Gaikindo Ungkap Cara Merek China Habisi Industri Kendaraan Niaga Dalam Negeri

Liberty Jemadu

Jum'at, 10 April 2026 | 11:02 WIB
Gaikindo Ungkap Cara Merek China Habisi Industri Kendaraan Niaga Dalam Negeri
Gaikindo mengatakan impor truk dari China, yang diperlakukan spesial di Indonesia, telah menghambat swasembada kendaraan niaga di Indonesia. Utilitas pabrik-pabrik truk dan bus di dalam negeri terus turun dan ada risiko PHK. [Suara.com/Liberty Jemadu]
baca 10 detik
  • Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyatakan impor truk China menghambat swasembada kendaraan niaga di Indonesia.
  • Perlakuan khusus bagi truk impor China membuat harga lebih kompetitif dibandingkan produk dalam negeri yang terbebani regulasi.
  • Penurunan utilisasi pabrik domestik di bawah 50 persen memicu risiko pemutusan hubungan kerja bagi ribuan tenaga kerja nasional.

Suara.com - Impor truk dari China disebut telah menghambat swasembada kendaraan niaga di Indonesia, demikian disampaikan Kukuh Kumara Sekretaris Umum Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo. Ia mengatakan truk-truk Tiongkok merajalela di Indonesia karena mendapatkan perlakuan khusus, yang tak dinikmati produsen dalam negeri.

Kukuh, dalam seminar di sela GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo atau GIICOMVEC 2026 di Jakarta, Kamis (9/4/2026) mengatakan importasi truk China yang mendapat perlakukan khusus dari pemerintah membuat penjualan kendaraan niaga dalam negeri menurun dan kapasitas produksi pabrik-pabrik otomotif di Indonesia tidak maksimal.

"Secara spesifik kita sudah cukup lama berbicara, kenapa terjadi penurunan. Sudah jelas penurunan terjadi karena adanya importasi truk-truk dari negara lain," terang Kukuh.

Ia membeberkan data penjualan kendaraan niaga Indonesia selama periode 2022 -2025. Dari data tersebut terlihat penjualan kendaraan niaga Indonesia terus turun dalam periode tersebut, tapi di saat yang sama impor dari China justru naik drastis.

Penjualan kendaraan niaga di Indonesia terus turun di periode 2022 - 2025. Tapi di saat yang sama impor truk utuh dari China terus naik hingga lebih dari dua kali lipat. [Suara.com/Liberty Jemadu]
Penjualan kendaraan niaga di Indonesia terus turun di periode 2022 - 2025. Tapi di saat yang sama impor truk utuh dari China terus naik hingga lebih dari dua kali lipat. [Suara.com/Liberty Jemadu]

Di tahun 2022 penjualan kendaraan niaga berjumlah sekitar 105.300 unit dan 12 persen di antaranya impor utuh dari China. Pada 2025 penjualan kendaraan niaga tinggal 88.400 unit tapi kontribusi impor CBU dari China naik lebih dari dua kali lipat mencapai 27 persen.

Pukulan telak terhadap industri kendaraan niaga dalam negeri terjadi di segmen medium dan heavy duty truck, dengan bobot di atas 20 ton.

Pada 2022 penjualan di segmen ini mencapai hampir 31.000 unit dengan kontribusi impor China sekitar 5.880 unit. Tapi pada 2025 kontribusi impor CBU China di segmen ini naik lebih dari dua kali lipat menjadi 14.809 unit dari total penjualan yang hanya sekitar 30.000 unit.

Dengan kata lain tahun lalu impor utuh kendaraan niaga China di segmen medium dan heavy duty truck sudah mencapai separuh dari pasar segmen tersebut di Indonesia.

Alhasil utilisasi pabrik kendaraan niaga Indonesia pun tertekan. Ada lima produsen truk dalam negeri yakni UD Truck, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Daimler dan Hino. Dari lima merek tersebut, tidak satu pun yang utilisasi pabriknya berada di atas 50 persen.

baca juga

Ironisnya di saat yang sama pabrik-pabrik tersebut mempekerjakan hampir 5000 tenaga kerja langsung dan ratusan ribu lainnya berada di industri rantai pasok di dalam negeri.

Lebih lanjut Kukuh menerangkan bahwa sulit bagi produsen dalam negeri bersaing dengan kendaraan niaga China karena truk-truk China mendapat perlakukan khusus saat masuk ke Indonesia, yang turut membuat harganya lebih murah.

Utilitas pabrik kendaraan niaga di Indonesia menyusut di bawah 50 persen di tengah gencarnya impor utuh truk China. Ada sekitar 5000 pekerja yang terancam PHK. [Suara.com/Liberty Jemadu]
Utilitas pabrik kendaraan niaga di Indonesia menyusut di bawah 50 persen di tengah gencarnya impor utuh truk China. Ada sekitar 5000 pekerja yang terancam PHK. [Suara.com/Liberty Jemadu]

"Jadi sulit untuk bersaing dengan harga yang sangat kompetitif tadi," kata Kukuh sembari menekankan bahwa biaya produksi truk di Indonesia lebih tinggi karena harus beban regulasi dan pajak berganda yang tidak dirasakan oleh truk impor China.

Ia lalu menjabarkan alur masuk kendaraan di Indonesia yang harus dilewati oleh merek dalam negeri. Setidaknya ada 8 tahap yang harus dilewati mulai dari Tanda Pendaftaran Tipe Impor dan Uji Tipe, NKJB, Registrasi di kepolisian, Tingkat Komponen Dalam Negeri hingga Standar Nasional Indonesia (SNI).

Di sisi lain truk impor China tidak melewati tahap dan syarat tersebut, karena disinyalir langsung di kirim ke lokasi-lokasi tambang.

Kukuh membeberkan ada tiga dampak dari kondisi ini. Pertama adalah persaingan yang tidak sehat dan seimbang, utilisasi pabrik di dalam negeri semakin menciut dan terakhir adalah risiko PHK tenaga kerja.

Perwakilan dari Kemenhub dalam seminar tersebut mengakui pihaknya tak bisa mewajibkan kendaraan niaga impor China untuk menjalani uji tipe karena truk-truk tersebut digunakan di tambang dan perkebunan, bukan jalan raya. Perlu adanya perubahan aturan agar kendaraan offroad wajib menjalani uji tipe oleh Kemenhub.

Sementara Kasubdit BPKB Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Sumardji yang mewakili kepolisian dalam seminar tersebut mendorong pemerintah untuk mengubah aturan agar kendaraan-kendaraan niaga impor dari China juga didaftarkan secara resmi di kepolisian sebelum bisa digunakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Farizon Bawa Kendaraan Niaga Listrik Tandai Debut di GIICOMVEC 2026

Farizon Bawa Kendaraan Niaga Listrik Tandai Debut di GIICOMVEC 2026

Otomotif | Kamis, 09 April 2026 | 09:35 WIB

Sailun Group Luncurkan Ban Terbaru di GIICOMVEC 2026 demi Efisiensi Logistik

Sailun Group Luncurkan Ban Terbaru di GIICOMVEC 2026 demi Efisiensi Logistik

Otomotif | Rabu, 08 April 2026 | 16:55 WIB

Bebas Gerah Isuzu TRAGA AC Siap Kawal Distribusi Barang di Seluruh Wilayah Indonesia

Bebas Gerah Isuzu TRAGA AC Siap Kawal Distribusi Barang di Seluruh Wilayah Indonesia

Otomotif | Rabu, 08 April 2026 | 15:05 WIB

Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Kelancaran Logistik Lewat Layanan Zero Down Time di GIICOMVEC 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Kelancaran Logistik Lewat Layanan Zero Down Time di GIICOMVEC 2026

Otomotif | Rabu, 08 April 2026 | 14:08 WIB

GIICOMVEC 2026 Jadi Kiblat Solusi Transportasi dan Logistik Indonesia

GIICOMVEC 2026 Jadi Kiblat Solusi Transportasi dan Logistik Indonesia

Otomotif | Rabu, 08 April 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:40 WIB

×