- Volkswagen mempertimbangkan penjualan merek Ducati untuk mengatasi krisis finansial serta mendanai pengembangan kendaraan listrik generasi terbaru perusahaan.
- Strategi restrukturisasi besar-besaran Volkswagen mencakup rencana pemangkasan 100 ribu karyawan dan penutupan sejumlah pabrik operasional di Jerman.
- Penjualan aset bernilai tinggi ini dipicu oleh tekanan persaingan pasar kendaraan listrik global yang semakin ketat saat ini.
Suara.com - Volkswagen disinyalir tengah mempertimbangkan menjual beberapa aset berharga, termasuk merek motor legendaris Ducati.
Langkah ini muncul di tengah kondisi keuangan VW yang disebut semakin berat, dengan rencana pemangkasan hingga 100 ribu karyawan dan penutupan beberapa pabrik di Jerman.
Menurut Rideapart, Volkswagen AG saat ini menaungi merek besar seperti Porsche, Lamborghini, dan Ducati. CEO Oliver Blume dan CFO Arno Antlitz disebut sebagai tokoh utama di balik strategi restrukturisasi.
Para penasihat keuangan mendorong VW untuk menjual aset bernilai tinggi seperti Ducati, setelah sebelumnya berhasil melepas bisnis mesin laut Everllence senilai €7,4 miliar (sekitar Rp150,77 triliun).
Spekulasi penjualan Ducati bukan hal baru. Pada 2017, Volkswagen sempat mengeksplorasi opsi menjual Ducati sebagai bagian dari tinjauan strategis pasca skandal Dieselgate, namun akhirnya dibatalkan.
Kini, rumor kembali mencuat pada pertengahan 2026, di tengah tekanan finansial yang lebih berat akibat persaingan ketat dengan merek EV asal Tiongkok.

Jika benar dijual, Ducati akan keluar dari grup Volkswagen yang berbasis di Jerman. Dampaknya akan terasa di Bologna, Italia, tempat Ducati bermarkas, sekaligus di pasar global motor premium.
Ducati dikenal sebagai merek dengan citra kuat di MotoGP dan WorldSBK, sehingga potensi penjualan akan menjadi peristiwa besar di industri otomotif dunia.
Volkswagen menghadapi biaya besar untuk pengembangan kendaraan listrik generasi baru. Penjualan aset bernilai tinggi seperti Ducati bisa membantu menambah modal segar.
Ducati sendiri adalah merek yang sangat menguntungkan, dengan permintaan tinggi dan reputasi premium.
Menurut laporan Visordown, "Para penasihat berharap bahwa upaya terbaru untuk mendorong VW menjual aset berharga seperti merek motor Ducati…akan mendapat dukungan.”
Namun, beberapa analis menilai kemungkinan penjualan tetap rendah. Mereka berpendapat VW lebih baik melepas aset yang merugi, seperti PowerCo (divisi baterai), ketimbang menjual merek yang masih sangat profitable.
Strategi VW saat ini mencakup:
- Pemangkasan tenaga kerja hingga 100 ribu orang.
- Penutupan pabrik di Hanover, Emden, Zwickau, dan Audi Neckarsulm.
- Penjualan aset bernilai tinggi seperti Everllence, dan kemungkinan Ducati atau Lamborghini.
- Restrukturisasi internal untuk fokus pada bisnis inti kendaraan listrik.
Jika Ducati benar-benar dijual, nilainya bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar euro, mengingat reputasi global dan basis penggemar yang besar.
Bagi penggemar motor, rumor ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Ducati akan tetap mempertahankan identitasnya jika berpindah kepemilikan?
Di sisi lain, bagi Volkswagen, penjualan Ducati bisa menjadi jalan keluar dari krisis finansial, namun juga berisiko kehilangan salah satu aset paling ikonik dalam portofolio mereka.