Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini

Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:35 WIB
Pemilik Mobil Toyota Terancam Boros Bensin Jika Masih Abaikan Delapan Hal Sepele Ini
Pengecekan mobil Toyota di Auto2000. (Foto: Auto2000)
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia membatasi subsidi bensin akibat kondisi politik global, sehingga pemilik kendaraan harus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.
  • Marketing Division Auto2000 Nur Imansyah Tara mengimbau pemilik kendaraan memperbaiki pola perawatan dan gaya mengemudi pada Selasa, 19 Mei 2026.
  • Terdapat delapan faktor pemborosan bahan bakar, meliputi tekanan ban, beban berlebih, gaya berkendara, modifikasi, oktan bensin, oli, hingga servis rutin.

Suara.com - Kebijakan pemerintah mengenai pembatasan konsumsi bensin bersubsidi sebagai dampak kondisi politik global menuntut pemilik kendaraan untuk lebih bijak. Meskipun mobil Toyota di Indonesia sudah dirancang dengan mesin efisien dan fitur pendukung hemat energi, faktor perilaku pengemudi tetap memegang peranan kunci.

Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara memberikan peringatan agar pemilik kendaraan mulai memperhatikan pola perawatan dan cara berkendara.

“Harus pintar mengelola penggunaan bensin pada mobil agar lebih efisien daam penggunaannya. Langkah yang dilakukan terkait bagaimana merawat dan mengemudikan mobil di jalan. Untuk itu pahami bagaimana agar konsumsi BBM lebih hemat,” jelas Nur Imansyah, Selasa (19 Mei 2026).

Terdapat delapan faktor utama yang seringkali membuat penggunaan bahan bakar menjadi tidak efisien. Pertama adalah tekanan ban yang kurang sehingga mesin butuh tenaga ekstra untuk bergerak. Kedua adalah beban muatan yang melebihi kapasitas maksimal atau overload.

Selanjutnya gaya mengemudi agresif yang memaksa komputer mesin menyuntikkan lebih banyak bensin ke ruang bakar. Modifikasi kendaraan seperti penggantian pelek yang lebih besar dan penambahan aksesori kelistrikan juga berkontribusi besar pada pemborosan energi.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak mengikuti rekomendasi oktan bensin dari pabrikan yang memicu gejala knocking. Kelalaian dalam mengganti oli mesin secara rutin juga membuat komponen bekerja lebih berat akibat degradasi pelumas.

Pemilik kendaraan juga sering mengabaikan penggunaan mode berkendara ECO yang sebenarnya sangat efektif untuk mobilitas perkotaan. Terakhir adalah kebiasaan malas melakukan servis berkala di bengkel resmi yang menyebabkan kondisi filter serta komponen kaki-kaki tidak terpantau secara optimal. Dengan memperhatikan aspek tersebut, efisiensi bahan bakar dapat terjaga di tengah ketatnya aturan konsumsi BBM saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?

Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 16:44 WIB

Toyota GR Car Meet 2026 Jadi Festival Komunitas Otomotif Toyota Pertama di Indonesia

Toyota GR Car Meet 2026 Jadi Festival Komunitas Otomotif Toyota Pertama di Indonesia

Otomotif | Senin, 18 Mei 2026 | 12:25 WIB

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:31 WIB

Terkini

Tak Perlu Jadi Manusia Super, Tanyakan 3 Hal Ini ke Dirimu Sendiri untuk Menjaga Kewarasan

Tak Perlu Jadi Manusia Super, Tanyakan 3 Hal Ini ke Dirimu Sendiri untuk Menjaga Kewarasan

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:35 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

×