Rupiah Perkasa ke Rp17.933 per Dolar AS, Damai Timur Tengah dan Ekonomi RI Jadi Pendorong

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:07 WIB
Rupiah Perkasa ke Rp17.933 per Dolar AS, Damai Timur Tengah dan Ekonomi RI Jadi Pendorong
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,52% ke Rp17.933 per dolar AS.
  • Harga minyak turun dorong penguatan rupiah.
  • Ekonomi RI kuat, rupiah berpeluang lanjut menguat.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (5/8/2026). Mata uang Garuda menguat di tengah turunnya harga minyak dunia serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dari perkiraan.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 94 poin atau 0,52 persen ke level Rp17.933 per dolar AS. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.027 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah dipicu oleh melemahnya harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan tercapainya perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat. Penurunan harga minyak dinilai meredakan tekanan terhadap mata uang negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

"Rupiah ditutup menguat cukup besar di level Rp17.933 terhadap dolar AS oleh menurunnya harga minyak mentah dunia di tengah harapan damai di Timur Tengah," ujar Lukman.

Selain sentimen global, kinerja ekonomi domestik juga menjadi penopang utama penguatan rupiah. Data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi pasar meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Menurut Lukman, kombinasi sentimen eksternal dan fundamental ekonomi yang solid membuka peluang bagi rupiah untuk mempertahankan tren penguatannya dalam waktu dekat.

"Apabila tidak ada perkembangan negatif eksternal, rupiah diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan dalam kisaran Rp17.850-Rp18.000," katanya.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia juga ditutup menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina mencatat apresiasi terbesar dengan kenaikan 0,69 persen, disusul dolar Taiwan yang naik 0,50 persen.

Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,27 persen, rupee India naik 0,18 persen, dan baht Thailand bertambah 0,17 persen. Ringgit Malaysia juga terapresiasi 0,05 persen, diikuti dolar Singapura yang menguat 0,03 persen serta yen Jepang yang naik tipis 0,02 persen.

baca juga

Penguatan serentak mata uang Asia tersebut mencerminkan membaiknya sentimen pasar terhadap aset-aset di kawasan, seiring meredanya kekhawatiran geopolitik dan meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000

Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:18 WIB

Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI

Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×