Suara.com - Motor listrik paling tangguh di pasaran sekalipun ternyata punya batas usia baterai tertentu.
Memang, baterai motor listrik modern didesain sedemikian rupa untuk memaksimalkan tenaga namun juga meminimalisir daya yang terpakai.
Beberapa baterai motor listrik kekinian juga punya fitur menghemat baterai sehingga tak mudah boros maupun turun performa.
Namun ketika dipakai dalam jangka yang panjang, baterai motor listrik harus segera diganti.
Adapun jika tidak diganti secara berkala, ada risiko yang menanti.
Lantas, kapan baterai motor listrik harus diganti?
Daya tahan baterai motor listrik
Idealnya, baterai motor listrik tipe Lithium-ion memiliki masa pakai yang cukup panjang, yakni sekitar 30.000 hingga 50.000 kilometer.
Jika rata-rata penggunaan harian mencapai 30–40 km, maka baterai biasanya perlu diganti setelah 3 hingga 5 tahun pemakaian.
Namun, angka ini bukan harga mati karena sangat bergantung pada kualitas sel baterai, sistem manajemen baterai (BMS), dan kebiasaan pengisian daya.
Jika perawatan dilakukan secara apik, durasi pemakaian bisa sedikit lebih lama.
Sebaliknya, sering membiarkan daya hingga 0 persen atau terpapar suhu ekstrem akan mempercepat penurunan kapasitas sebelum mencapai target kilometer tersebut.
Kapan waktunya ganti baterai?
Menentukan waktu yang tepat untuk mengganti baterai motor listrik tidak hanya terpaku pada angka di odometer.
Secara teknis, baterai dianggap perlu diganti saat kapasitas maksimalnya (SOH atau State of Health) sudah turun di bawah 70 hingga 60 persen.
Pada titik ini, efisiensi penyimpanan daya sudah tidak optimal lagi untuk mobilitas harian.
Pemilik kendaraan sebaiknya mulai mempertimbangkan penggantian jika frekuensi pengisian daya terasa jauh lebih sering dibandingkan saat motor masih baru.