- Praktisi otomotif Devianto Wahjoe menjelaskan penyebab CVT motor matik bergetar atau gredek pada tarikan awal.
- Sumber masalah meliputi kampas kopling kotor dan aus, kebocoran grease, serta V-belt yang sudah usang.
- Solusinya adalah membersihkan komponen, mengampelas mangkok kopling, serta mengganti pelumas dan sil puli belakang secara teliti.
Suara.com - Mengendarai motor matik memang sangat praktis, terutama bagi masyarakat perkotaan yang sering berhadapan dengan kemacetan jalan raya.
Namun, kenyamanan berkendara ini sering kali terganggu oleh masalah klasik yang sangat menjengkelkan, yaitu sensasi bergetar hebat atau yang akrab disebut "gredek" pada bagian transmisi saat motor baru mulai melaju.
Getaran ini biasanya terasa di area CVT (Continuously Variable Transmission), yaitu sistem transmisi otomatis pada motor matik yang menyalurkan tenaga dari mesin ke roda tanpa gigi manual, melainkan menggunakan sabuk penggerak.
Masalah gredek pada tarikan awal ini bisa menimpa siapa saja dan jenis motor matik apa saja, mulai dari motor berkapasitas mesin kecil hingga motor bongsor seperti Yamaha Xmax.
Penyebab CVT Motor Matic Gredek

Di ranah digital, topik ini selalu hangat diperbincangkan oleh para pemilik motor harian.
Melalui video edukasinya di kanal YouTube pribadi, seorang pengamat dan praktisi otomotif, Devianto Wahjoe, mengupas tuntas bahwa masalah getaran tidak nyaman ini memiliki beberapa sumber penyebab utama yang sebenarnya saling berkaitan di dalam ruang CVT.
Kampas Kopling Kotor dan Aus
Penyebab pertama dan yang paling sering terjadi adalah kondisi kampas kopling (clutch lining), yaitu komponen gesek yang menempel pada mangkok kopling untuk memutar roda belakang, yang kondisinya kotor dan mulai aus. Seiring pemakaian, debu sisa gesekan akan menumpuk di area tersebut.
"Penyebabnya itu adalah kampas kopling ini sudah mulai tergerus dan kotor khususnya kotornya ini adalah di bagian dalam bell housing ini atau disebut dengan apa mangkok kopling ya Bell housing di sini kotor karena kotor dia mulai kurang gigit".
Ketika daya cengkeram berkurang karena permukaan kampas yang mengkilap dan licin, maka selip akan terjadi saat tarikan awal dan menimbulkan getaran gredek yang mengganggu.
Kebocoran Grease
Penyebab kedua adalah kebocoran grease atau stempet (gemuk), yaitu pelumas kental khusus untuk bagian komponen yang bergerak lambat namun bertekanan tinggi agar tidak aus.
Di dalam area CVT bagian sekunder atau puli belakang, terdapat pelumas khusus ini untuk menjaga gerakan komponen sliding tetap lancar.
Akibat panas ekstrem atau kualitas pelumas yang buruk, ditambah kondisi karet pelindung (seal) yang sudah mengeras karena usia, pelumas tersebut bisa mencair dan merembes keluar.
Rembesan ini kemudian mengenai mangkok serta kampas kopling.
"Grease yang di dalamnya ini udah jelek atau pakai kualitas yang jelek lalu dia panas dan dia akhirnya degradasi akhirnya dia keluar-keluar" dan kemudian "masuk ke kopling dan itu yang bikin salah satunya geredek".
V-Belt Usang
Penyebab ketiga yang juga wajib diperiksa setiap kali melakukan servis berkala adalah kondisi V-belt atau sabuk penggerak. Sabuk karet ini bertugas menghubungkan puli depan dan puli belakang. Jika sabuk penggerak ini sudah mulai menipis atau menunjukkan keretakan di bagian dalamnya, putaran mesin tidak akan tersalurkan secara stabil, yang pada akhirnya memicu gejala selip serta getaran pada motor saat akselerasi awal.