- Morgan Stanley membeli total 3,79 miliar saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada tanggal 21 Agustus 2026.
- Aksi korporasi tersebut meningkatkan kepemilikan saham perusahaan Amerika Serikat tersebut di GOTO menjadi 5,15 persen.
- MSCI mengeluarkan saham GOTO dari indeks global karena memiliki likuiditas rendah dan harga minimum.
Suara.com - Morgan Stanley and Co International PLC menambah porsi kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Aksi tersebut membuat kepemilikan perusahaan asal Amerika Serikat itu menembus level 5 persen di GOTO.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis (27/8/2026), Morgan Stanley memborong saham GOTO sebanyak dua kali pada tanggal 21 Agustus 2026. Pembelian pertama sebanyak 3,13 miliar saham dengan harga Rp23 per lembar saham.
Kemudian, di hari yang sama, Morgan Stanley kembali menyerok saham GOTO sebesar 657,34 juta saham dengan harga yang sama Rp23.

Jika digabungkan, kedua transaksi tersebut mencapai 3.795.863.900 saham. Dengan harga Rp23 per saham, nilai transaksi berdasarkan jumlah saham yang dilaporkan mencapai sekitar Rp87,3 miliar.
Dengan pembelian itu, kepemilikan saham Morgan Stanley bertambah yang awalnya 55.572.469.938 saham atau 4,82 persen menjadi 59.368.333.838 atau setara 5,15 persen.
Terlempar dari MSCI Indexs
Lembaga pemeringkat indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan hasil penilaianya atau rebalancing berbagai indeks saham-saham.
Salah satunya, MSCI mengeluarkan hasil rebalancing pada MSCI Global Standar Indexes di mana terdapat dua saham yang terlempat dari indeks saham tersebut.
Dua saham itu diantaranya, PT Charoen Popkhand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dengan keluarnya, kedua saham ini maka berpotensi adanya arus keluar modal yang cukup besar.
Pasalnya, indeks MSCI itu menjadi acuan para manajer investasi dalam merekomendasikan saham-saham investor asing untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
MSCI dalam pengumumannya, hengkangnya GOTO dinilai karena aktivitas pergerakan sahamnya minim, sehingga dinilai kurang likuid. Selain itu, saham GOTO terus bertengger level minium yaitu Rp50 per lembar saham.
"Langkah ini diambil karena adanya potensi masalah replikasi indeks yang terkait dengan likuiditas yang sangat rendah, akibat perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan perdagangan tanggal 13 Mei 2026," tulis MSCI dalam pengumumannya.