- Touring MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 menempuh 3.300 kilometer melintasi 36 kota di 6 pulau Indonesia.
- Teknologi YECVT pada NMAX TURBO dan AEROX ALPHA TURBO diuji langsung peserta pada berbagai medan ekstrem.
- Fitur Y-Shift dan Riding Mode terbukti efektif membantu pengendara melewati tanjakan curam dan turunan panjang.
Suara.com - Rangkaian touring MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 resmi berakhir setelah menempuh jarak lebih dari 3.300 kilometer melintasi 36 kota di 6 pulau besar Indonesia. Perjalanan ini memberikan pelajaran berharga mengenai cara mengoptimalkan teknologi Yamaha Electric Continuously Variable Transmission atau YECVT pada medan menantang.
Teknologi YECVT yang tersemat pada NMAX TURBO dan AEROX ALPHA TURBO memiliki fitur utama berupa Y-Shift dan Riding Mode. Fitur ini terbukti efektif membantu pengendara saat menghadapi tanjakan ekstrem dan turunan panjang di kawasan pegunungan.
Menurut Rifki Maulana selaku Manager Public Relations YRA dan Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, teknologi ini menawarkan kontrol performa yang lebih presisi.
“Salah satu inovasi yang paling fenomenal adalah hadirnya teknologi YECVT yang menawarkan sensasi ‘TURBO’ melalui fitur Y-Shift dan Riding Mode. Y-Shift mampu memberikan akselerasi secara instan ketika dibutuhkan, sementara Riding Mode memungkinkan pengendara menyesuaikan karakter performa motor dengan kondisi jalan dan gaya berkendara. Hal ini benar-benar dirasakan peserta selama MAXI Tour Boemi Nusantara. Tidak hanya membuat pengalaman berkendara semakin menyenangkan, kombinasi kedua fitur tersebut juga sangat membantu ketika melibas berbagai tanjakan curam di kawasan perbukitan dan pegunungan dengan mudah,” ungkap Rifki, Senin (31/8/2026).
Saat menghadapi tanjakan curam seperti di Bukit Holbung atau Lembah Ollon, pengendara disarankan menggunakan Y-Shift untuk menjaga momentum. Peserta touring etape pertama, Ajgum, membagikan pengalamannya.
“Waktu melewati Bukit Holbung dan menuju Sibeabea, karakter jalannya cukup menantang karena bukan hanya menanjak, tetapi juga banyak tikungan patah. Di kondisi seperti itu Y-Shift terasa sangat membantu. Bahkan cukup menggunakan Y-Shift sampai level 2, motor bisa terus menjaga momentum dan melewati tanjakan dengan effortless. Jadi tidak perlu terlalu memaksakan motor untuk bisa terus naik,” jelas Ajgum.
Selain tanjakan, fitur Y-Shift berfungsi sebagai engine brake saat melewati turunan tajam. Penggunaan tiga tingkatan deselerasi pada Y-Shift membantu mengurangi kecepatan motor secara terkontrol sehingga mengurangi beban kerja sistem pengereman.
Bagas yang merupakan peserta etape sembilan menambahkan pengalamannya saat di Tana Toraja.
“Ketika mendaki menuju Lembah Ollon dengan AEROX ALPHA ‘TURBO’, ada bagian tanjakan yang tingkat kemiringannya mencapai lebih dari 30 derajat dan cukup panjang. Kombinasi Riding Mode S dan Y-Shift sangat terasa manfaatnya. Respons motor tetap agresif dan tenaga bisa terus dipacu secara optimal untuk menjaga momentum. Tanjakan yang awalnya terlihat sangat menantang ternyata bisa dilewati dengan mudah,” kata Bagas.
Ainto Harry dari awak media juga merasakan manfaat fitur deselerasi ini.
“Y-Shift bukan cuma terasa manfaatnya saat menanjak. Ketika melewati turunan tajam dan panjang di kawasan perbukitan Buntu Burake serta Lembah Ollon di Tana Toraja, fitur ini sangat membantu untuk mengontrol laju motor. Speed bisa dikurangi secara lebih maksimal dengan memanfaatkan Y-Shift hingga tiga level, jadi kita tidak harus terus-terusan mengandalkan rem. Apalagi karakter jalannya banyak turunan curam yang disertai tikungan tajam, sehingga motor terasa lebih mudah dikontrol dan riding juga jadi lebih nyaman,” tutur Ainto.