- Kementerian PU buka 9 ruas tol tambahan untuk urai macet Nataru 2025/2026.
- 8 ruas tol fungsional beroperasi gratis pukul 07.00-17.00 WIB demi keselamatan.
- Jalur baru tersebar di Sumatera, Jawa, hingga IKN siap pangkas waktu tempuh.
Suara.com - Kabar angin segar berhembus bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 bersama keluarga.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi membuka 9 ruas jalan tol tambahan untuk mengurai simpul kemacetan yang kerap menjadi momok tahunan.
Fasilitas istimewa ini bisa Anda nikmati untuk memangkas waktu tempuh secara signifikan dibanding jalur arteri biasa.
Langkah taktis ini merupakan wujud nyata program "Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak" dalam mendukung ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto.
Tujuannya jelas, yakni menghadirkan mobilitas yang lebih manusiawi, aman, dan efisien bagi masyarakat di penghujung tahun 2025.
Jam Operasional Terbatas: Catat Agar Tidak Kecele
Sebanyak 8 dari 9 ruas tol tersebut berstatus fungsional, yang artinya belum dikenakan tarif alias gratis.
Ruas fungsional ini akan dibuka mulai tanggal 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Namun, Anda wajib mencatat jam operasionalnya yang dibatasi mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB saja.
Pembatasan waktu ini diterapkan karena kondisi penerangan dan fasilitas jalan fungsional belum sekomplit tol operasional penuh.
Satu pengecualian berlaku untuk Tol Sigli - Banda Aceh Seksi 1 yang sudah bisa dilintasi sejak 6 Desember 2025 lalu.
Daftar 9 Ruas Tol "Penyelamat" Liburan Nataru
Berikut adalah rincian "jalan tikus" premium yang siap menyelamatkan mood liburan Anda:
A. Ruas Tol Fungsional (Gratis & Terbatas Pukul 07.00-17.00 WIB):
1. Tol Sigli-Banda Aceh (Sumatera): Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum (24,67 km).
2. Tol Palembang-Betung (Sumatera): Seksi 2 Rengas-Pulau Rimau (30,75 km).
3. Tol Junction Palembang: Ramp 1, 5, 6, 7B, dan 8 (7,5 km) – solusi anti macet di simpang susun.
4. Tol Cipali (Jawa Barat): Pelebaran lajur ke-3 di Km 72+200 s.d 110+359 dan Km 129+975 s.d 131+475 (39,38 km) – bottle neck berkurang drastis!
5. Tol Kutepat (Sumatera Utara): Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, sebagian Seksi 4 Sinaksak-Simpang Panei (12,37 km).
6. Tol Probolinggo-Banyuwangi (Jawa Timur): Seksi 1 Gending-Krakasan dan Seksi 2 Krakasan-Paiton (24,08 km) – akses ke Bali makin dekat.
7. Tol Tangerang-Merak (Banten): Pelebaran lajur ke-3 Segmen Cilegon Timur-Cilegon Barat (8,05 km).
8. Tol IKN (Kalimantan Timur): Seksi 3A, 3B, 5A, jembatan Pulau Balang, dan sekitarnya (Total 50,23 km).
B. Ruas Tol Operasional (Berbayar & 24 Jam):
1. Tol Kataraja (Jabodetabek): Kamal-Teluknaga-Rajeg bagian JC Sedyatmo-IC Kosambi (4,70 km).
Tips Cerdas "Smart Traveler": Hitungan Untung Rugi
Sebagai pengguna jalan yang cerdas, melintasi tol fungsional bukan hanya soal gengsi, tapi soal efisiensi biaya (Cost of Trip).
Berikut analisis keuntungan dan hal yang perlu diwaspadai:
- Penghematan BBM: Dengan menghindari macet di jalan arteri, konsumsi BBM mobil keluarga seperti Avanza atau Xpander bisa lebih irit hingga 20-30%.
- Biaya Tol: Status fungsional berarti Rp0. Anda bisa menghemat ratusan ribu rupiah jika dibandingkan tarif tol normal per kilometer.
- Kewaspadaan Ekstra (Penyakit Tol Fungsional): Jalan fungsional biasanya masih berdebu dan minim Rest Area.
- Solusi: Pastikan BBM terisi penuh (Full Tank) sebelum masuk gerbang tol dan bawa perbekalan makanan/minuman yang cukup di kabin.
- Kondisi Fisik: Karena fasilitas minim, pastikan pengemudi dalam kondisi prima dan tidak memaksakan diri jika lelah.
Siapa yang Paling Diuntungkan?
Jalur-jalur baru ini adalah surga bagi keluarga yang membawa balita atau lansia yang tidak tahan berlama-lama terjebak macet.
Ruas Probolinggo-Banyuwangi sangat cocok untuk wisatawan yang mengejar waktu penyeberangan ke Bali.
Sementara pelebaran Tol Cipali adalah kabar baik bagi seluruh pemudik Trans Jawa yang trauma dengan kepadatan di kilometer tersebut tahun lalu.
Manfaatkan fasilitas ini dengan bijak, patuhi rambu-rambu darurat, dan selamat menikmati liburan tanpa drama macet.