Ilmuwan China Kembangkan Baterai Kendaraan Baru, Isi Daya Super Kencang

Cesar Uji Tawakal

Senin, 25 Mei 2026 | 14:59 WIB
Ilmuwan China Kembangkan Baterai Kendaraan Baru, Isi Daya Super Kencang
Ilustrasi pengisian daya pada mobil listrik (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Peneliti Chinese Academy of Sciences mengembangkan baterai solid-state lithium-metal dengan kepadatan energi tinggi mencapai 451,5 Wh/kg.
  • Teknologi baru ini memungkinkan pengisian daya ultra-cepat dalam waktu tiga menit serta menjaga stabilitas selama 700 siklus.
  • Inovasi ini meningkatkan keamanan baterai dan menawarkan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan teknologi baterai LFP yang ada.

Suara.com - Sebuah terobosan besar datang dari Chinese Academy of Sciences. Tim peneliti di sana mengumumkan keberhasilan mengembangkan baterai solid-state lithium-metal dengan kepadatan energi mencapai 451,5 Wh/kg.

Hebatnya, baterai mobil listrik jenis ini tetap stabil meski diisi ulang dengan kecepatan ultra-fast charging setara 20C rate, yang berarti siklus isi dan buang energi bisa berlangsung hanya dalam 3 menit, menurut Car News China.

Latar Belakang Riset

Penelitian ini dipublikasikan di Journal of the American Chemical Society dengan judul “Polymer-modulated solvation chemistry via compatibilizing-solvent plasticization for stable high-energy lithium metal batteries.”

Fokus riset ada pada elektrolit polimer berbasis PVDF (polyvinylidene fluoride), material yang dikenal punya stabilitas oksidasi dan konduktivitas ion tinggi.

Masalah utama elektrolit PVDF selama ini adalah penggunaan plasticiser konvensional yang mudah terdegradasi di antarmuka elektroda.

Tim peneliti mengembangkan strategi baru bernama compatibilizing-solvent plasticization, yang memungkinkan terbentuknya lapisan interfacial kaya lithium fluoride. Hasilnya, reaksi samping berkurang drastis dan baterai lebih stabil.

Performa dan Uji Ketahanan

Dalam pengujian, baterai ini mampu bertahan hingga 700 siklus dengan retensi kapasitas 81,9% saat dipasangkan dengan katoda high-nickel 4,7V. Semua itu dilakukan di bawah kondisi pengisian ultra-cepat 20C.

baca juga

Selain itu, tim juga mendemonstrasikan pouch cell dengan anoda lithium metal tipis dan rasio N/P 1,1. Hasilnya, kepadatan energi mencapai 451,5 Wh/kg, jauh di atas baterai LFP komersial saat ini yang rata-rata hanya 200 Wh/kg.

Pouch cell ini bahkan lolos uji penetrasi paku, menunjukkan tingkat keamanan intrinsik yang tinggi.

 Perlombaan Menuju 500 Wh/kg

Terobosan ini menambah daftar panjang inovasi baterai solid-state dari China.

  • Ganfeng Lithium sebelumnya melaporkan baterai 400 Wh/kg yang sanggup melewati 1.100 siklus.
  • Pure Lithium mengklaim kapasitas produksi 500 MWh per tahun dengan baterai solid-state yang tetap berfungsi meski dipotong.
  • CATL sudah memulai produksi percobaan untuk sel solid-state 500 Wh/kg, sementara Sunwoda dan Farasis Energy menargetkan pengembangan di kisaran 400–500 Wh/kg.

Target komersialisasi banyak perusahaan diperkirakan berlangsung antara 2026–2027, menandakan persaingan menuju baterai generasi baru semakin ketat.

Pasar LFP Masih Dominan

Ilustrasi mobil listrik compact laris dari BYD, Changan, dan Geely. (Gemini AI)
Ilustrasi mobil listrik compact laris dari BYD, Changan, dan Geely. (Gemini AI)

Meski riset solid-state makin gencar, pasar baterai EV di China masih dikuasai teknologi LFP (Lithium Iron Phosphate). Data terbaru dari China EV DataTracker menunjukkan:

  • CATL memimpin dengan 19,53 GWh (38,9% pangsa pasar).
  • BYD di posisi kedua dengan 10,49 GWh (20,9%).
  • Gotion High-tech mencatat 4,03 GWh (8%), diikuti CALB 3,32 GWh dan Eve Energy 3,02 GWh.

Beberapa pemain menengah seperti Rept Battero Energy dan Zenergy mencatat pertumbuhan signifikan, bahkan Yinpai Battery berhasil naik lebih dari 100% secara tahunan.

Dampak bagi Konsumen dan Industri

Jika baterai solid-state 451,5 Wh/kg ini bisa dikomersialisasi, konsumen akan merasakan:

  • Waktu isi daya super cepat: hanya 3 menit untuk siklus penuh.
  • Jarak tempuh lebih panjang: hampir dua kali lipat dibanding baterai LFP saat ini.
  • Keamanan lebih tinggi: terbukti lewat uji penetrasi paku.

Bagi industri, pencapaian ini bisa mempercepat transisi ke kendaraan listrik dengan performa lebih baik, sekaligus menekan kekhawatiran soal “range anxiety” dan waktu pengisian yang lama.

Dengan riset yang semakin intensif dan target komersialisasi dalam waktu dekat, dunia otomotif tampaknya akan segera memasuki era baru baterai EV yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih bertenaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Jadi 'Hama' SPKLU: 5 Dosa Fatal Pengguna Mobil Listrik yang Bikin Kesal

Jangan Jadi 'Hama' SPKLU: 5 Dosa Fatal Pengguna Mobil Listrik yang Bikin Kesal

Otomotif | Senin, 25 Mei 2026 | 13:41 WIB

Honda Resmi Jual Super-ONE si 'Brio Listrik', Segini Harganya

Honda Resmi Jual Super-ONE si 'Brio Listrik', Segini Harganya

Otomotif | Senin, 25 Mei 2026 | 10:11 WIB

BYD Bangun Pabrik di Eropa, Fasilitas Produksi VW Ikut Dicaplok

BYD Bangun Pabrik di Eropa, Fasilitas Produksi VW Ikut Dicaplok

Otomotif | Senin, 25 Mei 2026 | 07:59 WIB

Apa Beda Lis Biru di Bawah vs Samping pada Pelat Mobil Listrik? Berikut Faktanya

Apa Beda Lis Biru di Bawah vs Samping pada Pelat Mobil Listrik? Berikut Faktanya

Otomotif | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:19 WIB

Modal Chery Q Jawab Kecemasan Calon Pengguna Mobil Listrik di Indonesia

Modal Chery Q Jawab Kecemasan Calon Pengguna Mobil Listrik di Indonesia

Otomotif | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:09 WIB

Terkini

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:11 WIB

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:08 WIB

×