- Mitsubishi Galant pertama kali hadir di Indonesia pada 1977 dan resmi menghentikan produksinya di tanah air tahun 2005.
- Generasi ikonik Galant Paus dan Galant Hiu menawarkan mesin V6 bertenaga besar dengan harga bekas terjangkau saat ini.
- Pakar otomotif memperingatkan bahwa Galant membutuhkan biaya perawatan tinggi karena dirancang khusus untuk performa mesin yang sangat bertenaga.
Suara.com - Dunia otomotif Indonesia pernah menjadi saksi bisu kejayaan sedan Mitsubishi yang mendominasi jalanan sebelum era SUV dan MPV seperti Pajero Sport atau Xpander mengambil alih perhatian.
Salah satu nama besar yang kini mulai sayup terdengar adalah Mitsubishi Galant. Padahal, sedan ini merupakan simbol prestise dan performa bagi para eksekutif dan pecinta kecepatan di masanya.
Masuk pertama kali ke tanah air pada tahun 1977 lewat Galant Sigma, perjalanan mobil ini terus berevolusi hingga melahirkan varian-varian legendaris seperti Eterna sebelum akhirnya kembali mengusung nama Galant pada tahun 1993.
Meski memiliki warisan performa yang luar biasa, popularitas Galant seolah terlupakan oleh waktu karena produksinya di Indonesia resmi dihentikan pada tahun 2005.
Harga Mitsubishi Galant menarik, performa ciamik
Bagi Anda yang mencari sensasi berkendara mobil bertenaga dengan dana terbatas, Mitsubishi Galant kini menjadi pilihan menarik di pasar mobil bekas.
Berdasarkan pantauan di platform jual beli, harga unit bekas mobil ini sangat bervariasi tergantung kondisi dan tahun produksinya.
Anda bisa menemukan Galant lawas lansiran tahun 1994 dengan harga mulai dari belasan juta hingga 20 jutaan rupiah.
Namun, untuk kondisi yang lebih segar dan layak pakai, kisaran harga biasanya mulai dari angka 30 jutaan hingga menembus 80 jutaan rupiah untuk model tahun terakhir.
Secara spesifikasi, Galant yang beredar di Indonesia terbagi dalam dua generasi ikonik yang akrab disapa Galant "Paus" (1993-1994) dan Galant "Hiu" (1998-2005).
Generasi Paus dikenal dengan desain bodi aerodinamis yang membulat, mengusung pilihan mesin 4 silinder segaris dan V6 2.000 cc.
Sementara itu, Galant Hiu yang lebih populer memiliki desain bodi yang lebih agresif, mengotak, dengan moncong tajam menyerupai hiu. Hiu dibekali mesin V6 2.500 cc yang mampu memuntahkan tenaga hingga 167 dk.
Meskipun pada generasi Hiu terjadi perubahan dari DOHC ke SOHC, kapasitas silinder yang besar tetap menjamin performa yang sering dijuluki "tenaga badak" oleh para penggunanya.
Bukan mobil ramah pemula

Namun, sebelum Anda tergiur dengan performa dan harganya yang kini setara motor matik baru, ada catatan penting yang harus diperhatikan.
Mitsubishi Galant bukan tipe mobil yang bisa Anda perlakukan sembarangan tanpa perawatan rutin yang disiplin.
Pakar otomotif Koh Lung-lung dalam sebuah diskusi di Denkus Channel memberikan peringatan bagi para calon pembeli agar tidak salah kaprah mengenai daya tahan mobil ini.
Koh Lung-lung secara blak-blakan menyebutkan bahwa mobil ini menuntut perhatian lebih dari pemiliknya.
Ia menyatakan:
"Itu high maintenance. Jadi bukan bandel, tapi kencang. Masalah kencang? Iya itu (Galant, -red) kencang. Lu boleh cari itu. Kalau lu cerita bandel, mending lu cari yang Corolla-Corolla-an, atau lu cari yang Accord-Accord Maestro yang tahun segitu, itu mesinnya terbukti mantap semua itu".
Kutipan ini menegaskan bahwa Galant lebih cocok bagi penghobi yang siap dengan biaya perawatan lebih tinggi demi mendapatkan kecepatan, karena karakter mesin V6-nya memang dirancang untuk performa tinggi, bukan sekadar durabilitas harian yang hemat biaya perawatan.