- Veda Ega Pratama sukses meraih posisi start keempat pada ajang balap Moto3 Amerika 2026.
- Sirkuit COTA dikenal sangat ekstrem dan sulit ditaklukkan, apalagi bagi para pebalap pendatang baru.
- Berbekal tips Mario Aji dan simulasi game, Veda optimis pertahankan posisinya di papan atas.
Suara.com - Tren positif kembali ditorehkan Veda Ega Pratama, pebalap Indonesia yang sukses mengamankan posisi start keempat pada ajang Moto3 Amerika 2026. Performa luar biasa di sesi kualifikasi ini membuktikan nyali besarnya saat menaklukkan sirkuit legendaris COTA (Circuit of the Americas).
Musim debut pemuda 17 tahun kelahiran Gunungkidul, Yogyakarta ini benar-benar tidak bisa dipandang sebelah mata.
Setelah sukses finis kelima di seri Thailand dan merebut podium ketiga di seri Brasil, Veda kembali menunjukkan tajinya pada sesi kualifikasi hari Minggu (29/3) dini hari WIB.
Tampil kompetitif sejak sesi latihan bebas (free practice), ia langsung menembus Q2. Mengutip data dari laman Honda Racing, Veda hanya terpaut 0,706 detik dari pebalap KTM, Alvaro Carpe, yang mengamankan pole position dengan waktu 2 menit 12,107 detik.
Tidak hanya Veda, rombongan pebalap Honda juga tampil beringas di COTA. Casey James O'Gorman dari SIC58 Squadra Corse bertengger di posisi kedua, disusul duo Leopard Racing, Guido Pini dan Adrian Fernandez di urutan kelima dan ketujuh.
Sementara itu, rekan setim Veda, Zen Mitani, harus puas memulai balapan dari posisi ke-12.
Sirkuit 'Neraka' yang Dipelajari Lewat Video Game
Bagi Veda, aspal COTA adalah medan tempur yang benar-benar asing. Untungnya, ia mendapat "bocoran" berharga dari sang senior, Mario Aji, yang kini berlaga di kelas Moto2.
Menurut Mario, COTA adalah salah satu sirkuit dengan karakter paling menyiksa untuk proses adaptasi pebalap baru. Namun, jika ritmenya sudah didapat, sirkuit ini sangat bisa ditaklukkan.
"Sekali menemukan ritme atau poin-poin tricky yang harus dihindari, saya rasa semua pembalap bisa cepat di sana. Mungkin perlu waktu saja untuk adaptasi," jelas Mario Aji.
Menariknya, karena belum pernah menjajal COTA secara langsung, Veda punya cara unik untuk beradaptasi: bermain video game!
"Kalau saya lihat dari layout sirkuitnya dan sempat main game MotoGP, di game sih susah ya. Kayak zig-zag gitu. Saya juga lihat kualifikasi tahun kemarin banyak yang jatuh," ungkap Veda.
Ia juga aktif menggali informasi dari pebalap lain yang mengonfirmasi bahwa lintasan COTA memiliki banyak bump (gelombang) yang menantang.
"Kita lihat besok. Semoga saja saya punya feeling bagus dari hari pertama," tambahnya penuh optimisme.

Menjaga Posisi di Papan Atas