-
Tiga kecelakaan Xiaomi SU7 viral di China, dua di antaranya menyebabkan korban tewas terbakar.
-
Kecelakaan terbaru di Chengdu menewaskan pengemudi karena pintu elektrik gagal dibuka saat mobil terbakar.
-
Total 116.887 unit Xiaomi SU7 terdampak recall usai serangkaian insiden keselamatan serius.
Suara.com - Meski laris manis setelah peluncuran awal, mobil listrik Xiaomi SU7 ternyata tak luput dari masalah. Sejauh ini sudah terdapat tiga kasus viral dari kecelakaan Xiaomi SU7.
Dua dari tiga kasus tersebut berakhir dengan kematian akibat terbakar.
Kasus yang baru-baru ini viral terjadi di Tianfu Avenue, Chengdu, kota terbesar China barat daya.
Video viral di Weibo memperlihatkan Xiaomi SU7 Ultra menabrak median jalan pada 13 Oktober 2025 pukul 03.16 dini hari waktu setempat.
Postingan menampilkan beberapa orang yang mencoba membuka pintu mobil listrik.
Sayang, pintu elektrik tak dapat terbuka sehingga membuat pengemudi tewas terbakar.
Kecelakaan SU7 membuat saham Xiaomi anjlok hingga 5 persen pada pekan ini. Sebagai pengingat, pengiriman Xiaomi SU7 tembus 130 ribu unit pada Desember 2024.
Mengutip CarNewsChina, perusahaan mengklaim telah mengirimkan 75.869 unit mobil listrik pada kuartal pertama 2025.
Usai tragedi yang melibatkan kematian tiga mahasiswa, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) China mengumumkan bahwa ada 116.887 unit SU7 yang terdampak recall.
Berikut 3 kasus viral mengenai kecelakaan Xiaomi SU7 pada tahun ini:
1. Tiga Mahasiswi Tewas Terbakar di Xiaomi SU7 (Maret 2025)
Kecelakaan Xiaomi SU7 yang menewaskan 3 mahasiswi viral di Weibo (media sosial China). Petinggi Xiaomi langsung mengucapkan duka cita mendalam atas tragedi tersebut.
Ketiga mahasiswi di mobil tersebut berencana untuk mengikuti ujian.
Nahas, mobil tersebut menabrak pilar semen dan terbakar. Pintu Xiaomi SU7 diduga terkunci dan tak bisa dibuka.
Itu mengakibatkan dua mahasiswi terbakar hidup-hidup di bagian tempat duduk depan.
Sementara satu penumpang di belakang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Kecelakaan terjadi di ruas jalan tol Chiqi pada 29 Maret malam.
Perwakilan perusahaan bergerak cepat dan membentuk tim khusus untuk menyelidiki kecelakaan tragis ini.
Laporan media sosial, termasuk unggahan Douyin oleh ibu korban, mengklaim pintu terkunci secara otomatis setelah kecelakaan, menjebak penumpang saat mobil terbakar.
Xiaomi tidak dapat memverifikasi fungsi pintu, mencatat adanya tombol buka kunci darurat, tetapi efektivitasnya masih belum jelas.
2. Kecelakaan Konvoi Pernikahan yang Melibatkan Xiaomi SU7 (Mei 2025)
Pada 25 Mei 2025, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan empat unit sedan Xiaomi SU7 di Hefei, Provinsi Anhui, China.
Menurut laporan dari Carnewschina pada Kamis (29/5), insiden ini menjadi viral di berbagai platform media sosial China karena mobil-mobil yang bertabrakan tersebut adalah bagian dari konvoi mobil pengantin.
Berdasarkan kesaksian dan video yang tersebar di Weibo, kecelakaan bermula ketika mobil SU7 paling depan dalam konvoi melakukan pengereman mendadak, menyebabkan tabrakan beruntun dari belakang di antara mobil-mobil yang mengikuti.
Meskipun seluruh penumpang dan pengemudi selamat dan kejadian tersebut digolongkan sebagai kecelakaan ringan, muncul pertanyaan dari publik mengenai kemungkinan kegagalan sistem pengereman darurat otonom (AEB) Xiaomi.
Meski begitu, hingga kini belum ada bukti yang mengaitkan kecelakaan tersebut dengan adanya kerusakan teknis pada kendaraan.
3. Kecelakaan Xiaomi SU7 Ultra, Pengemudi Tewas Terbakar (Oktober 2025)
Kecelakaan fatal yang terjadi pada hari Senin di Chengdu, Cina, melibatkan sedan listrik SU7 Ultra dan menewaskan pengemudinya.
Insiden ini, yang menurut polisi disebabkan oleh mengemudi dalam keadaan mabuk, kembali memicu kekhawatiran serius mengenai gagang pintu mobil listrik.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah rekaman dan laporan dari saksi mata menunjukkan bahwa orang-orang yang melihat kejadian tersebut gagal membuka pintu mobil untuk menyelamatkan pengemudi sebelum kendaraan tersebut dilalap api.
Meskipun ada spekulasi luas di kalangan warganet bahwa pintu kendaraan terkunci secara otomatis, sehingga menghambat upaya penyelamatan, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi mengenai dugaan kegagalan sistem pintu elektronik.