- Mekanik menggeber gas untuk memastikan setelan bahan bakar sudah pas.
- Tindakan ini membantu membuang sisa cairan pembersih dari sistem pembakaran.
- Geberan gas mendeteksi masalah tersembunyi pada komponen mesin sebelum digunakan.
Suara.com - Mekanik bengkel biasanya akan menggeber gas motor sampai suaranya begitu bising setelah servis motor.
Tindakan mekanik menggeber gas motor atau memutar selongsong gas sedalam-dalamnya ini ternyata bukan tanpa alasan teknis.
Tindakan mekanik menggeber gas motor setelah servis juga bukan sekadar mengecek kondisi motor sudah baik sebelum dibawa pulang pemiliknya.
Rupanya, berikut ini alasan mekanik bengkel selalu menggeber gas motor ketika servis.
1. Mencari Setelan Bahan Bakar yang Pas
Setelah sistem bahan bakar, baik karburator maupun injeksi dibersihkan, komposisi campuran udara dan bensin biasanya akan berubah.
![Servis motor usai mudik lebaran. [Dok. Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/08/97550-servis-motor.jpg)
Karena itu, mekanik perlu melakukan tuning atau penyetelan ulang.
Dengan menggeber gas, mekanik bisa mendengarkan ada kah suara mesin yang ngebas dan responsif di putaran tinggi.
Jika mesin terdengar tersedat saat digas, artinya setelan udara dan bensin belum seimbang.
2. Membuang Sisa Cairan Pembersih dan Kotoran
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepatu Turf Mini Soccer Brand Lokal Terbaik: Minim Cedera, Mulai Rp300 Ribu
Saat servis, mekanik sering menyemprotkan cairan pembersih ke dalam sistem pembakaran.
Terkadang, sisa cairan atau kotoran halus masih menempel di saluran bahan bakar atau knalpot.
Dengan menggeber gas, sisa kotoran tersebut akan terdorong keluar bersama asap knalpot sehingga tidak menyumbat mesin saat Anda gunakan di jalan raya.
3. Mengecek Respon Gas
Mekanik perlu menggeber gas motor setelah servis juga untuk memastikan tak ada jeda ketika Anda menarik gas.
Mekanik ingin memastikan kabel gas dan throttle body bekerja lancar tanpa hambatan.
Jika gas terasa berat atau responsnya lambat, mekanik bisa langsung melakukan perbaikan sebelum motor diserahkan kembali kepada pemiliknya.
4. Mendeteksi Masalah Tersembunyi
Beberapa masalah mesin seringkali tidak terdengar saat motor dalam kondisi diam.
Masalah seperti busi yang mulai lemah, klep yang kurang pas, hingga kampas kopling yang mulai aus biasanya baru akan diketahui lewat suara aneh saat mesin dipaksa bekerja di RPM tinggi.
Dengan menggeber gas motor, mekanik bisa mendeteksi dini jika ada komponen motor yang hampir rusak.
5. Memastikan Oli Bersirkulasi Sempurna
Khusus setelah ganti oli, sedikit geberan gas membantu pompa oli bekerja lebih cepat untuk mengalirkan pelumas baru ke seluruh celah sempit di dalam mesin.
Cara ini bisa membantu memastikan mesin terlumasi dengan baik sebelum menempuh perjalanan jauh.
6. Reset ECU untuk Motor Injeksi
Pada motor yang menggunakan sistem injeksi, mekanik sering kali melakukan reset pada ECU (Otak elektronik motor).
Setelah di-reset, motor perlu dites pada berbagai rentang RPM untuk memastikan semua sensor bekerja harmonis dan memberikan performa yang maksimal.