- Terapkan teknik eco-riding dengan menjaga kecepatan konstan 40-60 kilometer per jam.
- Lakukan servis rutin komponen CVT dan bersihkan filter udara secara berkala.
- Pastikan tekanan angin ban ideal untuk meringankan beban kerja mesin motor.
Suara.com - Kabar mengenai antrean panjang di SPBU dan isu kelangkaan BBM di beberapa wilayah belakangan ini tentu membuat para pengguna sepeda motor, termasuk motor matic jadi makin was-was. Tak hanya itu, krisis energi global akibat konflik Timur Tengah juga memengaruhi kelangkaan BBM di beberapa negara.
Motor matic memang juara dalam hal kenyamanan untuk menembus kemacetan kota, tetapi jika tidak dirawat dengan benar, motor jenis ini bisa jadi "penghisap" bensin yang cukup rakus.
Menghadapi situasi BBM yang kadang sulit didapat dan harganya yang fluktuatif, menghemat bensin bukan lagi sekadar tips, melainkan sebuah keharusan.
Dengan sedikit penyesuaian pada cara berkendara dan perawatan rutin, Anda bisa menjaga agar indikator bensin tidak cepat turun ke zona merah.
Berikut 7 cara ampuh menghemat bensin untuk motor matic kesayangan Anda.
1. Jaga Kecepatan Tetap Konstan (Eco-Riding)
Kunci utama hemat bensin pada motor matic adalah cara memutar tuas gas. Hindari kebiasaan menarik gas dan rem secara mendadak atau "menghentak".
Lakukan tarikan gas secara perlahan dan jaga kecepatan tetap stabil di kisaran 40-60 km/jam. Menjaga putaran mesin tetap konstan akan membuat konsumsi bahan bakar jauh lebih efisien.
2. Hindari Membawa Beban Berlebih
Mengutip situs Astra Honda, membawa beban berat membuat motor membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Sementara itu, motor matic umumnya memiliki kapasitas beban yang terbatas.
Memaksakan motor untuk mengangkut beban yang sangat berat akan membuat mesin bekerja di bawah tekanan tinggi terus-menerus. Semakin berat beban yang dibawa, semakin banyak pula bensin yang dibakar untuk menghasilkan tenaga.
3. Servis Rutin
Servis kendaraan secara rutin sangat penting untuk mengetahui performa motor matic dan kondisi mesin. Berbeda dengan motor bebek atau sport, motor matic menggunakan sistem Continuous Variable Transmission (CVT).
Jika komponen di dalam CVT seperti roller, V-belt, atau kampas ganda kotor dan aus, tenaga mesin tidak akan tersalurkan ke roda secara maksimal. Hasilnya, Anda harus memutar gas lebih dalam hanya untuk menjalankan motor.
4. Gunakan BBM dengan Oktan yang Tepat
Jangan asal pilih bensin karena harga murah. Gunakanlah bahan bakar dengan angka oktan (RON) yang sesuai dengan rasio kompresi mesin motor Anda.
Menggunakan bensin dengan oktan yang terlalu rendah bisa menyebabkan knocking (mesin menggelitik), yang justru membuat pembakaran tidak sempurna dan membuang-buang bensin secara percuma.
5. Rutin Membersihkan Filter Udara
Mesin motor membutuhkan pasokan udara yang bersih untuk proses pembakaran. Jika filter udara kotor atau tersumbat debu, aliran oksigen akan terhambat.
Hal itu menyebabkan mesin akan menyemprotkan lebih banyak bensin untuk mengimbangi kekurangan udara tersebut. Efeknya, motor jadi lebih boros dan tarikan terasa berat.
6. Periksa Tekanan Angin Ban
Banyak yang tidak sadar bahwa ban kempes adalah musuh utama efisiensi.Penting untuk rutin memeriksa tekanan angin ban karena dapat memengaruhi penggunaan BBM.
Tekanan angin yang sedikit dapat membuat ban lunak sehingga menyebabkan tarikan motor lebih berat. Pastikan tekanan ban Anda sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar motor melaju lebih ringan.
7. Pemanasan Mesin Jangan Terlalu Lama
Memanaskan motor terlalu lama justru membuang bensin cuma-cuma. Tujuan utamanya hanyalah memastikan oli sudah naik dan melumasi seluruh komponen agar tidak terjadi gesekan kasar saat motor mulai melaju.
Untuk mesin injeksi, cukup satu menit saja. Teknologi injeksi sudah sangat cerdas dalam mengatur suhu, jadi mendiamkan motor terlalu lama tidak akan memberikan manfaat tambahan.
Sementara itu, mesin karburator sebaiknya dipanaskan sampai suara stasioner (idle) terdengar stabil. Hindari menarik-narik gas (menggeber) saat dipanaskan karena itu hanya akan membuat bensin terkuras.