- Sebuah SUV listrik BYD Tang mengalami kerusakan motor belakang saat melintasi genangan air di Shenyang, China.
- BYD menyatakan motor terlepas akibat benturan keras sebelumnya pada bagian bawah mobil, bukan sekadar terkena air.
- Pihak BYD menegaskan bahwa sertifikasi ketahanan air pada komponen kendaraan bukanlah izin untuk sengaja menerjang banjir.
Suara.com - Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan unit mobil listrik SUV BYD Tang mengalami kejadian tidak terduga saat melintasi genangan air.
Dalam video yang diambil di Kota Shenyang, China tersebut, terlihat sebuah komponen logam berukuran besar terlepas dari bagian bawah mobil dan terseret di aspal sambil masih terhubung oleh kabel.
Kejadian ini sontak memicu perdebatan hangat di kalangan netizen mengenai durabilitas dan keamanan mobil listrik saat menghadapi situasi banjir.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah BYD Tang EV berwarna putih tengah melaju pelan di tengah guyuran hujan deras dan kondisi jalan yang tergenang.
Meski air terlihat hanya setinggi satu atau dua inci dalam rekaman, sebuah komponen yang diyakini sebagai motor listrik bagian belakang tampak menjuntai keluar dari posisinya.
Foto jarak dekat yang beredar menunjukkan bahwa sebagian rumah motor (motor housing) patah dari rangka bawah SUV tersebut dan hanya bertahan karena satu kabel oranye bertegangan tinggi yang masih tersambung.
Uniknya, meski motor belakangnya sudah terlepas dan menyeret di jalan, mobil tersebut dilaporkan masih bisa terus melaju.
Hal ini dimungkinkan karena unit yang terlibat diduga merupakan model dual-motor.
Saat motor bagian belakang gagal berfungsi atau terlepas, sistem penggerak mobil beralih mengandalkan motor bagian depan untuk tetap memberikan momentum gerak maju.

Namun, kondisi ini tentu dianggap sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan lainnya.
Merespons viralnya video tersebut, pihak BYD langsung melakukan investigasi mendalam terhadap unit yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil pengecekan, produsen otomotif asal China ini memberikan klarifikasi bahwa motor listrik tersebut tidak copot begitu saja hanya karena terkena air.
BYD mengklaim bahwa kendaraan tersebut sebelumnya telah mengalami benturan keras pada bagian bawah (severe underbody collision) saat pengemudi mencoba menerjang banjir yang kemungkinan lebih dalam sebelum video tersebut direkam.
Menanggapi kekhawatiran publik soal ketahanan komponen mobil listrik terhadap air, Executive Vice President BYD, He Zhiqi, memberikan pernyataan tegas terkait batasan teknologi keamanan pada kendaraan mereka.
Beliau mengingatkan bahwa sertifikasi ketahanan air pada komponen vital seperti baterai bukan berarti mobil bebas digunakan untuk berenang di genangan air yang dalam.