Toyota Pilih Tunda Produksi Mobil Listrik Karena Permintaan Model Hybrid Melonjak

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 04 Juli 2025 | 16:44 WIB
Toyota Pilih Tunda Produksi Mobil Listrik Karena Permintaan Model Hybrid Melonjak
Logo Toyota. [Shutterstock]

Suara.com - Toyota dikabarkan memutuskan untuk menunda produk SUV listrik mereka di tengah perubahan permintaan konsumen terhadap mobil listrik.

Pasalnya di tengah tren mobil listrik yang terjadi di seluruh dunia, Toyota dikabarkan justru mendapat permintaan tinggi terhadap model sport utility vehicle (SUV) dengan mesin bensin.

Menurut laporan Bloomberg, SUV listrik Toyota rencananya akan diproduksi di pabrik mereka yang berada di Princeton, Indiana, mulai tahun 2027. Namun kabar terbaru, raksasa otomotif asal Jepang ini masih belum memutuskan apakah model tersebut nantinya akan mulai diproduksi pada 2028.

Dan jalur produksi tersebut telah dialihkan ke pabrik Toyota di Georgetown, tempat kendaraan listrik lainnya akan mulai diproduksi pada akhir tahun 2026.

Perusahaan disebut memiliki beberapa alasan untuk melakukan penundaan dan peralihan produksi, salah satunya adalah penjualan kendaraan listrik belum berkembang seperti yang diperkirakan Toyota.

Pengunjung mengamati mobil listrik Toyota bZ4X yang dipamerkan pada ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (13/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung mengamati mobil listrik Toyota bZ4X yang dipamerkan pada ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (13/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Meskipun mobil listrik Toyota, bZ4X memiliki permintaan yang cukup baik. Namun pasar mobil listrik di Amerika Serikat (AS) secara keseluruhan mengalami perlambatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mobil Hybrid dan Bensin Lebih Diminati

Toyota mencatat pertumbuhan yang jauh lebih cepat justru terjadi di segmen hybrid dan mobil bensin khususnya untuk model SUV.

Salah satunya, Toyota mengalami peningkatan permintaan untuk model Grand Highlander yang tersedia dalam dua tipe, hybrid dan bensin.

baca juga

Alhasil Toyota memilih untuk meningkatkan kapasitas produksi untuk model ini dibandingkan harus terburu-buru memproduksi mobil listrik.

Pandangan Toyota Terhadap Mobil Listrik

Bos Toyota sebrnarnya sempat mengutarakan pendapatnya terkait keberadaan mobil listrik. Menurutnya mobil listrik justru berpotensi meningkatkan emisi karbon.

Popularitas mobil listrik kian menanjak dalam beberapa tahun belakangan. Tak cuma itu, mobil listrik pun makin dilirik banyak orang di berbagai belahan dunia.

Presiden dan CEO Toyota Akio Toyoda saat presentasi prototipe "kota" masa depan di atas lahan seluas 175 hektar di kaki Gunung Fuji di Jepang, dan purwarupa Toyota e-Palette di pameran Consumer Electronics Show (CES) 2020 di Las Vegas , Nevada, Amerika Serikat (6/1/2020) [AFP/Robyn Beck].
Presiden dan CEO Toyota Akio Toyoda saat presentasi prototipe "kota" masa depan di atas lahan seluas 175 hektar di kaki Gunung Fuji di Jepang, dan purwarupa Toyota e-Palette di pameran Consumer Electronics Show (CES) 2020 di Las Vegas , Nevada, Amerika Serikat (6/1/2020) [AFP/Robyn Beck].

Namun Toyota meyakini mobil listrik bukan jalan satu-satunya solusi untuk menuju masa depan yang lebih bersih. Setidaknya hal itulah yang menjadi konsen Toyota.

"Ketika istilah netralitas karbon menjadi populer, kami mengatakan bahwa sebagai perusahaan, musuh kami adalah karbon. Kami harus fokus pada apa yang kami dapat lakukan segera untuk mengurangi karbondioksida," ujar Akio Toyoda, Chairman Toyota Motor Corporation.

Saat ini, ada sekitar 27 juta mobil hybrid yang diproduksi Toyota dan itu memiliki kontribusi signifikan dalam mengurangi karbon. Bahkan menurutnya, lebih baik menekan emisi karbon ketimbang mobil listrik.

"Kendaraan hybrid itu memiliki dampak yang sama dengan 9 juta mobil listrik di jalan. Namun jika kami membuat 9 juta mobil listrik di Jepang, hal itu justru akan meningkatkan emisi karbon, bukan menguranginya," jelas Toyoda.

Namun demikian Toyoda tak merinci perhitungan di balik angka-angka tersebut. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa mobil listrik bukanlah solusi utama dalam mengurangi karbon sekalipun tak ada ada emisi yang dihasilkan.

Belum lagi dampak lingkungan dari produksi mobil listrik sekaligus menghasilkan listrik juga punya cerita yang tak kalah rumit. Ditambah, infrastruktur pengisian baterai belum merata di banyak daerah, sehingga ini menjadi salah satu alasan mobil hybrid masih masuk akal, setidaknya untuk saat ini.

Ini bukan kali pertama Toyoda melontarkan komentar pedas soal mobil listrik. Dia juga pernah menyebut mobil listrik berpotensi besar membuat banyak SDM di sektor otomotif kehilangan pekerjaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cara Merawat Baterai Mobil Listrik agar Tahan Hingga 10 Tahun

5 Cara Merawat Baterai Mobil Listrik agar Tahan Hingga 10 Tahun

Otomotif | Jum'at, 04 Juli 2025 | 16:14 WIB

Produksi Komponen Rubber Toyota Alphard Welcab Sekarang Buatan Dalam Negeri

Produksi Komponen Rubber Toyota Alphard Welcab Sekarang Buatan Dalam Negeri

Otomotif | Jum'at, 04 Juli 2025 | 15:14 WIB

Seirit Avanza tapi Tenaga Sebuas Innova: Calon Mobil Baru Mitsubishi Rawan Bikin Naksir

Seirit Avanza tapi Tenaga Sebuas Innova: Calon Mobil Baru Mitsubishi Rawan Bikin Naksir

Otomotif | Jum'at, 04 Juli 2025 | 14:58 WIB

Terkini

Di Balik Riuh Kritik Maudy Ayunda: Saat Kemarahan Warganet Jadi Ladang Cuan Algoritma

Di Balik Riuh Kritik Maudy Ayunda: Saat Kemarahan Warganet Jadi Ladang Cuan Algoritma

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:18 WIB

Buruh Minta Naik! Ini Bocoran Formula dan Kisaran Upah Minimum 2027

Buruh Minta Naik! Ini Bocoran Formula dan Kisaran Upah Minimum 2027

Bekaci | Kamis, 17 September 2026 | 10:15 WIB

bank bjb dan Perguruan YKTB Bogor Hadirkan Bank Edu YKTB untuk Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini

bank bjb dan Perguruan YKTB Bogor Hadirkan Bank Edu YKTB untuk Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 10:15 WIB

Daftar Weton yang Kejayaan Rezekinya Baru Terbuka di Usia 40 Tahun ke Atas

Daftar Weton yang Kejayaan Rezekinya Baru Terbuka di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 10:10 WIB

Bertema WishpediA, NCT Wish Ungkap Jadwal Teaser Album Terbaru 'I SPY'

Bertema WishpediA, NCT Wish Ungkap Jadwal Teaser Album Terbaru 'I SPY'

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:08 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting hingga Beras Melonjak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting hingga Beras Melonjak

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 10:07 WIB

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 10:04 WIB

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:00 WIB

Todd Boehly Lepas Saham Chelsea Rp22 Triliun, Pengusaha Keturunan Iran Pegang Kendali

Todd Boehly Lepas Saham Chelsea Rp22 Triliun, Pengusaha Keturunan Iran Pegang Kendali

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:58 WIB

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

×