Skutik Bongsor Honda Belum Bisa Berbicara Banyak di Wilayah Sulawesi Selatan, Masih Andalkan BeAT

Manuel Jeghesta Nainggolan

Selasa, 02 September 2025 | 15:46 WIB
Skutik Bongsor Honda Belum Bisa Berbicara Banyak di Wilayah Sulawesi Selatan, Masih Andalkan BeAT
Modifikasi All New Honda PCX 160 (Dok.Asmo)

Suara.com - Tren skutik bongsor di Indonesia masih terus diagndrungi. Tidak hanya di kota-kota besar, pengguna skutik bongsor juga semakin ramai di berbagai daerah.

Skutik bongsor atau berbodi besar dinilai lebih menarik karena memiliki kapasitas mesin besar dan juga mendukung gaya hidup.

Meski demikian, Kresna Murti Dewanto selaku Kabag Marketing Astra Motor Sulawesi Selatan mengakui, untuk segmen skutik bongsor memang memiliki persaingan sangat ketat dengan kompetitor.

"Kita lihat di segmen big skuter atau skutik bognsor memang cukup menantang. Kita cukup bisa melawan dengan kompetitor. Tapi di segmen lain kita bisa menang," ujar Kresna, baru-baru ini, di Sidrap, Sulawesi Selatan, Selasa (2 September 2025). 

Honda PCX 160 di Thailand (Greatbiker)
Honda PCX 160. (Greatbiker)

Secara kontribusi, lanjut Kresna, penjualan skutik bongsor Honda seperti PCX 160 dan ADV 150 memang tidak sebesar Honda BeAT.

Selain itu, secara wilayah, pengguna motor di wilayah Sulawesi Selatan ini masih untuk digunakan bersama atau seluruh anggota keluarga.

Kalau di pulau Jawa, satu motor sudah untuk satu orang. Di Sulawesi, satu motor itu masih dipake lima sampai enam orang. 

Honda ADV 150 edisi spesial Ross White. (rideapart.com)
Honda ADV 150 edisi spesial Ross White. (rideapart.com)

Jadi akhirnya memang, konsumen di wilayah Sulawesi Selatan memilih beli motor yang biasa-biasa dulu. Karena secara harga, skutik bongsor juga cukup tinggi.

"Jadi di kita (Sulsel) itu big skuter hanya 15 persen. BeAT dan Scoopy masih mendominasi untuk penjualan," jelas Kresna. 

baca juga

Kendati demikian, kehadiran Honda Stylo 160 saat ini menambah banyak pilihan di jajaran skutik Honda.

Tercatat, penjualan Honda Stylo 160 untuk Agsutus sudah menembus angka 2.500 unit pemesanan dengan estimasi inden satu sampai dua minggu di wilayah Sulawesi Selatan.

"Dengan adanya Stylo itu malah memperluas pasar kita. Jadi tidak saling makan dengan segmen Scoopy," katanya. Yang luar biasa itu Stylo 160 Bulan ini 2.500 unit," pungkas Kresna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skuter Matik Honda Dominasi Penjualan Sepeda Motor di Sulawesi Selatan, Stylo 160 Jadi Idola Baru

Skuter Matik Honda Dominasi Penjualan Sepeda Motor di Sulawesi Selatan, Stylo 160 Jadi Idola Baru

Otomotif | Selasa, 02 September 2025 | 12:47 WIB

5 Rekomendasi Mobil Hatchback Bekas 50 Jutaan per September 2025: Mesin Awet, Model Nggak Pasaran

5 Rekomendasi Mobil Hatchback Bekas 50 Jutaan per September 2025: Mesin Awet, Model Nggak Pasaran

Otomotif | Senin, 01 September 2025 | 17:52 WIB

Viral Honda Vario Jadi 'Senjata' buat Bidik Sniper saat Demo, Intip Rahasianya

Viral Honda Vario Jadi 'Senjata' buat Bidik Sniper saat Demo, Intip Rahasianya

Otomotif | Senin, 01 September 2025 | 18:15 WIB

Terkini

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×