- Presiden Mitsubishi Keisuke Kishiura menyebut model Lancer Evolution dan Galant sebagai harta berharga bagi perusahaan pada Juni 2026.
- Pernyataan tersebut membuka peluang kembalinya sedan performa ikonik Mitsubishi meski saat ini perusahaan masih fokus pada segmen SUV.
- Pengembangan model legendaris tersebut nantinya akan mengandalkan aliansi Nissan dan Renault serta teknologi elektrifikasi demi efisiensi biaya produksi.
Suara.com - Dalam rapat pemegang saham tahunan di Jepang, Mitsubishi Motors memberi secercah harapan bagi para penggemar mobil sport.
Sang presiden baru, Keisuke Kishiura, menyebut bahwa model legendaris seperti Lancer Evolution, Galant, dan Diamante adalah “harta berharga” bagi perusahaan.
Meski belum ada rencana konkret, pernyataan ini membuka peluang kembalinya sedan performa ikonik Mitsubishi.
Keisuke Kishiura, veteran Mitsubishi dengan pengalaman 33 tahun, resmi menjabat sebagai presiden dan COO sejak April 2026.
Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan dunia otomotif, bahkan mengaku salah satu mobil pertamanya adalah Mitsubishi Lancer Turbo manual.
Kishiura juga menyatakan masih menyukai aktivitas mengemudi dan bermimpi melihat Mitsubishi Lancer kembali ke ajang World Rally Championship (WRC).
Pernyataan Kishiura muncul pada rapat pemegang saham Juni 2026. Saat itu, seorang investor meminta Mitsubishi mempertimbangkan menghidupkan kembali model legendaris setelah tahun ini mereka resmi membangkitkan nama besar Pajero.

Meski nostalgia sedan sport masih kuat, Mitsubishi saat ini lebih fokus pada SUV, kendaraan off-road, pasar ASEAN, dan elektrifikasi.
Perusahaan juga mengandalkan aliansi dengan Nissan dan Renault untuk menekan biaya pengembangan. Jadi, kembalinya Lancer Evo masih sebatas wacana, bukan prioritas utama.
Lancer Evolution adalah ikon yang membangun citra Mitsubishi di era 1990–2000-an lewat kemenangan di ajang reli dunia.
Kehadirannya kembali bisa mengembalikan identitas sporty Mitsubishi yang kini lebih dikenal lewat SUV seperti Outlander atau Pajero Sport.
Bagi penggemar, pernyataan Kishiura memberi sinyal bahwa DNA performa masih dianggap penting oleh manajemen baru.
Jika suatu saat Mitsubishi benar-benar menghidupkan kembali Evo, langkahnya kemungkinan besar akan melibatkan:
- Platform aliansi dengan Nissan/Renault untuk efisiensi biaya.
- Teknologi elektrifikasi seperti hybrid atau plug-in hybrid agar sesuai regulasi emisi.
- Fokus pasar niche untuk menjaga eksklusivitas, mirip strategi Subaru WRX atau Toyota GR.
- Keterlibatan motorsport sebagai sarana branding, meski belum ada rencana resmi kembali ke WRC.
Bagi pecinta otomotif, kabar ini memberi harapan bahwa Mitsubishi tidak sepenuhnya meninggalkan warisan sport mereka.
Jika Lancer Evo benar-benar kembali, konsumen akan mendapat pilihan sedan performa dengan sentuhan modern, sekaligus nostalgia masa kejayaan Mitsubishi di dunia reli.