Suara.com - Di tengah gempuran mobil murah meriah dan model-model baru terus berdatangan, pasar mobil bekas terbukti tetap berdiri kokoh, bahkan tetap menjadi primadona bagi banyak kalangan.
Fenomena ini membuktikan bahwa mobil bekas tidak sekadar "pilihan kedua", tetapi merupakan alternatif cerdas yang berani diadu dengan mobil keluaran terbaru, terutama dari sisi nilai guna dan ketangguhan.
Bahkan, beberapa mobil bekas punya ketangguhan setara mobil baru dan sanggup menghadapi berbagai jalanan sulit. Banyak pilihan di rentang harga Rp100 jutaan yang sudah teruji waktu dan tak manja ketika dibawa pergi jauh dan menempuh jalan bertanjakan.
Spare-part alias suku cadangnya juga masih melimpah di pasaran, sehingga tak membuat pemilik kesulitan kala butuh.
Berikut 5 mobil bekas harga Rp100 jutaan dengan ketangguhan tiada tara dan spare-part melimpah.
Toyota Avanza 1.3 G (2015-2016)

Mobil ini menyandang gelar kendaraan sejuta umat bukan tanpa alasan kuat.
Sistem penggerak roda belakang menjadi kunci utama ketangguhan saat melibas tanjakan curam di berbagai daerah.
Struktur sasis semi-unibody memberikan kekuatan ekstra saat mengangkut beban penuh dalam perjalanan jarak jauh.
Ketersediaan suku cadang tersedia melimpah mulai dari bengkel resmi hingga toko onderdil pinggir jalan dengan harga sangat terjangkau.
Baca Juga: Terpopuler: Harta Yaqut Cholil Meroket Setara McLaren, 5 Mobil Bekas untuk Karyawan UMR
Spesifikasi
- Jenis mesin: 1.3L DOHC 4-silinder dual VVT-i
- Kapasitas: 1.329 cc
- Performa: 96 PS / 121 Nm
- Transmisi: Manual 5-percepatan / Otomatis 4-percepatan
- Fitur tambahan/fitur keamanan: Dual SRS airbags, ABS, ISOFIX
- Jarak tempuh: 100.000 - 140.000 km
Harga bekas: Rp110.000.000 - Rp120.000.000
Daihatsu Terios TX (2014-2015)

Karakter SUV murni terpancar dari penggunaan ban serep di pintu belakang dan jarak terendah ke tanah yang tinggi.
Penggunaan mesin berkode 3SZ-VE memberikan torsi yang pas untuk menaklukkan medan berbukit tanpa kendala berarti.
Komponen kaki-kaki dirancang kokoh agar tahan banting menghadapi permukaan jalan yang tidak rata.
Pemilik tidak perlu khawatir soal perawatan rutin mengingat teknologinya sangat familiar bagi mayoritas mekanik di Indonesia.