4 Dampak Serius Mobil yang Biasa Pertamax Ganti Pertalite: Hemat di SPBU Boncos di Bengkel?

Yasinta Rahmawati

Rabu, 10 Juni 2026 | 13:35 WIB
4 Dampak Serius Mobil yang Biasa Pertamax Ganti Pertalite: Hemat di SPBU Boncos di Bengkel?
Ilustrasi mobil isi bensin Pertamax. (Freepik)
baca 10 detik
  • Per 10 Juni, harga Pertamax naik menjadi Rp16.950 per liter, memicu pemilik mobil mempertimbangkan penggunaan bahan bakar Pertalite.
  • Penggunaan Pertalite pada mesin yang semestinya menggunakan Pertamax menyebabkan penumpukan kerak karbon keras serta gejala detonasi mesin.
  • Risiko lain meliputi penurunan kompresi mesin, oli cepat kotor, hingga kerusakan komponen busi dan filter bahan bakar kendaraan.

Suara.com - Per 10 Juni, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) mengalami penyesuaian signifikan menjadi Rp 16.950 per liter. Kenaikan ini tentu memicu dilema bagi banyak pemilik mobil.

Di tengah tekanan ekonomi, godaan untuk beralih ke Pertalite (RON 90) yang lebih murah memang sangat kuat.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk ikut mengantre di jalur Pertalite, ada baiknya memahami konsekuensi teknis yang akan dihadapi oleh mesin mobil.

Berdasarkan penjelasan teknis dari mekanik berpengalaman dalam video YouTube AHA Pedia, peralihan dari Pertamax ke Pertalite tidak sesederhana "yang penting mobil bisa jalan."

Berikut adalah rentetan dampak yang terjadi jika mobil yang biasa menggunakan Pertamax dipaksa menenggak Pertalite.

1. Karbon Menumpuk dan Kerak Mesin Menjadi Lebih Keras

Salah satu perbedaan paling kasat mata antara pembakaran Pertamax dan Pertalite terletak pada sisa residu atau kerak karbon di ruang bakar dan komponen mesin, seperti exhaust dan manifold.

Mas Hardi menunjukkan perbandingan langsung dengan menyentuh kerak di dalam komponen mesin mobil yang menggunakan Pertamax.

Pada mobil menggunakan Pertamax, kerak memiliki karakteristik yang lunak dan berminyak sehingga sangat mudah dibersihkan.

baca juga

"Dia (kerak) dicolek pakai tangan gini aja keangkat dan meninggalkan sejenis minyak ya. Kalau Pertalite, keraknya itu kering dan keras. Dan itu dibersihkan lebih sulit," jelas sang mekanik yang bernama Hardi.

2. Gejala Ngilitik (Detonasi) dan Penurunan Kompresi

Akibat dari tumpukan karbon yang tebal dan mengeras di ruang bakar, proses pembakaran menjadi tidak sempurna.

Hal ini memicu terjadinya detonasi atau yang akrab disebut gejala mesin ngelitik.

Efeknya jika pemilik mobil terlalu sering melakukan engine cleaner untuk menghilangkan gejala ngelitik tersebut, cairan pembersih kimia berpotensi masuk ke sela-sela ring piston.

Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuat ring piston menjadi lengket atau mengempis, yang berujung pada turunnya kompresi mesin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Mobil Hybrid yang Bisa Jadi Pilihan di Tengah Kenaikan Harga Pertamax

Daftar Mobil Hybrid yang Bisa Jadi Pilihan di Tengah Kenaikan Harga Pertamax

Otomotif | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:33 WIB

BBM Naik Setelah RUU TNI Disahkan, Melanie Subono: Nanti Malam Kira-Kira Apa?

BBM Naik Setelah RUU TNI Disahkan, Melanie Subono: Nanti Malam Kira-Kira Apa?

Entertainment | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:27 WIB

Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus

Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:27 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×