Ada Endapan Abu-Abu! Viral Mekanik Ungkap Kotornya Pompa Bensin: Mesin Brebet, Pertamax Jadi Biang Kerok?

Cesar Uji Tawakal | Gagah Radhitya Widiaseno | Suara.com

Senin, 25 November 2024 | 17:15 WIB
Ada Endapan Abu-Abu! Viral Mekanik Ungkap Kotornya Pompa Bensin: Mesin Brebet, Pertamax Jadi Biang Kerok?
Petugas menaruh tuas bahan bakar jenis Pertamax di SPBU Coco Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Belakangan ini, muncul fenomena menarik di kalangan pengguna Pertamax yang melaporkan adanya penurunan performa pada kendaraan mereka.

Keluhan yang paling sering terdengar adalah mobil yang mendadak kehilangan tenaga hingga mengalami brebet. Fenomena ini menjadi perbincangan hangat di berbagai forum otomotif dan media sosial, memicu kekhawatiran di kalangan pengguna bahan bakar RON 92 tersebut.

Awalnya sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok emcsang310. Dalam video tersebut diperlihatkan narasi dimana saat menggunakan Pertamax justru menjadi kotor.

"Pakai Pertamax Bersih (X). Pakai Pertamax Jadi Kotor (V)," tulis caption dari video tersebut.

Dalam video tersebut diperlihatkan salah satu komponen mobil berupa tangki bahan bakar yang terlihat kotor usai dibersihkan.

Caption dari unggahan tersebut juga menyebutkan kalau mobil mendadak kehilangan tenaga hingga mengalami brebet. Bahkan caption dalam video tersebut menyebutkan sudah ada tujuh mobil yang mengalami hal serupa.

Pernah Jadi Kotradiksi Kemenko Marves vs Pertamina

September 2024 silam, Rachmat Kaimudin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, memberikan penjelasan mengenai kualitas bahan bakar di Indonesia.

Pertamax, yang selama ini dianggap sebagai BBM berkualitas tinggi, ternyata menyimpan rahasia yang mengkhawatirkan yakni kandungan sulfurnya mencapai 400 ppm, hanya sedikit lebih rendah dari Pertalite yang berada di angka 500 ppm. Angka ini jauh melampaui standar internasional yang seharusnya hanya 50 ppm.

"Saat melihat kualitas BBM, orang cuma memikirkan tentang RON saja, padahal sebetulnya yang menjadi isu adalah kandungan sulfur," tutur Kaimudin pada awak media di gedung Kemenko marves, Jakarta Pusat.

"Karena sulfur tinggi, teknologi untuk mengurangi polusi jadi tidak berfungsi," imbuhnya.

Ilustrasi BBM, kenaikan Pertamax (Freepik)
Ilustrasi BBM, kenaikan Pertamax (Freepik)

Tingginya kadar sulfur ini bukan sekadar angka, ini berdampak serius pada efektivitas teknologi pengurangan polusi kendaraan.

Menariknya, meski Biosolar memiliki kandungan sulfur 250 ppm, Pertamina sebenarnya sudah memiliki solusi dengan BBM yang memenuhi standar Euro 4, yakni Pertamax Green, Pertamax Turbo, dan Pertadex 53.

Sayangnya, varian bersih ini belum tersedia merata di seluruh SPBU. Kaimudin menekankan pentingnya dukungan pemerintah kepada Pertamina untuk menyediakan BBM yang lebih bersih dan ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia.

Terkait tudingan kotornya Pertamax pada waktu itu, Pertamina sempat berdalih.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, kepada awak media mengatakan bahwa kotornya Pertamax ini masih sesuai aturan pemerintah.

Ilustrasi pertamax series.
Ilustrasi pertamax series.

Sebagai informasi, ia merujuk batas kandungan maksimal sulfur yang telah ditetapkan pada Ditjen Migas untuk BBM RON 92, adalah 400 ppm.

"Kami pastikan produk BBM Pertamina memenuhi ketentuan yang berlaku, bahkan kandungan sulfur Pertamax masih jauh di bawah 400 ppm, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ungkapnya di kala itu.

Alih-alih fokus pada solusi dari tingginya kandungan sulfur pada Pertamax, ia malah merekomendasikan jenis BBM lain yang notabene harganya lebih mahal.

"Produk Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95 telah tersedia di SPBU, ketiganya adalah BBM dengan standar Euro 4 dan kandungan sulfur 50 ppm. Silakan masyarakat menentukan BBM yang diinginkan," tuturnya lagi.

Klaim bersihnya Pertamax di akhir 2023

Menurut unggahan di situs resmi Pertamina pada 20 November 2023, diklaim bahwa BBM dari Pertamax series adalah bahan bakar berkualitas.

Mereka menyatakan bahwa Pertamax 92 memiliki kandungan sulfur rendah.

"Pertamax memiliki RON 92 dan khusus dirancang untuk kendaran versi atau keluaran baru. Selain itu, faktor emisi yang dimilikinya mencapai 69.300 kg CO2/TJ. Adapun untuk kandungan sulfur maksimalnya adalah 130 ppm. Selain itu, jenis pertamax satu ini cocok untuk kendaraan yang memiliki kompresi 9:1 sampai dengan 10:1."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dashcam Pintar dengan Perintah Suara, Harga di Bawah Rp1 Juta

Dashcam Pintar dengan Perintah Suara, Harga di Bawah Rp1 Juta

Otomotif | Senin, 25 November 2024 | 15:47 WIB

10 Pilihan Mobil Bekas Tipe Hatchback November 2024: Alternatif Brio Seken, Harga Cuma Setengahnya

10 Pilihan Mobil Bekas Tipe Hatchback November 2024: Alternatif Brio Seken, Harga Cuma Setengahnya

Otomotif | Senin, 25 November 2024 | 16:00 WIB

Pertamina Patra Niaga Langsung Cepat Investigasi Kualitas Pertamax Gandeng LAPI ITB

Pertamina Patra Niaga Langsung Cepat Investigasi Kualitas Pertamax Gandeng LAPI ITB

Bisnis | Senin, 25 November 2024 | 15:30 WIB

Terkini

Arti Warna Mobil Menurut Feng Shui, Mana yang Paling Bikin Hoki?

Arti Warna Mobil Menurut Feng Shui, Mana yang Paling Bikin Hoki?

Otomotif | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:05 WIB

Berapa Harga Motor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026? Lenyap dalam Sekejap Usai Crash Horor

Berapa Harga Motor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026? Lenyap dalam Sekejap Usai Crash Horor

Otomotif | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:35 WIB

Konsumsi BBM 65 Km/Liter! Ini Rahasia Dapur Pacu BYD M6 DM yang Baru Rilis di RI

Konsumsi BBM 65 Km/Liter! Ini Rahasia Dapur Pacu BYD M6 DM yang Baru Rilis di RI

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:55 WIB

Tembus Rp28 Jutaan di Vietnam, Apa Bedanya Honda Vario 125 Street 2026 dengan Versi Indonesia?

Tembus Rp28 Jutaan di Vietnam, Apa Bedanya Honda Vario 125 Street 2026 dengan Versi Indonesia?

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:16 WIB

Terpopuler: Chery Q Bikin Heboh, MG Terancam

Terpopuler: Chery Q Bikin Heboh, MG Terancam

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:00 WIB

Maxdecal Dobrak Pasar Modifikasi Motor Lewat Teknologi Vinyl untuk Segmen Motor Besar

Maxdecal Dobrak Pasar Modifikasi Motor Lewat Teknologi Vinyl untuk Segmen Motor Besar

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:15 WIB

Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio

Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:37 WIB

BYD Siap Invasi Jepang, Punggawa Nissan pun Direkrut

BYD Siap Invasi Jepang, Punggawa Nissan pun Direkrut

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:12 WIB

Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini

Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:35 WIB

Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak

Mobil MG5 Tiba-Tiba Terbakar di Parkiran, Dapat Nol Bintang di Tes Tabrak

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:06 WIB