Suara.com - Peristiwa mogoknya puluhan motor di Jakarta Barat setelah diisi bensin bercampur solar di SPBU Pertamina Kembangan bisa membuat kendaraan bermotor rusak parah.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyatakan bahwa penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi, seperti pada insiden motor diisi solar di Jakbar itu, dapat menyebabkan kerusakan teknis pada kendaraan.
“Kalau kejadian bensin tercampur solar ini terus berulang, dampaknya bisa sangat merugikan dan bisa sangat merusak secara teknis,” kata Yannes Martinus Pasaribu di Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Ia menjelaskan, kendaraan bermesin diesel memiliki karakteristik dengan rasio kompresi yang cukup tinggi. Sementara, kendaraan yang menggunakan mesin bensin sangat mengandalkan percikan api yang tersalur ke komponen busi.
Jika kejadian tersebut berlangsung dalam periode yang lama, tidak mengherankan jika kerusakan terjadi pada komponen yang menempel pada ruang bakar dapat memiliki potensi kerusakan yang cukup parah.
“Akibatnya, terjadi misfire, carbon deposit, penyumbatan pada fuel injector, dan kontaminasi pada sistem pelumasan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan serius pada komponen internal mesin seperti bending piston, kerusakan ring piston, dan bahkan scoring pada silinder liner, yang tentu saja memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit," jelas dia.
Kejadian tersebut, tentu tidak terjadi secara langsung dan beberapa kejadian sebagai tanda adanya ketidakwajaran bakal didapati oleh pemilik kendaraan khususnya motor seperti adanya engine knocking, mesin yang terasa berbeda, atau bahkan engine stall setelah mengisi bahan bakar.
“Sebaiknya segera matikan mesin untuk mencegah kerusakan lanjutan. Selanjutnya, kita perlu melakukan drainage pada fuel tank, membersihkan sistem bahan bakar secara menyeluruh termasuk fuel line, fuel filter, dan injector cleaning, serta memeriksa sistem pengapian,” tegas dia.
Sebelumnya dilaporkan sebanyak 25 unit sepeda motor diduga rusak akibat mengisi Pertalite tercampur solar pada SPBU Pertamina Kembangan, Jakarta Barat.
Pihak Pertamina atau SPBU mengatakan akan bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi kepada para korban.