- Toyota Innova Reborn Diesel memiliki mesin bertenaga dengan harga bekas tinggi serta pajak tahunan sekitar Rp6 hingga Rp10 juta.
- Lonjakan harga bahan bakar Dexlite menciptakan selisih biaya operasional bulanan hingga Rp1,8 juta dibandingkan penggunaan Biosolar bagi pengguna mobil.
- Calon pembeli harus mempertimbangkan efisiensi biaya bahan bakar dan besaran pajak tahunan sebagai faktor penentu utama dalam memilih kendaraan.
Suara.com - Lonjakan harga Dexlite membuat banyak calon pembeli Innova Reborn Diesel berpikir ulang. Simulasi biaya bulanan menunjukkan selisih hampir Rp1,8 juta dibanding Biosolar.
Pertanyaannya: dengan harga seken yang masih tinggi dan pajak tahunan di kisaran Rp6–7 juta, apakah mobil ini masih layak dipinang?
Spesifikasi Singkat
Toyota Innova Reborn Diesel varian 2.4 G hadir dengan mesin 2.393 cc, tenaga 149 PS, dan torsi 360 Nm.
Kapasitas tangki 55 liter, cukup untuk perjalanan keluarga dengan 7 kursi. Transmisi tersedia manual 5-percepatan atau otomatis 6-percepatan.
Konsumsi BBM & Harga Solar: Mobil Diesel Irit Cuma Mitos
Apakah konsumsi BBM dari Toyota Innova Reborn Diesel masih masuk dalam jangkauan anggaran Anda? Begini jika disimulasikan.
Diketahui dari beragam sumber informasi bahwa rata-rata konsumsi BBM dalam kota adalah 12,2 km/l dan tol bisa mencapai 19 km/l. Jika rutenya kombinasi, rata-rata berkisar di angka 15,7 km/l.
Sementara itu, harga Biosolar adalah Rp6.800/liter, sementara itu Dexlite mencapai Rp26.000/liter.
Begini simulasi biaya bulanan dengan asumsi jarak tempuh 1.500 km/bulan seperti orang yang sering keluar kota:
1. Kebutuhan BBM per bulan (liter) = Jarak tempuh ÷ Konsumsi BBM
Rumus: 1.500 km ÷ 15,7 km/l = 95,54 liter per bulan
Catatan: Ini berarti Anda perlu mengisi BBM hampir dua kali dalam sebulan (kapasitas tangki 55 liter).
2. Hitung ongkos bulanan untuk masing-masing jenis BBM
Biaya BBM per bulan = Kebutuhan BBM × Harga BBM per liter
-Biosolar : 95,54 liter × Rp 6.800 = Rp 649.672 /bulan
-Dexlite : 95,54 liter × Rp 26.000 = Rp 2.484.040 /bulan
3. Hitung selisih biaya per bulan & per tahun
Selisih per Bulan: Rp 2.484.040 - Rp 649.672 = Rp 1.834.368 (Dexlite lebih mahal)
Selisih per Tahun: Rp 1.834.368 × 12 bulan = Rp 22.012.416
Sejatinya, anggapan mobil diesel irit hanya bisa terwujud secara nyata jika orang pakai solar subsidi. Mengingat mayoritas mobil diesel di Indonesia berkapasitas mesin besar, tentu ongkos solar akan membengkak.
Lain halnya jika kapasitas mesin mobil dieselnya cuma kisaran 1500cc yang tentunya akan membuat biaya perjalanan bisa bersaing dengan mobil bensin sekelas Avanza dan semacamnya.
Harga Seken & Pajak

Pasar mobil bekas menunjukkan Innova Reborn Diesel masih diminati:
- Produksi 2016–2017: Rp250–280 juta
- Produksi 2018–2019: Rp290–330 juta
- Produksi 2020–2021: Rp340–380 juta
- Produksi 2022–2023: Rp390–430 juta
Pajak tahunan (2026)
- Rata-rata Rp6–7,3 juta untuk kepemilikan pertama
- Bisa tembus Rp8–10 juta jika progresif
Dampak bagi Konsumen
Kenaikan harga solar nonsubsidi membuat biaya operasional melonjak drastis. Konsumen yang mengutamakan efisiensi jelas lebih memilih Biosolar, meski harus rela antre di SPBU.
Sementara itu, Dexlite menawarkan kualitas lebih baik untuk mesin modern, tapi ongkosnya hampir empat kali lipat.
Pasar seken yang masih tinggi menunjukkan reputasi Innova Reborn Diesel tetap kuat. Namun, calon pembeli harus realistis: selain harga beli yang mahal, pajak tahunan dan biaya BBM kini jadi faktor penentu.