Tak Kuat Berdiri Lama, Prabowo Request Mobil Khusus Sapa Rakyat

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Minggu, 17 Mei 2026 | 10:51 WIB
Tak Kuat Berdiri Lama, Prabowo Request Mobil Khusus Sapa Rakyat
Tak Kuat Berdiri Lama, Prabowo Request Mobil Khusus Sapa Rakyat. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Prabowo menantang Pindad membuat mobil kepresidenan berkaca luas agar mudah menyapa masyarakat langsung.
  • Ide ini muncul karena Prabowo kelelahan berdiri dan tangannya sakit disalami warga Jawa Timur.
  • Pindad harus memutar otak memadukan kaca transparan dengan standar keamanan antipeluru VVIP tingkat tinggi.

Suara.com - Presiden Prabowo punya alasan unik saat request desain mobil baru kepada PT Pindad. Ia ingin menyapa rakyat dengan lebih leluasa tanpa harus memaksakan diri berdiri terus-menerus.

Selama ini, kendaraan taktis tertutup memang dirasa cukup membatasi interaksi langsung dengan warga. Kini, ia mendambakan kendaraan transparan ala Popemobile yang tetap aman untuk standar VVIP.

Tantangan ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan respons jujur atas tingginya antusiasme warga di lapangan. Pindad kini diuji untuk meracik ulang formula baja tangguh dengan kaca antipeluru tembus pandang.

Curhat Tangan Kesakitan Disalami Warga

Ide desain baru ini murni lahir dari pengalaman langsung saat kunjungan kerja ke berbagai daerah. Keriuhan warga yang luar biasa sering kali membuat sang presiden sedikit kewalahan.

"Rakyat begitu banyak keluar jalan, masa Presiden di dalam kendaraan. Kan nggak lucu. Terpaksa aku berdiri. Bener nggak? Bener. Aku berdiri, rakyat kita itu mau kasih tangan, masa kita nggak kasih tangan. Jadi, aku coba kasih tangan." ungkap Prabowo saat peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk dilansir dari Youtube Sekretariat Presiden.

"Tetapi, aduh, ini memang rakyat Jawa Timur ya tangannya itu keras-keras. Rupanya, Jawa Timur banyak petaninya ya, emak-emaknya juga keras tangannya. Habis 2-3 kali kunjungan, waduh, harus pakai minyak khusus aku," tambahnya.

Tantangan Berat Buat Pindad

Permintaan nyeleneh ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang sangat menantang bagi PT Pindad. Area kaca yang luas berarti risiko keamanan balistik harus dihitung ulang dengan sangat cermat.

baca juga

"Tetapi itulah risiko, saya bilang mereka tunggu berjam-jam di (bawah) matahari. Ini saya lagi mikir, minta Pindad, mana itu Profesor Sigit (Sigit P. Santosa, Direktur Utama Pindad), mana itu? Nggak ada? Coba didesain mobil khusus untuk Presiden pakai kaca gitu, yang ada kursi tetapi kelihatan aku berdiri. Boleh dong. Eh, gue ini udah 75 tahun ini," kata Prabowo kepada Pindad.

Spesifikasi Sangar MV3 Garuda Saat Ini

Maung MV3 buatan Pindad membawa Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Oktober 2024. [Antara]
Maung MV3 buatan Pindad membawa Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Oktober 2024. [Antara]

Mewujudkan instruksi rancang bangun mobil berkaca ini jelas bukan perkara mudah. Pindad harus memadukan struktur bodi tembus pandang dengan material pelindung level tertinggi.

Saat ini, sang presiden menggunakan MV3 Garuda Limousine yang punya spesifikasi sangat gahar. Mobil ini bukanlah kendaraan sembarangan dan dirancang murni mengikuti arahan presiden.

Bodi gagahnya memiliki dimensi panjang 5,05 meter dan lebar 2,06 meter. Sementara itu, tingginya mencapai 1,87 meter dengan bobot fantastis menyentuh angka 2,95 ton.

Tahan Peluru dan Ban Anti Bocor

Bobot super berat itu sangat wajar karena material bodinya berlapis composite armor kelas wahid. Baju zirah ini sanggup menahan tembakan amunisi kaliber tajam standar NATO.

Bahkan, area kaca yang terpasang saat ini sudah mengantongi sertifikasi antipeluru level B5/B6. Sektor kaki-kaki pun disiapkan matang untuk menghadapi skenario penyerangan terburuk.

Pindad menyematkan pelek 21 inci dengan ban tipe Run Flat Tyre (RFT). Mobil raksasa ini diklaim tetap bisa melaju aman meski ban tertembus peluru tajam.

Dapur Pacu dan Batas Kecepatan

Beralih ke sektor mesin, Garuda Limousine ternyata menyimpan performa yang cukup buas. Di balik kap mesinnya, mobil ini menggendong tenaga berkekuatan 199 dk.

Tenaga besar itu disalurkan halus melalui transmisi otomatis dengan delapan percepatan. Namun, kecepatan puncaknya sengaja dibatasi hanya sampai kisaran 100 km/jam.

Pembatasan laju ini dilakukan murni demi alasan keamanan sang kepala negara. Faktor kenyamanan bermanuver di tengah keramaian juga menjadi pertimbangan utamanya.

Kini, publik patut menunggu kejutan baru dari Profesor Sigit dan tim insinyur andal Pindad. Mampukah mereka mengeksekusi mobil "kaca" ini tanpa mengurangi ketangguhan sasis MV3 yang sudah teruji?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?

Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 08:27 WIB

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:59 WIB

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×