Pasar Otomotif Indonesia Lesu di 2024, Menperin Usul Perusahaan Turunkan Harga Mobil

Dicky Prastya Suara.Com
Kamis, 27 Februari 2025 | 17:43 WIB
Pasar Otomotif Indonesia Lesu di 2024, Menperin Usul Perusahaan Turunkan Harga Mobil
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita di peresmian pabrik baru Daihatsu yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, Kamis (27/2/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan kalau penjualan otomotif di Indonesia mengalami penurunan 13,9 persen di 2024 ketimbang tahun 2023 sebelumnya.

Ia mengakui kalau lesunya pasar otomotif ini disebabkan banyak faktor, mulai dari penurunan daya beli, tantangan ekonomi global, dan lainnya. Menurut dia, kondisi tersebut amat berdampak pada penurunan ekonomi.

"Dari penurunan penjualan tahun lalu kami sudah menghitung secara teknokratis bahwa backward linkage dan forward linkage terpengaruh sebesar 0,97 persen ini untuk backward linkage yaitu Rp 5,4 triliun dan untuk forward linkage 0,83 persen atau Rp 4,6 triliun," kata Agus saat peresmian pabrik baru Daihatsu di Karawang, Jawa Barat, Kamis (27/2/2025).

Ia menyebut kalau perlu ada upaya untuk memperbaiki industri otomotif di Indonesia, tak hanya dari pemerintah tetapi juga para stakeholder lain seperti pelaku industri.

"Ini harus menjadi perhatian semua, semua stakeholders. Tentu pemerintah merupakan key, kuncinya," lanjut dia.

Agus lalu mengatakan kalau Pemerintah berupaya menerbitkan berbagai macam kebijakan untuk membantu industri otomotif di Indonesia. Sementara untuk pelaku usaha, Menperin mengusulkan adanya penurunan harga jual yang juga perlu dipelajari masing-masing perusahaan.

"Misalnya, misalnya, ini bukan aarahan tapi misalnya, sacrifice margin turunin harganya. Ini bisa, ini bisa. Silakan dipelajari masing-masing perusahaan," usul dia.

Kendati begitu Agus menilai kalau sektor otomotif Indonesia masing memiliki peluang besar. Dirinya lalu membandingkan rasio kepemilikan mobil yang ada di negara lain.

Untuk negara Asia Tenggara, Agus memaparkan rasio kepemilikan kendaraan roda empat 490 unit per 1.000 orang di Malaysia. Lalu di Thailand rasionya 275 unit per 1.000 orang. Selanjutnya Vietnam dengan rasio 34 unit mobil per 1.000 orang.

Baca Juga: Pabrik Baru Daihatsu Resmi Beroperasi di Karawang, Nilai Investasi Rp 2,9 Triliun

Kemudian Jepang 670 mobil per 1.000 orang, Korea Selatan 530 unit mobil per 1.000 orang, dan Turki 285 unit mobil per 1.000 orang.

Indonesia yang memiliki 280 juta penduduk, lanjut Agus, memiliki rasio kepemilikan mobil 99 unit per 1.000 orang. Berangkat dari sana, dia menyimpulkan kalau Indonesia amat berpotensi di sektor otomotif.

"Indonesia masih merupakan potensi pasar yang sangat besar untuk sektor otomotif dalam negeri," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI