- Truk operasional tersebut dibekali mesin 3.907 cc standar Euro 4 dan daya angkut maksimal hingga 8.250 kg.
- Fasilitas pendukung mencakup pelacakan GPS gratis serta promo servis gratis guna menunjang kelancaran logistik desa.
Suara.com - Program penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP kini semakin nyata dengan mulai dibagikannya unit kendaraan operasional berupa truk tangguh bagi masyarakat.
Langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran logistik dan mobilitas usaha di berbagai pelosok desa.
Bagi Anda yang penasaran mengenai armada apa yang dipilih, unit yang dipercayakan untuk tugas berat ini adalah Mitsubishi Fuso Canter tipe FE 74 HD N 136 PS yang memang sudah lama memegang gelar sebagai truk sejuta umat di Indonesia.
Pilihan ini tentu tidak sembarangan karena operasional koperasi di wilayah pedesaan membutuhkan kendaraan yang sanggup melibas medan sulit namun tetap ekonomis dari sisi perawatan.
Truk Mitsubishi Canter atau yang dulu akrab dipanggil Colt Diesel ini memang terkenal bandel dengan mesin yang teruji awet serta jaringan bengkel resmi yang sangat luas hingga ke daerah-daerah.
Lantas, bagaimana dengan jeroannya? Truk yang digunakan untuk operasional KDMP ini mengandalkan mesin model 4V21-2AT1 dengan teknologi Common Rail yang sudah memenuhi standar emisi Euro 4.
Mesin 4 silinder sejajar berkapasitas 3.907 cc ini mampu menyemburkan tenaga maksimal sebesar 136 PS pada putaran 2.500 rpm.

Tidak hanya soal tenaga, torsi puncaknya mencapai 43 Kg.m pada 1.500 rpm yang membuatnya sangat bertenaga sejak putaran rendah, sangat cocok untuk mengangkut beban berat di tanjakan.
Dari sisi dimensi, truk ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 5.960 mm dengan lebar 1.970 mm dan tinggi 2.245 mm.
Untuk kapasitas angkut, FE 74 HD N memiliki angka Gross Vehicle Weight atau GVW maksimal hingga 8.250 kg.
Dengan berat sasis kosong sekitar 2.530 kg, maka berat muatan beserta karoseri yang disarankan adalah di kisaran 5.720 kg agar performa kendaraan tetap terjaga optimal dan komponen kaki-kaki awet.
Kenyamanan pengemudi juga menjadi perhatian pada generasi terbaru ini. Truk ini sudah dilengkapi dengan fitur Mitsubishi In Dash Gear Shift, di mana tuas transmisi menyatu dengan dashboard sehingga ruang kabin terasa lebih lega dan memudahkan pergerakan pengemudi.
Selain itu, fitur Power Steering serta Tilt dan Telescopic Steering juga hadir untuk memudahkan pengaturan posisi kemudi sesuai dengan postur tubuh pengemudi agar tidak cepat lelah saat perjalanan jauh. Hiburan di dalam kabin pun tersedia lewat perangkat Radio, USB, dan MP3 untuk menemani operasional harian.
Bicara soal harga, berdasarkan data dari situs dealermitsubishi.id, tercatat bahwa banderol dari truk FE 74 series ini mulai dari Rp530 juta hingga Rp544 juta.

Untuk mendukung efisiensi operasional koperasi, setiap pembelian unit ini sudah mendapatkan fasilitas Free GPS Runner.
Fitur ini sangat bermanfaat bagi pengelola koperasi untuk memantau lokasi kendaraan secara real-time, merencanakan rute perjalanan sopir, hingga mengevaluasi laporan pengoperasian kendaraan secara detail.
Selain itu, konsumen juga dimanjakan dengan promo free service dan sparepart selama 2 tahun atau hingga mencapai 40.000 km untuk konsumen retail, dan hingga 60.000 km bagi konsumen fleet.
Jaminan ini mencakup penggantian komponen rutin seperti oli mesin, saringan bahan bakar, hingga saringan udara sesuai dengan petunjuk buku servis.
Keamanan operasional di medan berat juga didukung dengan sistem pengereman hidraulis yang dilengkapi Vacuum Servo Assistance.
Untuk urusan kelistrikan, sasis ini menggunakan baterai atau aki bertegangan 24 volt. Tangki bahan bakarnya sendiri sanggup menampung hingga 100 liter solar, yang cukup memadai untuk menunjang aktivitas distribusi logistik desa tanpa perlu terlalu sering mampir ke SPBU.
Dengan radius putar minimal 7,1 meter, truk ini masih cukup lincah untuk bermanuver di jalanan desa yang mungkin tidak terlalu lebar.