Suara.com - Persaingan mobil listrik di Indonesia memasuki babak baru. Dominasi merek BYD yang sebelumnya kuat mulai tergeser oleh pendatang baru. Data penjualan terbaru pada Maret 2026 menunjukkan posisi puncak kini ditempati oleh merek asal China, yaitu Jaecoo.
Melalui model andalannya, Jaecoo J5 EV, brand ini sukses mencatatkan penjualan hingga 2.959 unit dalam satu bulan. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa preferensi konsumen mulai bergeser, dari city car listrik ke SUV yang lebih besar dan serbaguna. Lalu, bagaimana jika dibandingkan langsung dengan rival terdekatnya, BYD Atto 1?
Dari sisi desain, perbedaan antara Jaecoo J5 EV dan BYD Atto 1 sangat jelas terlihat. Jaecoo J5 mengusung konsep SUV modern dengan bodi besar, garis tegas, dan tampilan maskulin yang memberikan kesan tangguh di jalan.
Dimensinya yang lebih tinggi juga membuatnya lebih percaya diri saat melibas berbagai kondisi jalan, termasuk jalanan yang tidak rata. Sementara itu, BYD Atto 1 hadir sebagai city car kompak dengan desain yang lebih simpel dan minimalis.
Ukurannya yang kecil membuatnya lincah untuk penggunaan di dalam kota, terutama di area padat seperti pusat bisnis atau perumahan sempit. Secara karakter, J5 cocok untuk pengguna yang membutuhkan kendaraan serbaguna, sedangkan Atto 1 lebih pas untuk mobilitas praktis harian.
Dalam hal performa, Jaecoo J5 EV menawarkan spesifikasi yang lebih unggul dibandingkan BYD Atto 1. SUV listrik ini dibekali motor bertenaga besar yang mampu menghasilkan tenaga di atas 200 hp, dipadukan dengan baterai berkapasitas sekitar 60 kWh yang memungkinkan jarak tempuh lebih dari 400 km dalam sekali pengisian.
Hal ini membuatnya cocok untuk perjalanan jauh maupun penggunaan luar kota tanpa khawatir sering mengisi daya. Sebaliknya, BYD Atto 1 dirancang untuk efisiensi, dengan tenaga yang lebih kecil dan baterai sekitar 30–38 kWh.
Jarak tempuhnya cukup untuk kebutuhan harian di dalam kota, tetapi tidak sefleksibel J5 untuk perjalanan panjang. Dengan kata lain, J5 unggul dalam performa dan daya jelajah, sementara Atto 1 lebih fokus pada efisiensi energi.
Harga: Murah vs Value Lebih Tinggi

Perbedaan harga menjadi salah satu faktor utama dalam memilih antara kedua mobil ini. BYD Atto 1 dipasarkan di kisaran Rp195 juta hingga Rp235 juta, menjadikannya salah satu mobil listrik paling terjangkau di Indonesia. Harga tersebut sangat menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengeluarkan biaya besar.
Sementara itu, Jaecoo J5 EV berada di rentang harga sekitar Rp249 juta hingga Rp309 jutaan, tergantung varian yang dipilih. Meski lebih mahal, harga tersebut sebanding dengan dimensi lebih besar, performa lebih tinggi, serta fitur yang lebih lengkap. Jadi, pilihan antara keduanya bukan sekadar soal murah atau mahal, tetapi soal nilai yang didapat dari harga tersebut.
Dari segi fitur dan kenyamanan, Jaecoo J5 EV kembali menunjukkan keunggulannya. Mobil ini dilengkapi berbagai fitur modern seperti sistem bantuan berkendara (ADAS), kamera 360 derajat, serta layar infotainment besar yang menunjang pengalaman berkendara lebih canggih.
Kabinnya juga lebih luas, sehingga memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang, terutama untuk perjalanan jauh. Sebaliknya, BYD Atto 1 tetap menawarkan fitur yang cukup untuk kebutuhan dasar, seperti sistem hiburan standar dan fitur keselamatan dasar.
Namun, fokus utamanya memang bukan pada kemewahan, melainkan efisiensi dan kemudahan penggunaan sehari-hari. Oleh karena itu, dari sisi kenyamanan dan teknologi, J5 jelas lebih unggul.
Tren Pasar: Kenapa Jaecoo J5 Bisa Menang?
Kenaikan penjualan Jaecoo J5 EV tidak terjadi tanpa alasan. Tren pasar menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai beralih ke kendaraan listrik dengan ukuran lebih besar dan kemampuan lebih fleksibel. SUV seperti J5 dinilai lebih cocok untuk kebutuhan keluarga sekaligus mobilitas lintas kota.
Selain itu, persepsi bahwa mobil besar lebih “worth it” juga memengaruhi keputusan pembelian. Di sisi lain, BYD Atto 1 mengalami penurunan penjualan karena segmentasinya yang lebih sempit, yaitu hanya untuk penggunaan perkotaan. Perubahan preferensi ini menjadi faktor utama mengapa Jaecoo berhasil menggeser dominasi BYD dalam waktu singkat.