Neraca Perdagangan Defisit Pemerintah Harus Permudah Ekspor Komponen Otomotif Dkk

Liberty Jemadu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:24 WIB
Neraca Perdagangan Defisit Pemerintah Harus Permudah Ekspor Komponen Otomotif Dkk
Pemerintah perlu mempermudah ekspor produk manufaktur bernilai tambah seperti komponen otomotif untuk menahan mengurangi defisit perdagangan. Foto: Petugas mengecek mobil yang akan diekspor di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
baca 10 detik
  • BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026 akibat lonjakan impor migas.
  • M Rizal Taufikurahman menyarankan pemerintah mempercepat ekspor produk manufaktur bernilai tambah untuk menekan ketergantungan pada komoditas primer dan migas.
  • Pemerintah perlu melakukan diversifikasi pasar nontradisional, efisiensi energi, serta menyederhanakan birokrasi guna meningkatkan daya saing ekspor nasional dalam jangka pendek.

Suara.com - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman mengatakan pemerintah perlu melakukan percepatan ekspor sektor-sektor yang mempunyai nilai tambah, termasuk komponen otomotif, sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekspor nasional.

Strategi mempermuda ekspor produk manufaktur itu disampaikan Rizal setelah Badan Pusat Statistik pada pekan lalu mengumumkan defisit perdagangan pertama Indonesia dalam 73 bulan terakhir, akibat meningkatnya impor minyak dan gas.

"Untuk sisa tahun ini, strategi mendorong ekspor tidak cukup hanya dengan promosi dagang. Pemerintah perlu mempercepat ekspor sektor yang punya nilai tambah tinggi, terutama produk manufaktur, makanan olahan, kimia, farmasi, komponen otomotif, tekstil bernilai tambah, serta produk hilirisasi yang tidak berhenti di bahan setengah jadi," kata Rizal akhir pekan ini di Jakarta,

Ia berpendapat defisit neraca perdagangan pada Mei 2026 yang terjadi untuk pertama kalinya ini menjadi sinyal bahwa ekspor nasional melemah di tengah kebutuhan impor, terutama migas dan bahan baku yang meningkat cukup agresif di dalam negeri.

Ia juga mengatakan defisit ini menunjukkan kerentanan perdagangan Indonesia karena ketergantungan terhadap impor migas yang masih besar sehingga neraca perdagangan langsung tertekan ketika harga energi dan volume impor naik.

Selain itu, ia melihat ekspor dari Indonesia masih terlalu bertumpu pada komoditas primer dan hilirisasi sumber daya alam, sehingga berpengaruh oleh pelemahan harga komoditas dunia, perlambatan permintaan global dan tekanan dari negara mitra dagang utama.

Di sektor ini, penguatan hilirisasi pengolahan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sebelum ekspor seperti produk berbasis logam, kelapa sawit dan hasil pertanian dapat mendatangkan devisa yang lebih besar.

Ia pun menyarankan Indonesia untuk mendorong ekspor dari sisi volume dan juga mempertimbangkan diversifikasi produk serta perluasan pasar nontradisional.

"Ekspor harus didorong dari sisi volume, diversifikasi produk, dan perluasan pasar nontradisional seperti India, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin," sarannya.

baca juga

Dalam jangka pendek, Rizal juga menyarankan pemerintah untuk menyederhanakan birokrasi yang dapat memperkuat pembiayaan ekspor, mempercepat restitusi pajak, menurunkan hambatan logistik pelabuhan, memperbaiki kepastian pasokan bahan baku industri, dan menjaga stabilitas nilai tukar agar eksportir tidak menghadapi risiko biaya yang terlalu tinggi.

Di saat yang sama, impor migas perlu ditekan melalui efisiensi energi, substitusi energi domestik, dan pengendalian impor konsumtif yang tidak produktif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada Mei 2026 neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS, melonjak 59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan impor yang didorong oleh kenaikan harga minyak dan gas dunia menjadi penyebab utama celah defisit ini terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:44 WIB

INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja

INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:25 WIB

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:03 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 4,03 Miliar Dolar AS hingga Mei 2026

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 4,03 Miliar Dolar AS hingga Mei 2026

Foto | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Pecahkan Rekor Elit Izan Guevara, Pembalap Sleman Siap Ancam Takhta Moto3 Junior Akhir Pekan Ini

Pecahkan Rekor Elit Izan Guevara, Pembalap Sleman Siap Ancam Takhta Moto3 Junior Akhir Pekan Ini

Otomotif | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:05 WIB

Mepet Harga Honda Forza 250, Apa Istimewanya Honda Monkey Terbaru yang Alami Evolusi?

Mepet Harga Honda Forza 250, Apa Istimewanya Honda Monkey Terbaru yang Alami Evolusi?

Otomotif | Sabtu, 04 Juli 2026 | 07:29 WIB

Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku

Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:50 WIB

Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026

Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:38 WIB

Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas

Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:19 WIB

Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian

Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:10 WIB

Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda

Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:35 WIB

Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar

Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:13 WIB

Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak

Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:05 WIB

Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan

Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:05 WIB

×