- Baterai Wuling Air EV paling ekonomis mulai Rp100 jutaan berjenis LFP.
- Toyota bZ4X tawarkan baterai premium Rp500 jutaan dengan jarak tempuh 500 km.
- Hyundai IONIQ 5 dan BYD berikan opsi fast charging dengan harga kompetitif.
- Kapasitas: 30,6 kWh (Lithium-ion).
- Kemampuan: Jarak tempuh 301 km, pengisian normal 8-10 jam.
- Estimasi Harga Baterai: Rp150 Juta – Rp250 Juta.
Vonis: Opsi tengah-tengah yang aman, tidak terlalu murah tapi juga tidak selangit.
5. Hyundai IONIQ 5

Desain retro-futuristic IONIQ 5 memang memikat, tapi fleksibilitas pilihan baterainya yang membuatnya makin dicintai. Menggunakan Lithium-ion Polymer (Li-Po), Hyundai menyediakan dua opsi sesuai kebutuhanmu:
- Standard Range (58 kWh): Jarak 384 km, harga baterai Rp300 Jutaan.
- Long Range (72,6 kWh): Jarak 451 km, harga baterai Rp400 Jutaan.
Pilihan paling fleksibel. Mau hemat atau butuh jarak jauh? Kamu yang tentukan.
6. MG (Morris Garage)

Bagi yang ingin tampil beda dengan nuansa sporty, MG adalah jawabannya. Tidak hanya jual tampang, teknologi baterainya juga sangat mumpuni, terutama kecepatan pengisian dayanya.
Kapasitas: 50,3 kWh.
- Kemampuan: Jarak tempuh 320 km, DC Fast Charging (80% dalam 40 menit).
- Estimasi Harga Baterai: Rp200 Jutaan.
Pilihan menarik di kelas menengah untuk kamu yang berjiwa muda dan tidak suka menunggu lama saat charging.
Membeli mobil listrik di tahun 2026 bukan lagi sekadar tren, tapi investasi jangka panjang. Dengan mengetahui harga komponen termahalnya—yaitu baterai—kamu bisa lebih bijak menyiapkan dana darurat atau asuransi di masa depan. Jadi, dari Wuling seharga Rp100 jutaan hingga Toyota Rp500 jutaan, mana yang paling pas dengan dompetmu?
Baca Juga: Hankook Tire Raih Pertumbuhan 130 Persen Berkat Tren Mobil Listrik di Indonesia