- PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India dukung program Koperasi Desa Merah Putih.
- Impor ini melibatkan 35.000 unit dari Mahindra dan 70.000 unit dari Tata Motors untuk logistik pertanian.
- Keputusan impor terjadi saat industri kendaraan niaga Indonesia mengalami penurunan penjualan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Suara.com - PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor sebanyak 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat industri kendaraan niaga di Indonesia berdarah-darah di dua tahun terakhir.
Agrinas mengimpor 35.000 unit pikap dari Mahindra dan 70.000 unit lainnya dari Tata Motors India.
"Kami senang bisa mendukung program Koperasi Indonesia lewat kemitraan dengan Agrinas Pangan Nusantara," kata CEO Automotive Division, Mahindra & Mahindra Ltd Nalinikanth Gollagunta dalam siaran pers di awal Februari.
"Pengerahan pikap-pikap ini akan mendukung logistrik pertanian di Indonesia," kata Asif Shamim, Director, PT Tata Motors Distribusi Indonesia dalam keterangan pers di laman resmi perusahaan.
Dari Mahindra, Agrinas akan membeli pikap Scorpio Double Cabin yang dipacu mesin turbo diesel 2,2 liter dengan transmisi manual enam percepatan. Sementara dari Tata Motors, Agrinas akan mengimpor pikap jenis Yodha dan truk Ultra T.7.
Impor truk India ini diputuskan ketika industri otomotif Indonesia sedang berjuang keras di tengah penurunan penjualan akibat kondisi ekonomi tak menentu.
Menurut laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil baru pada tahun lalu turun 7 persen dari 2024. Sementara penjualan beberapa merek kendaraan niaga seperti Fuso, Isuzu dan Hino juga terus turun dalam dua tahun terakhir karena lesunya permintaan.
Sebagian besar merek mobil di Indonesia juga sudah mampu memproduksi pikap dan truk ringan di dalam negeri, sehingga keputusan untuk impor dalam jumlah besar patut dipertanyakan.
Menurut data Kementerian Perindustrian, industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi kendaraan pick-up sekitar 1 juta unit per tahun.
Baca Juga: Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down
Sejumlah produsen yang memproduksi pick-up di Indonesia antara lain PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile.
“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers Kamis (19/2/2026).