-
RI tanda tangani perjanjian dagang dengan syarat wajib Impor Etanol AS.
-
Kewajiban Impor Etanol AS bertolak belakang dengan ambisi kemandirian energi nasional.
-
Pabrik lokal Banyuwangi harus bersaing dengan kuota Impor Etanol AS tersebut.
Di tengah dilema kewajiban impor dari Amerika Serikat, asa kemandirian energi Indonesia sebenarnya mulai dirintis.
Saat ini, PT Pertamina bersinergi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) tengah membangun pabrik bioetanol di kawasan Pabrik Gula Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Fasilitas pengolahan berbahan baku tebu ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 30.000 kiloliter bioetanol per tahun.
Kini, tantangan terbesar pemerintah adalah bagaimana menyeimbangkan komitmen internasional dalam perjanjian dagang RI-AS, tanpa mematikan semangat kemandirian energi dan serapan produksi bioetanol dari pabrik lokal kita sendiri.
Akankah produksi Banyuwangi mampu bersaing dengan gempuran etanol impor dari Paman Sam? Waktu yang akan menjawabnya.