- Konflik geopolitik di Timur Tengah memaksa Toyota memangkas ekspor kendaraan sebanyak 20.000 unit pada Maret 2026.
- Toyota menginvestasikan 1,9 miliar dolar AS untuk membangun tiga pabrik baru di Maharashtra, India, guna ekspansi.
- Pembangunan pabrik di India bertujuan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1 juta unit per tahun untuk diversifikasi pasar.
Angka yang sangat fantastis ini menunjukkan betapa seriusnya Toyota menjadikan India sebagai pusat pertumbuhan masa depan mereka di tengah disrupsi global.
Dengan tambahan tiga pabrik baru di Maharashtra tersebut, nantinya Toyota akan memiliki total enam unit manufaktur di India.
Sebelumnya, mereka sudah mengoperasikan tiga pabrik di Bidadi, dekat Bengaluru, yang selama ini lebih banyak fokus melayani permintaan pasar domestik India.
Pabrik baru di Maharashtra ini rencananya akan punya peran lebih luas, yakni untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus menjadi basis ekspor internasional, yang mengindikasikan pergeseran strategi produksi perusahaan secara global.
Target jangka panjangnya pun cukup ambisius. Toyota ingin meningkatkan kapasitas produksi tahunan mereka di India hingga mencapai sekitar 1 juta unit pada akhir dekade ini.
Ini adalah bagian dari strategi untuk menyeimbangkan basis produksi global mereka agar tidak hanya bergantung pada wilayah tertentu.
Sebagai perbandingan, saat ini operasional domestik di Jepang memiliki kapasitas produksi lebih dari 3 juta unit per tahun, disusul oleh China dengan 2,2 juta unit, dan Amerika Serikat sekitar 1,5 juta unit.
Meskipun detail mengenai jenis kendaraan apa saja yang akan diproduksi di pabrik baru tersebut belum dibocorkan ke publik, langkah ini menegaskan posisi India sebagai salah satu pasar otomotif dengan pertumbuhan tercepat di dunia.