- Harga Honda CRF250 Rally nyaris Rp100 juta, meroket Rp36 juta sejak rilis perdana.
- Kenaikan harga ekstrem ini dipicu nilai tukar dolar dan statusnya sebagai motor impor (CBU).
- Mesin tidak banyak berubah, namun tetap mengunggulkan suspensi Showa premium dan assist/slipper clutch.
Beralih ke sektor kaki-kaki yang menjadi senjata andalan seri ini, Honda membekalinya dengan peredam kejut premium.
Suspensi depan menggunakan Inverted Front Fork (Upside Down) lansiran Showa berdiameter 43mm, dipadukan dengan Showa Pro-Link di bagian belakang. Kombinasi ini menjamin bantingan yang luar biasa empuk namun tetap stabil saat diajak menghajar jalanan keriting maupun aspal mulus.
Masih Worth It?
Jadi, apakah lonjakan harga nyaris Rp 36 juta ini sepadan? Jawabannya kembali pada prioritas Anda.
Jika Anda adalah kaum "mendang-mending" yang murni membandingkan rasio harga dan jumlah silinder mesin di atas kertas, harga ini mungkin terasa overpriced.
Di rentang harga Rp 90-100 jutaan, banyak pabrikan lain yang sudah menawarkan motor bermesin dua silinder dengan tenaga yang lebih buas untuk jalan raya.
Namun, jika Anda adalah seorang pure adventurer yang mencari durabilitas khas Honda, kaki-kaki istimewa yang siap garuk tanah tanpa perlu modifikasi lagi, serta motor yang ringan bermanuver, CRF250 Series tetap menjadi salah satu opsi terbaik di kelasnya.
Kenaikan harga ini memang murni karena "pajak dan dolar", bukan inovasi teknologi. Jadi, selama dompet Anda sanggup berkompromi dengan regulasi impor dan nilai tukar mata uang, Honda CRF250 Series tetaplah mainan premium yang sangat menggiurkan untuk memuaskan hasrat berpetualang.