- Hino Motors Ltd berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan hub ekspor global kendaraan niaga dengan investasi 112,5 juta USD.
- Fasilitas produksi Hino di Indonesia mencapai kapasitas 75.000 unit per tahun serta berhasil menyerap 1.547 tenaga kerja lokal yang produktif.
- Produk Hino meningkatkan nilai TKDN hingga 71,85 persen untuk mendukung ekosistem industri komponen serta memperkuat daya saing manufaktur nasional Indonesia.
Suara.com - Pertumbuhan industri kendaraan niaga di Indonesia mendapatkan angin segar melalui komitmen investasi jangka panjang dari Hino Motors Ltd Japan. Melalui pertemuan strategis dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, jajaran manajemen Hino menegaskan kesiapan mereka untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sekaligus hub ekspor global.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta otomotif internasional. Hingga saat ini, total investasi Hino di tanah air telah menembus angka USD 112,5 juta. Dengan kapasitas produksi yang mencapai 75.000 unit per tahun, manufaktur Hino juga berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.547 orang.
Fokus Hino tidak hanya terbatas pada pemenuhan pasar domestik, namun juga membidik peluang ekspor yang lebih luas. Penguatan rantai pasok lokal dan fasilitas produksi yang mumpuni menjadi modal utama Indonesia untuk bersaing di pasar regional maupun internasional. Hal ini selaras dengan program pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah industri manufaktur nasional.
Salah satu pencapaian signifikan terlihat pada peningkatan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Saat ini, produk Hino memiliki kandungan lokal berkisar antara 44,35 persen hingga 57,26 persen. Bahkan, enam tipe kendaraan populer seperti Hino300 Series 115 SD hingga 115 SDBL telah mencapai nilai TKDN sebesar 71,85 persen. Pencapaian ini membuktikan dukungan nyata Hino terhadap ekosistem industri komponen di dalam negeri.
Selain sisi manufaktur, Hino turut aktif dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program vokasi dan kolaborasi dengan institusi pendidikan. Sinergi antara pelaku industri dan pemerintah diharapkan mampu mempercepat optimalisasi kapasitas produksi nasional serta meningkatkan daya saing ekonomi.
“Langkah strategis ini semakin memperkuat posisi Hino sebagai salah satu pemain utama kendaraan niaga di Indonesia. Selain berfokus pada peningkatan produksi lokal, kami juga memastikan dukungan layanan purna jual yang menyeluruh guna menjaga performa kendaraan pelanggan. Melalui jaringan layanan yang tersebar luas, ketersediaan suku cadang, layanan perawatan berkala, hingga dukungan teknis profesional, kami berupaya memastikan operasional pelanggan tetap optimal dan produktif di berbagai sektor industri.” ungkap Shingo Sakai, Presiden Direktur HMSI.