30 atau Hyundai Ioniq 5 ?

Harganya Tembus Rp 860 Juta, Mending Mazda MX-30 atau Hyundai Ioniq 5 ?

Otomotif | Senin, 11 November 2024 | 20:10 WIB

Harga Selangit, Mobil Listrik Mazda MX-30 Cuma Bisa Tempuh Jarak 200 Km

Harga Selangit, Mobil Listrik Mazda MX-30 Cuma Bisa Tempuh Jarak 200 Km

Otomotif | Senin, 11 November 2024 | 19:24 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×