- Prabowo menantang Pindad membuat mobil kepresidenan berkaca luas agar mudah menyapa masyarakat langsung.
- Ide ini muncul karena Prabowo kelelahan berdiri dan tangannya sakit disalami warga Jawa Timur.
- Pindad harus memutar otak memadukan kaca transparan dengan standar keamanan antipeluru VVIP tingkat tinggi.
Suara.com - Presiden Prabowo punya alasan unik saat request desain mobil baru kepada PT Pindad. Ia ingin menyapa rakyat dengan lebih leluasa tanpa harus memaksakan diri berdiri terus-menerus.
Selama ini, kendaraan taktis tertutup memang dirasa cukup membatasi interaksi langsung dengan warga. Kini, ia mendambakan kendaraan transparan ala Popemobile yang tetap aman untuk standar VVIP.
Tantangan ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan respons jujur atas tingginya antusiasme warga di lapangan. Pindad kini diuji untuk meracik ulang formula baja tangguh dengan kaca antipeluru tembus pandang.
Curhat Tangan Kesakitan Disalami Warga
Ide desain baru ini murni lahir dari pengalaman langsung saat kunjungan kerja ke berbagai daerah. Keriuhan warga yang luar biasa sering kali membuat sang presiden sedikit kewalahan.
"Rakyat begitu banyak keluar jalan, masa Presiden di dalam kendaraan. Kan nggak lucu. Terpaksa aku berdiri. Bener nggak? Bener. Aku berdiri, rakyat kita itu mau kasih tangan, masa kita nggak kasih tangan. Jadi, aku coba kasih tangan." ungkap Prabowo saat peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk dilansir dari Youtube Sekretariat Presiden.
"Tetapi, aduh, ini memang rakyat Jawa Timur ya tangannya itu keras-keras. Rupanya, Jawa Timur banyak petaninya ya, emak-emaknya juga keras tangannya. Habis 2-3 kali kunjungan, waduh, harus pakai minyak khusus aku," tambahnya.
Tantangan Berat Buat Pindad
Permintaan nyeleneh ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang sangat menantang bagi PT Pindad. Area kaca yang luas berarti risiko keamanan balistik harus dihitung ulang dengan sangat cermat.
"Tetapi itulah risiko, saya bilang mereka tunggu berjam-jam di (bawah) matahari. Ini saya lagi mikir, minta Pindad, mana itu Profesor Sigit (Sigit P. Santosa, Direktur Utama Pindad), mana itu? Nggak ada? Coba didesain mobil khusus untuk Presiden pakai kaca gitu, yang ada kursi tetapi kelihatan aku berdiri. Boleh dong. Eh, gue ini udah 75 tahun ini," kata Prabowo kepada Pindad.
Spesifikasi Sangar MV3 Garuda Saat Ini
![Maung MV3 buatan Pindad membawa Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Oktober 2024. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/10/29/64350-maung-mv3.jpg)
Mewujudkan instruksi rancang bangun mobil berkaca ini jelas bukan perkara mudah. Pindad harus memadukan struktur bodi tembus pandang dengan material pelindung level tertinggi.
Saat ini, sang presiden menggunakan MV3 Garuda Limousine yang punya spesifikasi sangat gahar. Mobil ini bukanlah kendaraan sembarangan dan dirancang murni mengikuti arahan presiden.
Bodi gagahnya memiliki dimensi panjang 5,05 meter dan lebar 2,06 meter. Sementara itu, tingginya mencapai 1,87 meter dengan bobot fantastis menyentuh angka 2,95 ton.
Tahan Peluru dan Ban Anti Bocor
Bobot super berat itu sangat wajar karena material bodinya berlapis composite armor kelas wahid. Baju zirah ini sanggup menahan tembakan amunisi kaliber tajam standar NATO.
Bahkan, area kaca yang terpasang saat ini sudah mengantongi sertifikasi antipeluru level B5/B6. Sektor kaki-kaki pun disiapkan matang untuk menghadapi skenario penyerangan terburuk.
Pindad menyematkan pelek 21 inci dengan ban tipe Run Flat Tyre (RFT). Mobil raksasa ini diklaim tetap bisa melaju aman meski ban tertembus peluru tajam.
Dapur Pacu dan Batas Kecepatan
Beralih ke sektor mesin, Garuda Limousine ternyata menyimpan performa yang cukup buas. Di balik kap mesinnya, mobil ini menggendong tenaga berkekuatan 199 dk.
Tenaga besar itu disalurkan halus melalui transmisi otomatis dengan delapan percepatan. Namun, kecepatan puncaknya sengaja dibatasi hanya sampai kisaran 100 km/jam.
Pembatasan laju ini dilakukan murni demi alasan keamanan sang kepala negara. Faktor kenyamanan bermanuver di tengah keramaian juga menjadi pertimbangan utamanya.
Kini, publik patut menunggu kejutan baru dari Profesor Sigit dan tim insinyur andal Pindad. Mampukah mereka mengeksekusi mobil "kaca" ini tanpa mengurangi ketangguhan sasis MV3 yang sudah teruji?