- Volkswagen berkolaborasi dengan n+ merilis sepeda listrik berteknologi radar canggih untuk meningkatkan keselamatan pengendara di jalan raya.
- Teknologi pendukung keselamatan pada sepeda listrik Volkswagen meliputi kacamata pintar navigasi, lampu LED, serta sistem kamera belakang.
- Tesla meluncurkan sepeda keseimbangan anak berbahan magnesium dengan desain minimalis seharga 225 dolar AS untuk melatih kemampuan motorik.
Suara.com - Siapa yang tidak mengenal Tesla dan Volkswagen? Dua nama besar ini merupakan penguasa di panggung industri otomotif global.
Tesla selama ini identik dengan mobil listrik futuristik dan teknologi kemudi otomatisnya, sementara Volkswagen atau VW adalah raksasa otomotif Jerman yang memiliki sejarah panjang dalam memproduksi mobil ikonik bagi masyarakat dunia
Keduanya selalu bersaing dalam menghadirkan inovasi kendaraan roda empat yang paling mutakhir.
Namun, belakangan ini ada pemandangan yang tak lazim dari kedua produsen mobil tersebut.
Bukan merilis mobil listrik model terbaru dengan tenaga kuda yang lebih besar, Tesla dan VW justru banting setir untuk menciptakan kendaraan roda dua.
Mereka mencoba membawa kecanggihan teknologi yang biasanya hanya ditemukan di dalam kabin mobil ke sebuah sepeda.
Langkah ini tentu menarik perhatian para pecinta gadget dan otomotif yang mencari pengalaman berkendara yang berbeda di jalanan kota.

Volkswagen melakukan gebrakan dengan memperkenalkan jajaran sepeda listrik atau e-bike hasil kolaborasi dengan spesialis n+.
Sepeda ini bukan sekadar alat transportasi biasa karena dilengkapi dengan fitur keselamatan yang sangat serius bernama Smart View.
Fitur ini menggabungkan kamera belakang dan sensor radar yang berfungsi memantau lalu lintas di belakang pengendara.
Berkat radar ini, pengendara tidak perlu lagi menoleh ke belakang saat ingin berpindah jalur atau sekadar mengecek kendaraan yang mendekat, karena semuanya terpantau melalui layar yang terintegrasi di stang sepeda.
Tak cukup sampai di situ, VW juga menghadirkan kacamata pintar dan helm terkoneksi yang teknologinya terinspirasi dari perlengkapan pilot pesawat tempur.
Kacamata pintar ini dapat memproyeksikan instruksi navigasi dan peringatan lalu lintas langsung ke bidang pandang pengendara.
Untuk urusan lampu, sepeda VW ini menggunakan strip LED yang berfungsi sebagai lampu siang hari (DRL), lampu rem yang akan menyala merah saat pengendara mengerem, serta lampu indikator amber yang akan berkedip saat pengendara berbelok.
Semua teknologi ini sengaja dihadirkan untuk meningkatkan kesadaran pengendara akan lingkungan sekitar dan mengurangi risiko kecelakaan.

Sementara itu, Tesla mengambil jalur yang sedikit berbeda namun tetap menonjolkan sisi gaya hidup eksklusifnya. Tesla baru saja merilis kendaraan terbaru yang uniknya tidak memiliki pedal.
Produk ini adalah sepeda keseimbangan atau balance bike yang ditujukan khusus untuk anak-anak usia dua hingga lima tahun.
Meskipun terlihat simpel karena tidak memerlukan rantai atau mesin, sepeda ini tetap membawa bahasa desain minimalis ala Tesla dengan logo "T" yang ikonik di bagian depan dan rangka magnesium yang sangat ringan.
Sepeda anak Tesla ini dibanderol dengan harga 225 dolar AS atau jika dikonversi ke mata uang lokal mencapai sekitar Rp4.027.500 dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar.
Tesla merancang sepeda ini dengan kursi yang ketinggiannya bisa diatur dalam lima posisi berbeda, sehingga bisa mengikuti pertumbuhan anak seiring bertambahnya usia.
Tujuannya jelas, yakni membantu anak-anak melatih keseimbangan sebelum mereka beralih ke sepeda kayuh sungguhan.
Bagi para orang tua yang merupakan penggemar Tesla, produk ini kemungkinan besar akan menjadi incaran koleksi karena barang-barang gaya hidup edisi terbatas dari Tesla biasanya langsung ludes dalam hitungan jam setelah dirilis di situs resmi mereka.