Dengan mesin ini, Rimueng diklaim mampu melesat hingga kecepatan 100 km/jam di jalanan perkotaan, memberikan kemampuan mobilitas tinggi saat dibutuhkan.
3. Ban Khusus Anti Ranjau dan Tembakan
Untuk memastikan operasi tidak terhenti, Rimueng menggunakan ban khusus berteknologi run-flat tire.
Artinya, meski ban ini tertembus peluru atau bahkan terkena ranjau, kendaraan masih bisa terus melaju untuk mengevakuasi personel atau keluar dari zona berbahaya.
4. Persenjataan Lengkap untuk Memukul Mundur Massa
Sebagai kendaraan taktis, Rimueng dipersenjatai untuk berbagai kondisi.
Terdapat mounting gun untuk senapan serbu di bagian atas.
Selain itu, ia juga dibekali 2 pelontar gas air mata jenis volcano kaliber 38 mm yang bisa menembakkan amunisi secara otomatis untuk membubarkan massa.
5. Daya Angkut Personel dan Kemampuan Off-road Ekstrem
Baca Juga: Kisah Pilu Affan Kurniawan, Tulang Punggung 7 Anggota Keluarga
Rantis ini dirancang untuk mengangkut hingga 12-14 personel lengkap dengan perlengkapan tempur. Formasinya unik, 4 personel bisa duduk nyaman di dalam kabin, sementara 8 lainnya bisa siaga dengan berdiri di footstep samping.
Soal medan, Rimueng mampu melibas tanjakan ekstrem dengan kemiringan hingga 60 derajat.
Dengan spesifikasi layaknya kendaraan tempur ringan, Rantis Rimueng jelas merupakan aset canggih milik Brimob.
Namun, insiden tragis di Pejompongan menjadi pengingat keras akan kekuatan destruktif yang dimilikinya saat beroperasi di tengah keramaian kota.