- Pajak Nol Persen: Perjanjian IEU-CEPA berpotensi menghapus bea masuk mobil dari Eropa mulai tahun 2027.
- BMW Lebih Murah: Pihak BMW Group Indonesia menyambut baik dan sebut harga mobilnya bisa lebih terjangkau.
- Peluang Emas Konsumen: Kompetisi harga yang lebih ketat akan sangat menguntungkan para pembeli mobil di Tanah Air.
Suara.com - Mimpi punya BMW di garasi mungkin bakal lebih cepat jadi nyata. Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa membuka keran impor mobil Eropa dengan potensi bebas bea masuk, yang artinya, harga bisa turun drastis.
Bayangkan, mobil premium yang selama ini terasa jauh di angan-angan, kini selangkah lebih dekat untuk Anda miliki.
Kesepakatan bernama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) ini bukan sekadar wacana.
Perjanjian ini disebut bakal memangkas habis tarif bea masuk untuk mobil yang didatangkan langsung dari Benua Biru.
Tentu saja, ini adalah musik merdu di telinga para pencinta otomotif, terutama bagi mereka yang mengidamkan mobil Eropa.
Lalu, apa saja fakta menarik di balik potensi turunnya harga mobil-mobil ini? Mari kita bedah satu per satu.

Deretan Fakta Kenapa BMW Bisa Jadi Lebih Murah
Berikut adalah poin-poin krusial yang perlu Anda ketahui tentang bagaimana perjanjian IEU-CEPA akan mengubah peta harga mobil Eropa di Indonesia.
1. Goodbye Bea Masuk, Welcome Harga Miring!
Baca Juga: Wuling Banderol Harga Khusus Pada Model Hybrid Sampai Mobil Listrik di Akhir Tahun
Inilah inti dari semuanya. Kesepakatan IEU-CEPA, yang akan berlaku efektif mulai 2027, berpotensi membuat tarif bea masuk mobil Eropa menjadi nol persen.
Selama ini, bea masuk adalah salah satu komponen utama yang membuat harga mobil CBU (Completely Built Up) dari Eropa melambung tinggi.
Dengan dihapuskannya komponen ini, penurunan harga di level dealer menjadi sangat mungkin terjadi.
2. Bukan Cuma BMW, Merek Lain Bisa Ikutan
Meskipun fokusnya pada BMW, efek domino dari kebijakan ini bisa menjalar ke merek-merek Eropa lainnya.
Sebut saja Mercedes-Benz, Audi, Volkswagen, hingga merek premium seperti Porsche.
Jika salah satu pemain utama menurunkan harga, merek lain kemungkinan besar akan mengikuti untuk menjaga daya saing.
Ini akan menciptakan perang harga sehat yang pada akhirnya menguntungkan konsumen.
3. Peluang Model Baru Banjiri Indonesia
Dengan harga yang lebih kompetitif, BMW dan merek Eropa lainnya akan lebih percaya diri untuk membawa lebih banyak varian dan model terbaru ke pasar Indonesia.
Selama ini, beberapa model mungkin ditahan karena harganya dianggap tidak akan masuk akal setelah terkena pajak.
Nantinya, pilihan Anda sebagai konsumen akan semakin beragam, dari sedan mewah, SUV canggih, hingga mobil listrik berperforma tinggi.
Mimpi yang Menjadi Kenyataan?
Tentu saja, realisasi dari harga mobil yang lebih murah ini masih membutuhkan waktu hingga 2027.
Namun, kesepakatan IEU-CEPA adalah langkah raksasa yang memberikan harapan besar bagi pasar otomotif Indonesia.
Bagi Anda yang sudah lama mengincar mobil Eropa, ini adalah saat yang tepat untuk mulai menabung dan memantau perkembangan.
Perjanjian ini tidak hanya menguntungkan sektor otomotif, tetapi juga sektor lain seperti industri makanan dan minuman serta energi terbarukan yang dilirik oleh Uni Eropa.
Namun, bagi kita para petrolhead, berita tentang potensi turunnya harga BMW jelas menjadi yang paling ditunggu-tunggu.
Siapkan diri Anda, karena garasi impian mungkin tidak lagi hanya sebatas angan-angan.