Tantangan Berat Kia Hadapi Rencana Biodiesel B50 di Indonesia

Manuel Jeghesta Nainggolan

Senin, 20 Juli 2026 | 12:39 WIB
Tantangan Berat Kia Hadapi Rencana Biodiesel B50 di Indonesia
Logo KIA. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)
baca 10 detik
  • PT Kia Sales Indonesia menyatakan kesiapan kendaraan bermesin diesel mereka menggunakan bahan bakar Biodiesel B50 sesuai pengujian teknis pemerintah.
  • Komposisi bahan bakar B50 terdiri dari 35 persen FAME, 15 persen Hydrotreated Vegetable Oil, dan sisanya merupakan solar fosil.
  • KIA menekankan pentingnya standar emisi Euro 4 serta ketersediaan bahan bakar rendah sulfur untuk menjaga performa mesin diesel modern.

Suara.com - PT Kia Sales Indonesia menyatakan kesiapan lini kendaraan bermesin diesel mereka untuk mengonsumsi Bahan Bakar Minyak jenis Biodiesel B50. Walaupun sudah menyatakan siap, pabrikan otomotif asal Korea Selatan ini masih menunggu kepastian regulasi serta spesifikasi teknis bahan bakar yang akan diterapkan secara nasional oleh pemerintah.

VP Operations KSI Harry Yanto mengungkapkan bahwa pemerintah sebenarnya telah melakukan serangkaian pengujian komprehensif sebelum meluncurkan kebijakan B50.

Pengujian tersebut melibatkan berbagai model kendaraan dengan jarak tempuh mencapai 50.000 kilometer untuk melihat ketahanan mesin.

"Pengujian dilakukan secara komprehensif, termasuk uji performa pada suhu rendah sekitar 5 derajat Celsius untuk memastikan karakteristik bahan bakar tetap stabil dan tidak mengalami pembekuan" ujar Harry di sela kegiatan media drive All New Seltos di Bogor, Senin (20/7/2026).

Harry menjelaskan adanya miskonsepsi di tengah masyarakat mengenai komposisi Biodiesel B50. Berbeda dengan anggapan umum bahwa B50 terdiri dari 50 persen biodiesel minyak sawit atau FAME, formula terbaru justru merupakan perpaduan yang lebih kompleks.

B50 terdiri dari campuran 35 persen Fatty Acid Methyl Ester berbasis kelapa sawit, 15 persen Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), dan sisanya merupakan solar fosil.

Kehadiran komponen HVO menjadi faktor kunci yang menjaga kualitas bahan bakar tersebut. Harry menyebut HVO mampu menjaga performa sistem injeksi pada mesin diesel modern meskipun biaya produksinya lebih tinggi dibandingkan FAME.

"Bedanya antara B40, B30 dengan B50 ini, dia tidak menggunakan 50 persen dari palm oil. HVO ini memang harganya sedikit lebih mahal, tapi bagus untuk campuran solar sehingga tidak menyebabkan korosi yang parah di saluran bahan bakar" jelas Harry.

Walaupun secara teori sudah siap, KIA tetap menekankan pentingnya kesesuaian bahan bakar dengan standar emisi Euro 4. Mesin diesel common rail bertekanan tinggi yang digunakan KIA saat ini sangat sensitif terhadap kandungan sulfur.

baca juga

Saat ini satu-satunya model diesel yang dipasarkan KSI di Indonesia adalah Kia Carnival Diesel yang sudah berstandar Euro 4.

KIA tetap merekomendasikan penggunaan bahan bakar setara Pertamina Dex yang memiliki kandungan sulfur di bawah 50 ppm. Hal ini dikarenakan sistem injeksi dan filter pada mesin Euro 4 jauh lebih sensitif dibandingkan mesin diesel generasi lama.

Di sisi lain distribusi bahan bakar rendah sulfur di Indonesia masih menjadi tantangan besar karena ketersediaan solar berstandar Euro 4 secara merata diperkirakan baru akan tercapai pada akhir tahun 2027.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Era Biodiesel B50 Mengintai Kondisi Mesin, Gunakan Proteksi Ekstra yang Relevan

Era Biodiesel B50 Mengintai Kondisi Mesin, Gunakan Proteksi Ekstra yang Relevan

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 11:03 WIB

Kia Seltos Tantang Jalur Ekstrem Bogor Demi Buktikan Kualitas Global

Kia Seltos Tantang Jalur Ekstrem Bogor Demi Buktikan Kualitas Global

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 13:12 WIB

Alasan Kia Seltos Turbo Tak Ikut Diboyong ke Indonesia

Alasan Kia Seltos Turbo Tak Ikut Diboyong ke Indonesia

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:23 WIB

Terkini

Apakah Agustus 2026 Ada Long Weekend? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan

Apakah Agustus 2026 Ada Long Weekend? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:33 WIB

Atlet Golf Perempuan Jesslyn Wijaya Diduga Jadi Korban Penculikan di Restoran Jakarta

Atlet Golf Perempuan Jesslyn Wijaya Diduga Jadi Korban Penculikan di Restoran Jakarta

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:33 WIB

Shio Tikus Cocoknya Kerja Apa? Ini Karir yang Dinilai Paling Cuan

Shio Tikus Cocoknya Kerja Apa? Ini Karir yang Dinilai Paling Cuan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:31 WIB

Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang

Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:30 WIB

Rupiah Diramalkan Mulai Stabil, Bertahan di bawah Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Diramalkan Mulai Stabil, Bertahan di bawah Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:29 WIB

Akademisi Sepakat Pembahasan RUU Perampasan Aset Jangan Tergesa-gesa: Butuh Kehati-hatian

Akademisi Sepakat Pembahasan RUU Perampasan Aset Jangan Tergesa-gesa: Butuh Kehati-hatian

DPR | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:29 WIB

BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung

BKSDA-Polres Agam Tangkap Pria Hendak Jual Ratusan Ekor Burung ke Lampung

Sumbar | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:27 WIB

Titik Serangan AS ke Selat Hormuz, Hancurkan Fasilitas Sipil Iran Hingga Krisis Air

Titik Serangan AS ke Selat Hormuz, Hancurkan Fasilitas Sipil Iran Hingga Krisis Air

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:27 WIB

'Kapan Bisa Sekolah Pagi Lagi?' Jeritan Hati Siswa SDN 09 Jaksel yang Kehilangan Waktu Mengaji

'Kapan Bisa Sekolah Pagi Lagi?' Jeritan Hati Siswa SDN 09 Jaksel yang Kehilangan Waktu Mengaji

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:26 WIB

Defisit Fiskal Membengkak, Kebijakan Tarif Lepas WNI Jadi Jalan Pintas Miskin Kreativitas

Defisit Fiskal Membengkak, Kebijakan Tarif Lepas WNI Jadi Jalan Pintas Miskin Kreativitas

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:26 WIB

×