Perang Harga ke Perang Mulut, Geely Tuding BYD Munafik: Maling Teriak Maling

Liberty Jemadu

Senin, 09 Juni 2025 | 16:15 WIB
Perang Harga ke Perang Mulut, Geely Tuding BYD Munafik: Maling Teriak Maling
Perang harga mobil di China merembet ke perang mulut antara petinggi perusahaan otomotif asal Tiongkok. Foto: Geely EX5 kini memiliki varian dengan jarak tempuh 610 km. [Suara.com/Liberty Jemadu]

BYD mengumumkan memangkas harga mobil-mobil jajaran Dynasti an Ocean, termasuk mobil listrik populer Seagull yang harganya turun sekitar 20 persen menjadi sekitar Rp 126 jutaan per unit. Sementara harga BYD Seal hybrid juga turun hingga 34 persen, hingga Rp 232 juta saja.

Pemangkasan harga ini, demikian diumumkan BYD di media sosial Weibo, berlaku sampai 30 Juni mendatang.

Tak lama berselang, raksasa otomotif Tiongkok Geely juga mengumumkan memangkas harga mobil dari jajaran Galaxy.

Ada 7 model Geely Galaxy yang ditawarkan dengan harga lebih murah, termasuk Xingyuan - mobil terlaris di China saat ini - yang kini harganya hanya sekitar Rp 135 juta dari sebelumnya sekitar Rp 155 juta.

Selain itu Geely L6 EM-i, Starship 7 EM-i. E5, L7 EM-i, Starshine 8, dan E8 juga dijual dengan diskon hingga 18 persen.

IM Motors, perusahaan patungan antara SAIC, Alibaba dan Zhangjiang Hi-Tech juga memberikan diskon hingga 18 persen untuk beberapa model mobil listriknya.

Leapmotor, yang sebagian sahamnya dikuasai oleh raksasa otomotif Amerika Serikat - Italia, Stellantis, juga mengumumkan memberikan diskon hingga 30 persen untuk beberapa model mobil, terutama yang berteknologi EREV - mobil hybrid yang memanfaatkan mesin bensin sebagai generator untuk mengisi daya baterai.

Pemerintah China Beri Ultimatum

Perang dagang ini di sektor otomotif ini tidak luput dari pantauan Beijing. Seperti diwartakan South China Morning Post dan The Straits Times, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China memperingatkan para produsen mobil lokal untuk tidak mengobarkan "perang harga yang tidak tertib".

baca juga

Meski tak menyebut nama merek secara spesifik, tapi peringatan itu dinilai menyasar langsung ke BYD sebagai pabrikan yang pertama kali memberi diskon besar-besaran pada akhir Mei kemarin.

Kementerian itu juga mewanti-wanti, bahwa pemangkasan harga yang asal-asalan akan merusak proses riset, menurunkan kualitas produk dan akan membuat produk otomotif Tiongkok tidak lagi aman.

"Tidak ada pemenang dan masa depan yang lebih baik dalam perang harga," tegas pejabat Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China.

Peringatan yang sama juga datang dari surat kabar Partai Komunis China, People's Daily, yang dalam salah satu kolom opininya pada 1 Juni kemarin mengkritik persaingan yang tidak sehat, yang bisa merusak rantai pasok otomotif Tiongkok.

Surat kabar corong Partai Komunis itu memperingatkan bahwa produk murah dan berkualitas rendah bisa merusak reputasi kendaraan-kendaraan Made in China yang kini sudah mulai diakui di kancah internasional.

People's Daily juga meminta para produsen otomotif untuk tidak mengulang kesalahan yang dibuat oleh para produsen motor China di Asia Tenggara beberapa dekade lalu, yang menjual motor murah tapi kualitasnya rendah.

Sebelumnya, asosiasi industri otomotif China juga memperingatkan para anggotanya untuk tidak bersaing secara tidak sehat, yang bisa menggerus keuntungan dan menurunkan kualitas produk.

Peringatan senada juga diutarakan oleh asosiasi dealer mobil China, yang mengatakan perang harga membuat keuntungan mereka semakin tipis.

Para dealer juga mengeluhkan tekanan semakin berat yang mereka terima dari pabrikan, karena mereka dipaksa untuk menerima kiriman unit mobil lebih banyak, telatnya pembayaran, dan tingginya biaya operasional.

"Kondisi semakin memburuk sejak Kuartal II ketika diskon-diskon harga kembali digelar, dipicu oleh pemain utama di industri mobil listrik, dan yang kemudian menyebar ke seluruh industri," kata asosiasi dealer mobil China dalam pernyataan resminya.

"Perang harga mungkin jadi judul besar di mana-mana, tetapi mereka menyeret seluruh industri dalam pusaran yang tidak berujung," lanjut asosiasi tersebut.

Pada saat yang sama dilaporkan sejumlah besar dealer BYD di China menutup operasi mereka karena mengalami krisis finansial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setara BYD Dolphin, Harga Jam Rolex Prabowo yang Dikasih ke Semua Pemain Timnas Indonesia

Setara BYD Dolphin, Harga Jam Rolex Prabowo yang Dikasih ke Semua Pemain Timnas Indonesia

Bola | Sabtu, 07 Juni 2025 | 09:38 WIB

Geely Gandeng Voltron Sediakan Stasiun Pengisian Daya di Jaringan Diler Resmi

Geely Gandeng Voltron Sediakan Stasiun Pengisian Daya di Jaringan Diler Resmi

Otomotif | Jum'at, 06 Juni 2025 | 10:41 WIB

Kesan Pertama Bawa Mobil Listrik Geely EX5 untuk Harian

Kesan Pertama Bawa Mobil Listrik Geely EX5 untuk Harian

Otomotif | Kamis, 05 Juni 2025 | 19:24 WIB

Pemerintah China Sentil Perang Harga yang Dipicu BYD: Kualitas Mobil Bisa Jelek Karena Harga Murah

Pemerintah China Sentil Perang Harga yang Dipicu BYD: Kualitas Mobil Bisa Jelek Karena Harga Murah

Otomotif | Kamis, 05 Juni 2025 | 12:44 WIB

Ditegur Kemkomdigi soal PSE Privat, BYD Indonesia Langsung Bereskan Website

Ditegur Kemkomdigi soal PSE Privat, BYD Indonesia Langsung Bereskan Website

Otomotif | Rabu, 04 Juni 2025 | 19:51 WIB

Terkini

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

Mendikti Brian Nilai Program Pelatihan Rektor PTS Bisa Jadi Contoh bagi Kampus Negeri

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

Ratusan Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Jadi Celah Kerawanan Narkoba

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

Sales Mission Kadis Parekraf Andhika Permata Bawa Jakarta ke Kancah Dunia

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Mahasiswi di Makassar Meninggal Usai Diduga Aborsi, Kekasih Jadi Tersangka

Sulsel | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Di Tengah Perkembangan AI, Industri Animasi Berpeluang Serap Banyak Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:50 WIB

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

58 Persen Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Pokok, Harga Sembako Jadi Keluhan Utama!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

Amnesty: Dandhy Tak Wajib Hadiri Undangan Klarifikasi Polisi soal Film Pesta Babi

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Mengenal Permakultur: Gaya Hidup Bertani yang Bekerja Bersama Alam

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Cara Migrasi Kartu SIM Fisik ke eSIM di HP Android: Panduan Praktis Telkomsel, Indosat, dan XL

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:29 WIB

×