- Biaya isi penuh tangki 8,1 liter PCX 160 kini mencapai Rp 131.625 akibat Pertamax naik.
- Kompresi 12:1 pada mesin eSP+ menuntut penggunaan minimal RON 92 untuk mencegah mesin knocking.
- Fitur Idling Stop System dan tangki besar membantu efisiensi BBM meski harganya sedang mahal.
Suara.com - Kenaikan harga BBM nonsubsidi per Rabu (10/6) menjadi topik hangat di kalangan bikers. Khususnya untuk pengguna bensin Pertamax (RON 92) yang harganya meroket tajam dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Situasi ini jelas menjadi ujian tersendiri bagi para pemilik skutik gambot premium seperti Honda PCX 160.
Dari kacamata teknis otomotif, Honda PCX 160 dibekali mesin berteknologi eSP+ (enhanced Smart Power Plus) dengan rasio kompresi mesin yang sangat padat, yakni 12:1.
Spesifikasi di atas kertas ini merupakan "harga mati" yang menuntut mesin menenggak BBM minim oktan 92 sekelas Pertamax.
Jika nekat diisi Pertalite demi menghemat, siap-siap saja performa motor ngempos dan mesin mengalami gejala ngelitik (knocking) yang memicu kerusakan jangka panjang.
Masalahnya, PCX 160 memegang rekor sebagai skutik dengan kapasitas tangki terbesar di kelasnya, yaitu 8,1 liter. Mari kita hitung kasar:
- Biaya full tank (dari kosong) sebelum BBM naik: 8,1 liter x Rp12.300 = Rp99.630
- Biaya full tank pasca kenaikan: 8,1 liter x Rp16.250 = Rp131.625
Angka Rp 131 ribuan untuk sekali isi bensin motor matik jelas terasa menguras kantong.

Namun, jangan buru-buru menyesal! Di balik mahalnya ongkos isi bensin, Honda PCX 160 punya sederet keunggulan teknis yang justru membuatnya "kebal" dan tetap menjadi pilihan cerdas di tengah mahalnya Pertamax:
1. Tangki Jumbo = Bebas Stres Antre di SPBU
Kapasitas 8,1 liter memang bikin dompet kaget saat diisi penuh, tetapi ini adalah investasi waktu yang luar biasa.
Dengan kapasitas sebesar itu, jarak tempuh (cruising range) PCX 160 dalam sekali isi bensin bisa mencapai ratusan kilometer.
Anda tidak perlu membuang waktu ikut antrean panjang di SPBU setiap 2 atau 3 hari sekali seperti motor matik standar lainnya.
Sekali isi penuh, Anda siap touring atau komuter jarak jauh berhari-hari.
2. Efisiensi Tinggi dari Mesin eSP+
Rasio kompresi 12:1 tidak hanya soal kebutuhan oktan tinggi, tetapi juga tentang efisiensi termal. Mesin eSP+ 4-katup milik PCX 160 mampu membakar Pertamax dengan sangat efisien, menghasilkan tenaga maksimal dengan tetesan bahan bakar yang minim.
Kepadatan pembakaran inilah yang membuat setiap tetes bensin seharga Rp16.250 tersebut benar-benar dikonversi menjadi tenaga optimal, bukan terbuang sia-sia menjadi panas berlebih.
3. Fitur Idling Stop System (ISS) Jadi Penyelamat
Di saat harga bensin selangit, membuang bensin saat terjebak macet atau di lampu merah adalah sebuah kerugian mutlak.
Untungnya, PCX 160 sudah dibekali fitur Idling Stop System (ISS).
Saat motor berhenti lebih dari tiga detik, mesin akan mati secara otomatis dan tidak mengonsumsi BBM sama sekali.
Tinggal putar tuas gas, mesin langsung menyala dan melaju lagi. Fitur ini krusial untuk menghemat konsumsi BBM harian Anda di rute stop-and-go.
Membayar Rp131.625 di kasir SPBU untuk Honda PCX 160 saat ini memang butuh mental yang lebih kuat.
Namun, perpaduan antara kapasitas tangki raksasa, mesin eSP+ yang efisien, dan fitur ISS yang cerdas membuat biaya mahal di awal tersebut terbayar lunas dengan jarak tempuh yang jauh dan performa mesin yang tetap awet.