Indonesia dan AS Teken Perjanjian Dagang Impor Bioetanol, Peta Jalan Bioetanol Nasional Berubah?

Ruth Meliana, Gagah Radhitya Widiaseno

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:27 WIB
Indonesia dan AS Teken Perjanjian Dagang Impor Bioetanol, Peta Jalan Bioetanol Nasional Berubah?
Ilustrasi BioEtanol produksi Pertamina (Pertamina)
baca 10 detik
  • RI tanda tangani perjanjian dagang dengan syarat wajib Impor Etanol AS.

  • Kewajiban Impor Etanol AS bertolak belakang dengan ambisi kemandirian energi nasional.

  • Pabrik lokal Banyuwangi harus bersaing dengan kuota Impor Etanol AS tersebut.

Suara.com - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) baru saja menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC pada Jumat (20/2/2026). Di balik kesepakatan bilateral tersebut, ada satu poin krusial yang mengundang sorotan tajam publik: aturan wajib mengenai impor bahan bakar etanol.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan transisi energi Tanah Air, isi perjanjian ini mungkin terasa mengejutkan.

Pasalnya, program bioetanol yang selama ini digaungkan pemerintah justru ditujukan untuk menekan angka impor bahan bakar minyak (BBM). Lalu, apa sebenarnya isi perjanjian tersebut?

Tiga Poin Mengikat dari Amerika Serikat

Berdasarkan naskah final ART, khususnya pada Annex III (Article 2.23), terdapat tiga kesepakatan utama antara Indonesia dan Amerika Serikat terkait bioetanol:

  1. Larangan Pembatasan Impor: Indonesia tidak diperbolehkan mengadopsi atau mempertahankan kebijakan apa pun yang mencegah masuknya impor bioetanol asal AS.
  2. Target Implementasi: Indonesia diwajibkan menyalurkan bahan bakar campuran bioetanol 5 persen (E5) paling lambat tahun 2028, dan meningkat menjadi 10 persen (E10) pada tahun 2030.
  3. Peta Jalan E20: Indonesia harus terus berusaha menuju implementasi E20, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan pasokan dan infrastruktur domestik.

Tidak berhenti di situ, pada Annex IV poin B nomor 2, aturan ini semakin mengikat dengan adanya kuota wajib impor.

Perjanjian tersebut menuliskan secara gamblang: "Indonesia harus memastikan impor etanol asal Amerika Serikat ke Indonesia melebihi 1.000 metrik ton (1 juta kg) setiap tahunnya."

Jika dikonversi ke dalam satuan volume standar, 1 juta kilogram etanol ini setara dengan sekitar 1,2 juta liter per tahun (tergantung suhu dan kemurnian).

Ironi Kebijakan: Antara Impor AS dan Ambisi Mandiri Energi

baca juga

Munculnya kewajiban impor etanol dari AS ini tentu memicu tanda tanya besar. Kebijakan ini terasa bertolak belakang dengan semangat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sebelumnya, Kementerian ESDM justru sangat ambisius menargetkan penggunaan BBM dengan campuran etanol 20 persen (E20) sebelum 2028 sebagai strategi jitu mengurangi ketergantungan impor BBM di Indonesia.

Pemerintah bahkan sempat menjanjikan insentif khusus bagi perusahaan yang bersedia membangun pabrik etanol di dalam negeri.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelumnya pernah menegaskan pentingnya kemandirian ini dengan kiasan yang cukup tajam.

"Sampai ayam tumbuh gigi, kalau kita enggak kreatif untuk melakukan ini (produksi campuran etanol secara mandiri), enggak akan bisa kita penuhi dalam negeri semua," tegas Bahlil.

Ilustrasi Toyota Avanza mengisi BBM jenis Bioetanol (Suara x Gemini)
Ilustrasi Toyota Avanza mengisi BBM jenis Bioetanol (Suara x Gemini)

Harapan dari Pabrik Lokal di Banyuwangi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelumas Baru Motul untuk Efisiensi Bahan Bakar Motor yang Lebih Baik

Pelumas Baru Motul untuk Efisiensi Bahan Bakar Motor yang Lebih Baik

Otomotif | Senin, 16 Februari 2026 | 12:14 WIB

Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen

Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen

Bisnis | Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:17 WIB

5 Rekomendasi Motor Matic yang Enak Buat Touring dan Irit Bahan Bakar

5 Rekomendasi Motor Matic yang Enak Buat Touring dan Irit Bahan Bakar

Otomotif | Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:03 WIB

Terkini

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:11 WIB

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Malang | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:07 WIB

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:03 WIB

Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang

Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Karhutla Palangka Raya Meluas, 1.407 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Palangka Raya Meluas, 1.407 Hektare Lahan Terbakar

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di RE Martadinata, Polresta Bandar Lampung Ringkus 2 Pengedar dan 1 Pemakai

Gerebek Sarang Narkoba di RE Martadinata, Polresta Bandar Lampung Ringkus 2 Pengedar dan 1 Pemakai

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:59 WIB

Babak Baru Ijazah Gibran, Denny Indrayana cs Mau Audiensi ke DPR, DPD, hingga MPR

Babak Baru Ijazah Gibran, Denny Indrayana cs Mau Audiensi ke DPR, DPD, hingga MPR

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:53 WIB

Hasil Drawing IBL All Indonesian 2026: Satria Muda dan Dewa United Pisah Grup

Hasil Drawing IBL All Indonesian 2026: Satria Muda dan Dewa United Pisah Grup

Sport | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:43 WIB

×