BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Kamis, 18 Juni 2026 | 14:54 WIB
BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam
Logo BMW. (Pexels)
  • BMW memangkas target margin operasional menjadi 1 hingga 3 persen akibat perlambatan ekonomi di pasar China.
  • Keputusan tersebut menyebabkan saham BMW anjlok 7 persen ke level terendah sejak akhir tahun 2020.
  • Persaingan harga agresif dan gangguan rantai pasok global menekan kinerja keuangan serta reputasi produsen Jerman tersebut.

Suara.com - BMW sedang menghadapi tekanan berat setelah memutuskan untuk memangkas proyeksi keuntungan perusahaan. Langkah mengejutkan ini memicu reaksi negatif di pasar modal hingga menyebabkan saham pabrikan asal Jerman tersebut anjlok sekitar 7 persen.

Penurunan nilai tersebut membawa harga saham BMW menyentuh level terendah mereka sejak akhir tahun 2020.

Melansir laporan Reuters, BMW menurunkan target margin operasional divisi otomotif menjadi 1 hingga 3 persen. Padahal sebelumnya perusahaan tersebut masih menargetkan margin pada kisaran 4 hingga 6 persen.

Selain memangkas proyeksi laba, raksasa otomotif ini berencana memperkuat langkah efisiensi demi menekan biaya operasional yang diperkirakan berdampak pada kinerja jangka pendek.

Sejumlah analis menilai reputasi BMW sebagai produsen mobil premium yang selama ini dianggap paling stabil mulai mendapat tekanan besar. Situasi ini juga menjadi tantangan awal bagi Milan Nedeljkovic sebagai pimpinan baru yang menggantikan Oliver Zipse.

Melemahnya pasar otomotif China menjadi faktor utama yang membebani kinerja BMW. Sebagai pasar terbesar di dunia, China tengah mengalami perlambatan ekonomi dengan persaingan merek lokal yang semakin ketat. Produsen asal China kini tidak hanya mendominasi segmen massal namun mulai menggerus pasar mobil mewah yang selama ini dikuasai merek Eropa seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Porsche.

Persaingan harga yang agresif membuat keuntungan produsen asing terus tergerus di saat permintaan kendaraan belum menunjukkan pemulihan signifikan. Selain masalah di China, konflik di Iran turut menambah ketidakpastian melalui kenaikan biaya energi serta gangguan rantai pasok global.

Para analis memperingatkan bahwa masalah yang dihadapi BMW kemungkinan besar akan dirasakan oleh produsen otomotif Eropa lainnya. Kondisi saat ini dianggap sebagai awal dari tantangan yang lebih besar bagi industri otomotif global, terutama jika produsen China mulai mempercepat ekspansi ke pasar Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Mobil BMW Ini Konon Mudah Dirawat bak Toyota, Harganya Cuma Segini

5 Mobil BMW Ini Konon Mudah Dirawat bak Toyota, Harganya Cuma Segini

Otomotif | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:08 WIB

BYD Berhasil Jadi Raja Mobil Listrik Baru Geser Dominasi Tesla dan BMW

BYD Berhasil Jadi Raja Mobil Listrik Baru Geser Dominasi Tesla dan BMW

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:58 WIB

BMW Sebut Mobil China Hanya Mengancam Dominasi Merek Jepang dan Korea

BMW Sebut Mobil China Hanya Mengancam Dominasi Merek Jepang dan Korea

Otomotif | Jum'at, 17 April 2026 | 20:50 WIB

Terkini

Penasaran Sensasi Mobil Listrik Tanpa Charger? Nissan Gelar e-POWER Driving Experience di Yogyakarta

Penasaran Sensasi Mobil Listrik Tanpa Charger? Nissan Gelar e-POWER Driving Experience di Yogyakarta

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:46 WIB

Mobil Listrik Geely EX2 dari Kacamata Pengguna Perempuan

Mobil Listrik Geely EX2 dari Kacamata Pengguna Perempuan

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:10 WIB

Terpopuler: Harley-Davidson Murah, Adu Awet Ertiga vs Avanza

Terpopuler: Harley-Davidson Murah, Adu Awet Ertiga vs Avanza

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:39 WIB

Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc

Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:31 WIB

Hyundai Diam-Diam Siapkan Staria Hybrid untuk Pasar Indonesia

Hyundai Diam-Diam Siapkan Staria Hybrid untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pesona Suzuki GN 160: Mending Mana Dibanding Yamaha XSR 155 dan Kawasaki W175?

Pesona Suzuki GN 160: Mending Mana Dibanding Yamaha XSR 155 dan Kawasaki W175?

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:09 WIB

Suzuki Karimun Wagon R Hadir Lagi: Kebal Bensin Etanol hingga 85 Persen, Harga Cuma Segini

Suzuki Karimun Wagon R Hadir Lagi: Kebal Bensin Etanol hingga 85 Persen, Harga Cuma Segini

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:23 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Mobil LMPV Matic Bekas yang Bandel, Mending Avanza atau Ertiga? Begini Menurut Mekanik

Mobil LMPV Matic Bekas yang Bandel, Mending Avanza atau Ertiga? Begini Menurut Mekanik

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:23 WIB

5 Mobil Hatchback Rekomendasi Pakar, Mulai 70 Jutaan Lengkap dengan Plus Minusnya

5 Mobil Hatchback Rekomendasi Pakar, Mulai 70 Jutaan Lengkap dengan Plus Minusnya

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:00 WIB