Agrinas Impor Truk dan Pikap dari India, Menperin: Lapangan Kerja untuk Luar Negeri

Liberty Jemadu

Kamis, 19 Februari 2026 | 22:23 WIB
Agrinas Impor Truk dan Pikap dari India, Menperin: Lapangan Kerja untuk Luar Negeri
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri otomotif nasional mampu memproduksi 70.000 pikap di tengah rencana Agrinas mengimpor dari India. [Antara]
baca 10 detik
  • Menperin Agus Gumiwang menyatakan industri otomotif Indonesia mampu memproduksi 70.000 pikap.
  • Impor 70.000 pikap dari India berpotensi menghilangkan potensi nilai tambah ekonomi Rp27 triliun domestik.
  • Industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi pikap satu juta unit per tahun dan dinilai kompetitif.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Indonesia mampu memproduksi kendaraan pikap dan truk secara mandiri. Komentar itu disampaikan Agus di tengah rencana BUMN Agrinas Pangan Nusantara memutuskan mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India.

Menperin Agus dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (19/2/2026) mengatakan apabila pengadaan kendaraan pikap 4x2 sebanyak 70.000 unit diimpor dari luar negeri, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri, dalam hal ini India.

Sebaliknya jika dipenuhi dari produksi Indonesia, maka dampak ekonomi ke belakang (backward linkage) sekitar Rp27 triliun bisa dinikmati masyarakat Indonesia. Ini karena produksi kendaraan melibatkan banyak subsektor industri, mulai dari ban, kaca, baterai, logam, kulit, plastik, kabel, hingga elektronik.

“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” ujar Agus.

Saat ini, industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi kendaraan pikap sekitar 1 juta unit per tahun. Sejumlah produsen yang memproduksi pikap di Indonesia antara lain PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile.

“Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pikap nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global,” tegas Menperin.

Dari sisi kualitas, kendaraan pikap produksi dalam negeri menurutnya sangat kompetitif dibandingkan produk impor dan telah mampu memenuhi kebutuhan operasional di berbagai wilayah dengan kondisi infrastruktur jalan yang beragam.

Kendaraan niaga lokal juga dinilai andal serta telah diterima baik oleh masyarakat dan pelaku usaha untuk distribusi maupun mobilitas barang.

Sebelumnya diwartakan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor sebanyak 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat industri kendaraan niaga di Indonesia berdarah-darah di dua tahun terakhir.

baca juga

Agrinas mengimpor 35.000 unit pikap dari Mahindra dan 70.000 unit pikap serta truk ringan dari Tata Motors India.

Dari Mahindra, Agrinas akan membeli pikap Scorpio Double Cabin yang dipacu mesin turbo diesel 2,2 liter dengan transmisi manual enam percepatan. Sementara dari Tata Motors, Agrinas akan mengimpor pikap jenis Yodha dan truk Ultra T.7.

Impor kendaraan niaga dari India ini dilakukan BUMN di bawah Danantara ketika industri otomotif di Indonesia sedang berdarah-darah, serta terancam PHK akibat lemahnya daya beli, banjir truk dari China serta lemahnya daya beli di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Agrinas Impor 105.000 Pikap dan Truk India saat Industri Otomotif Indonesia Berdarah-darah

BUMN Agrinas Impor 105.000 Pikap dan Truk India saat Industri Otomotif Indonesia Berdarah-darah

Otomotif | Kamis, 19 Februari 2026 | 20:23 WIB

Pemerintah Harapkan IIMS 2026 Jadi Katalis Pemulihan Industri Otomotif

Pemerintah Harapkan IIMS 2026 Jadi Katalis Pemulihan Industri Otomotif

Otomotif | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:35 WIB

Insentif Impor Mobil Listrik CBU Dihentikan Mulai 2026, Fokus ke Produksi Lokal

Insentif Impor Mobil Listrik CBU Dihentikan Mulai 2026, Fokus ke Produksi Lokal

Otomotif | Kamis, 18 September 2025 | 15:46 WIB

Pembebasan Impor Mobil Listrik Sebaiknya Dihentikan, Tegaskan Investasi Pabrik di Indonesia

Pembebasan Impor Mobil Listrik Sebaiknya Dihentikan, Tegaskan Investasi Pabrik di Indonesia

Otomotif | Senin, 25 Agustus 2025 | 16:21 WIB

BYD Sudah Kalahkan Toyota di Indonesia, dalam Urusan Impor Mobil

BYD Sudah Kalahkan Toyota di Indonesia, dalam Urusan Impor Mobil

Otomotif | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:24 WIB

Terkini

Amankan Aksi Massa dan Final FIFA ASEAN Cup: Polda Metro Terjunkan Ribuan Pasukan Gabungan

Amankan Aksi Massa dan Final FIFA ASEAN Cup: Polda Metro Terjunkan Ribuan Pasukan Gabungan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:22 WIB

John Herdman Wanti-wanti Timnas Indonesia, Thailand Punya Senjata yang Bisa Bikin Garuda Kewalahan

John Herdman Wanti-wanti Timnas Indonesia, Thailand Punya Senjata yang Bisa Bikin Garuda Kewalahan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Lampu Ikut Gerak di Layar TV, Philips Bidik Gamer dengan Dukungan 120Hz

Lampu Ikut Gerak di Layar TV, Philips Bidik Gamer dengan Dukungan 120Hz

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan tanpa Aplikasi JMO, Ini Langkah-langkahnya

Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan tanpa Aplikasi JMO, Ini Langkah-langkahnya

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:17 WIB

4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier

4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Kinerja BSI Makin Solid, Laba hingga Agustus 2026 Capai Rp5,30 Triliun

Kinerja BSI Makin Solid, Laba hingga Agustus 2026 Capai Rp5,30 Triliun

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Prediksi Line Up Indonesia vs Thailand, Skema Serang Skuad Garuda

Prediksi Line Up Indonesia vs Thailand, Skema Serang Skuad Garuda

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Istirahat Bagian dari Produktivitas: Belajar Berhenti Tanpa Merasa Bersalah

Istirahat Bagian dari Produktivitas: Belajar Berhenti Tanpa Merasa Bersalah

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Djamari Chaniago dan Sjafrie Sjamsoeddin Dapat Bintang Mahaputera Adipurna dari Prabowo

Djamari Chaniago dan Sjafrie Sjamsoeddin Dapat Bintang Mahaputera Adipurna dari Prabowo

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Skin Barrier Rusak? 5 Cleanser dengan Cholesterol Ini Bikin Kulit Lembap

Skin Barrier Rusak? 5 Cleanser dengan Cholesterol Ini Bikin Kulit Lembap

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×